Pesan Dari Mimpi #02

0
236
views

Pagi ini aku bersiap untuk ke sekolah.
“Pagi Nek..” sapaku saat di ruang makan.
“Pagi juga sayang.”

“Syila berangkat sekolah dulu ya Nek.” Sambil menyalami tangan Nenek.
“Hati-hati di jalan, baik-baik belajarnya. Jangan nakal.”
Aku mengacungkan jempolku..

Saat menuju sekolah aku melalui jalanan yang mirip dengan yang ada di mimpiku.
Aku meminta Pak Wawan untuk berhenti sebentar.
“Pak, berhenti sebentar.”
Pak Wawan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.
Kubuka kaca mobil dan mengamati jalan ini.
Ada sebuah mobil dalam keadaan rusak parah. Aliran darah yang berasal dari mobil itu.
Terdengar suara tangisan anak kecil.
Tiba-tiba sebuah bus melintas di hadapanku. Bus itu menghalangi pandanganku.
Saat bus telah melewatiku, mobil yang kulihat tadi tidak ada lagi.
Secepatnya kuperintahkan Pak Wawan untuk melanjutkan perjalanan.

Hampir saja aku terlambat masuk ke sekolah.
Proses belajarku lancar-lancar saja.
Bagiku saat di sekolah, pikiranku tak boleh ke mana-mana.

**

Aku menunggu Pak Wawan di gerbang sekolah.
“Arrgh tak biasanya dia terlambat menjemput.” Gerutuku.
Di kejauhan kulihat mobil Nenek. Dan segera saja mobil itu menghampiriku.
Tak ada obrolan apa pun saat perjalanan pulang. Hanya terdengar suara musik yang diputar Pak Wawan.

**Perutku sangat lapar sekali, tapi sebelum makan, Nenek selalu mengingatkanku untuk mengganti pakaian dulu.

Bik Diah sudah menyiapkan makan siangku.
“Mana Nenek Bik?” Tanyaku, sebab dari aku pulang sekolah Nenek tak kunjung kelihatan.
“Ibuk ke rumah Tante Ivone.” Jawab Bik Diah.
Setelah menyantap habis makan siangku, terdengar suara mobil dari luar rumah.
“Syila …” Panggil Nenek lembut.
“Nenek dari rumah Tante Ivone ya?” Tanyaku.
“Iya sayang. Kamu udah makan siang?” Lanjut Nenek.
“Sudah Nek, baru saja selesai.”

**

Sore itu aku ingin sekali menanyakan pada Nenek arti mimpiku. Tapi saat mencari Nenek ternyata ia tengah tidur.
Kuurungkan niatku untuk bertanya.

Malam semakin larut, kantukku pun datang, segera saja aku tidur.
Kali ini aku tak menjumpai dua orang itu lagi.
Ah ternyata aku menjumpai mereka lagi, tapi di sebuah rumah besar. Mereka tengah bersenda gurau dengan putri kecil.
Tampak mereka sangat bahagia. Sesekali kulihat sang wanita memegang bagian perutnya. Lalu disusul oleh lelaki itu sepertinya mereka sepasang suami istri.
Terlihat wanita itu duduk dan menyaksikan suami dan putri mereka bermain-main.
Ia meletakkan tangannya di perutnya yang datar.
Mungkin saja dia tengah hamil.

**

Krriiiinnggg …. Aku terbangun saat jam wekerku berbunyi. Sudah pukul enam pagi, aku segera bangun mandi dan bersiap pergi ke sekolah.

Sama seperti yang kualami kemarin pagi. Aku melihat rumah yang sama seperti yang di dalam mimpi. Tapi rumah itu terlihat tak berpenghuni. Bahkan rumah itu terkesan tidak diurus. Kulewati saja rumah itu karena tak mau terlambat sampai di sekolah.

**

Sepulang sekolah aku ingin melihat lagi rumah yang ada dimimpiku. Saat sudah hampir dekat aku bingung, rumah yang tadi pagi kulihat tidak ada. Apa mungkin yang tadi pagi itu hanya halusinasiku saja.

Awalnya mimpi itu kuabaikan saja. Tapi lama kelamaan mimpi itu terus muncul dan mengganggu pikiranku.
Siapa mereka dan untuk apa mereka datang kemimpiku?

Mungkin lebih baik aku menanyakan arti mimpi ini kepada Nenek.
Setibanya di rumah, tanpa mengganti pakaian aku mencari Nenek.
Kulihat Nenek ada di taman belakang rumah.
“Nek … Lagi ngapain?” Sapaku.
“Udh pulang ya sayang. Nenek lagi nyantai aja di sini.” Ujar Nenek.
“Nek, Syila boleh nanya sesuatu nggak?”
“Nanya apa sayang?” Jawab Nenek.
Lalu aku menceritakan mimpiku beberapa hari ini.
Nenek mengerutkan keningnya. Mungkin sama bingungnya denganku.
“Sudah lah cu, itu hanya mimpi. Jangan dipikirkan.” Nenek mengusap kepalaku dan masuk ke dalam rumah.
Hal ini membuatku semakin penasaran. Nenek bersikap tidak seperti biasanya. Kalau aku menanyakan sesuatu yang tak kumengerti Nenek pasti menjawabnya hingga aku mengerti, tapi kali ini tidak.

**

Hari-hari berlalu seperti biasanya.
Jika di hari-hari aku bersekolah, rumah ini akan terasa sepi. Karena sepulang sekolah aku biasanya langsung tidur dan akan terbangun di sore hari, dimalam hari seusai makan malam aku lanjut untuk mengerjakan tugas sekolah.

Malam ini kepalaku terasa sangat sakit.
Aku mencari obat pereda rasa sakit di kotak p3k. Biasanya kotak itu terletak di dinding dapur.

**

Setelah meminum obat aku merasa sangat mengantuk, mungkin karena efek samping obat tadi.
Aku pun tertidur.
Aku bertemu dengan pasangan suami istri itu lagi. Kali ini mereka yang mendekatiku. Aku sempat takut, karena di sekujur tubuh mereka penuh luka parah.
Tubuhku gemetar saat mereka semakin dekat.

“Tolong kami.” Terdengar sang istri meminta tolong denganku.
Suara lemah itu sangat menggambarkan betapa mereka memang membutuhkan pertolongan.
“A aapa yang bisa saya bantu.” Jawabku terbata.
Belum lagi mereka menjawabku lagi-lagi mereka hilang di telan sebuah cahaya yang berkilau.
Aku yang merasa kesilauan menutup mataku dengan tanganku.

Aku terbangun saat merasakan hembusan angin yang entah dari mana asalnya.
Saat kulihat ke arah jendela ternyata dalam keadaan terbuka.
Ah pantas saja angin itu bisa masuk.
Aku lupa menutup jendela mungkin.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here