Our Secret #09

0
148
views

Utami memandang chatingannya tadi sore ..tanda ceklis dua tak mampir di ponselnya .Pesannya di abaikan jangankan di balas dilihat pun tidak.Hatinya sungguh sakit.Mungkin memang Hasan merasa teramat sakit hati.Sehingga mengabaikannya .Kenapa aku merasa sedih ketika melihatnya acuh.Bukankah aku yang memintanya untuk pergi.Aku memintamu untuk menjauh sedangkan hatiku menginginkan kau tetap tinggal.

Rasa sesal menghinggapi .Kemarin utami memposting photo kebersamaan bersama suami.Photo pernikahan dan photo selfie saat suaminya mendekapnya mesra .Utami sengaja memposting di status wa nya .Berharap Hasan akan sadar dengan status mereka.Hasan akan melupakannya .

Maaf bukan inginku menyakiti namun saatnya kita harus kembali.Ketika kau tidak bisa menghalalkan maka jalan terbaik adalah mengikhlaskan. Kita memang merancang segala ingin .Tapi Allah berkata lain. Allah punya cerita sendiri untuk kita .Relakan taqdir ini.Meski untuk bangkit entah menyita waktu berapa lama.

Utami lagi lagi melihat pesan tak terbalas 24 jam sudah Hasan tidak online.Ada apa ..? Kembali ingatan utami akan Hasan yang tempo hari melukai dirinya sendiri.Bayangan darah yang mengucur dari luka hasan membuatnya menangis .Rabb jaga dia ,semoga tidak melakukan hal bodoh lagi.

Bagaimana aku akan pergi jika kau selalu begini.Tuhan mengapa kau pertemukan kami .Jika suratan taqdirmu bukan untuk menyatukan .Mengapa kau titipkan rasa yang teramat dalam .

“Apakah benar kau perduli padaku ..?”
Pesan Hasan menghentikan tangisan Utami

“Alhamdulillah ..ofcourse .”
“Why you always make me worried..”
“You make me crying ”
“What happend ..?”

Utami bertubi bertanya .

“Nothing ..only have much thinking .so lazzy online ..”

“Kamu juga minum banyak obat tidur..?”
“Ya ,apa perdulimu .siapa aku bagimu hanya sebatas teman mayamu .teman online mu .mengapa kau menghawatirkanku..?”
“Because…”ucapan utami tertahan
“Because you love me…”
Utami hanya diam .

“Mengapa kau menyuruhku pergi.Jika hatimu selalu mencemaskanku. Apakah kamu akan bahagia jika aku tiada…?”

Lagi Utami tak bisa menjawab hanya air mata menjawab perasaannya .

“Kita berbeda usia 10 tahun .kelak jika aku renta kamu juga takan perduli denganku .”

Selalu kamu hanya berpikir aku cinta hanya karena syahwat semata..Usia Rasulullah terpaut jauh dari siti khadijah tapi lihatlah .Rasulullah sangat mencintainya..lalu apa bedanya dengan kita ..?”

“Kita sudah sama berkeluarga ..”
“Ingatlah wajah anak anak saat kau katakan ingin bersamaku ..ingat wajah polos mereka .Ingat juga wajah istrimu yang setia menantimu di sana.. Apakah kamu lupa itu..?”

“Ucapanmu membuatku terluka dan menangis..I don’t care. no want hear. because I love you..”

Hasan mengakhiri chating dengan setitik air mata .Kenyataan yang ada melukai hatinya.

Maaf Hasan aku tak bisa melangitkan namamu dalam sujud malamku.Karena jika kulakukan seolah ku ingin menghapuskan garis taqdirku dengan suamiku.Aku hanya melangitkan do’a semoga segera kau melupakanku dan akan kau temui bahagia seperti dulu sebelum kau mengenalku. kau harus bahagia tanpaku

Hati utami kian dihinggapi ragu.Apakah aku memang harus pergi .Jika aku pergi apa yang terjadi padamu Hasan..?


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here