Our Secret #11

0
147
views

Perjalanan 7 jam saudi arabia dan pakistan memang melelahkan .Entah mengapa kali ini rasa penat dan lelah tidak menghampiri.Hasan melewatinya dengan senyuman .Selain lelap dalam tidur ,sisa waktunya dihabiskan membaca ulang chating bersama utami .Tersenyum sendiri dengan geli.Hanya 7 bulan perkenalannya namun entah mengapa meninggalkan kesan yang teramat dalam .

Utami baginya adalah guru ,seorang istri,dan motivator sejati.Entah mengapa selalu baginya Utami adalah istrinya .Hasan tak mau menyebut Utami kekasihnya .Tujuan kebersamaan adalah pernikahan .Ketir menusuk hatinya .Bagaimana kita bisa bersama dalam mahlighai rumah tangga ,sementara kau adalah miliknya ..

Berulang kali Utami selalu mengatakan .Jangan meminta apapun padaku .Kamu tahu jawabannya .Aku tak pernah bisa memberimu apa apa.Mintalah aku pada pemilikku .Allah akan memberikan jawaban yang terbaik bagi kita .Haruskah kuminta dirimu pada pemilikKU.Sehingga Tuhanku memutus ikatan suci mu bersama suami Utami.Benar ucapmu andai seorang akhwat juga memiliki ikhwan lebih dari satu maka kutahu kau pasti akan memilihku bersamamu.Tak masalah buatku jika ingin bersamamu karena aku bisa memilki 4 akhwat dalam hidupku .Namun kau hanya bisa memilih suamimu .Dialah takdirmu .

“Ayah …”suara panggilan anak kecil membuyarkan lamunan Hasan .Dua makhluk penyemangat hidupnya berhambur memeluknya setiba di bandara.

Dari jauh seorang perempuan berjilbab tengah tersenyum memandangnya .Air muka bahagia bercampur kerinduan nampak diwajahnya yang cantik.Hasan istigfar benar wajah istrinya sekilas mirip wajah Utami .perawakannya pun sama .Hanya utami lebih putih .Mungkinkah karena itu aku jatuh cinta padannya .

Hasan bergegas dipeluknya istrinya .kedua malaikat kecilnya juga berangkulan bersama.

…….

Utami bergegas seolah berlari .Air matanya menetes tiada henti .Kabar buruk itu seumpama petir di siang bolong .Tuhan jaga suamiku .Jangan kau ambil terlalu cepat .Cukup hari ini aku kehilangan Hasan maka jangan pula takdir merenggut satu lagi orang yang kucintai .

“Sabar mi, Ali tengah dioperasi.Maaf tidak menunggu persetujuannmu .Bapak tadi menandatangani surat persetujuan operasi.Berdo’a semoga operasinya lancar ..”Mertua utami mengelus kepala utami dengan perlahan.

Utami terdiam mengiyakan .Kecelakaan lalu lintas hari ini membuat suaminya harus masuk meja operasi.Berjuta rasa menggemuruh didadanya .”pah ..jangan tinggalkan aku .ijinkan aku menemanimu untuk waktu yang lama .Ijinkan aku menebus kesalahanku padamu .Jangan tinggalkan aku dengan rasa penyesalan pah..”

Semenjak berkenalan dengan hasan utami selalu lebih perduli dan perhatian dengan Ali ,suaminya .Hubungan keduanya pun kian mesra .Ali juga takan pernah menyangka jika hati utami telah terbagi.Rasa bersalah selalu menggelayuti utami.Ali adalah seorang laki laki yang baik meski banyak orang sering membandingkan wajah utami yang lumayan cantik dibandingkan Ali yang biasa saja .Tak pernah utami merasa tak bahagia .Memang benarlah jika sumber bahagia rumah tangga bukanlah harta dan rupa melainkan taqwa.

Lalu mengapa Hasan hadir menggoncangkan hati Utami.Menyusup jauh direlung kalbunya .Saat Utami memutuskan untuk kembali kini Ali malah tergolek lemah tiada berdaya .Haruskah utami kehilangan 2 orang yang dicintainya dalam waktu yang sama ..

“Mah …jangan menangis papa insya allah baik saja kok..”

“Alhamdulillah ..akhirnya papa sadar .Khalid sama annisa menangis terus pah ..”kelegaan nampak dimata utami melihat pria yang telah 20 tahun menikahinya akhirnya siuman .

“Papa nggak apa apa bentaran juga baik kok ..do’akan saja ya nak ..”dua buah hati mereka mengangguk dan merangkul papanya..

Sesaat memang Utami kini lupa akan Hasan .Perhatiaannya benar untuk keluarga kecilnya .Untuk permata berharga yang telah Allah titipkan 20 tahun lamanya .Akankah Utami lupa jika Hasan pernah ada dalam relung jiwanya .

Hasanpun demikian kerinduan keluarganya yang selalu ingin bersamanyamembuatnya sedikit melupakan sosok utami.Anak anaknya yang tak pernah mau berpisah dengannya meski sedetikpun membuatnya tak bisa mencuri waktu untuk sekedar menyapa Utami.Hasan tak tahu jika belahan jiwanya telah pergi.Andai jika tahu remuk redam menghantam jiwanya ..


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here