Orang Gila Itu Adalah Ibuku

0
146
views

Kulangkahkan kakiku setengah berlari. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Aku baru saja pulang sekolah. Aku biasa pulang pergi berjalan kaki. Aku duduk di kls enam sekolah dasar. Jarak rumahku kesekolah lima km.

Aku harus cepat sampai kerumah. Ibuku pasti belum makan. Walau aku sudah memasak tadi pagi, tapi ibu tidak akan bisa memakannya sendiri. Bahkan aku harus keliling dulu untuk mencarinya.

Ibuku gila. Kata nenekku karena dulu putus sekolah. Aku bahkan lahir karena ibu diperkosa. Sampai sekarang aku tidak tahu siapa ayahku. Ibu juga tidak bisa ditanya. Ibu bahkan tidak mengerti bahwa aku anaknya.

Setelah nenek meninggal, aku mengurus ibu sendirian. Mencari barang- barang bekas, itu pekerjaanku sepulang sekolah. Untuk menyambung hidup kami berdua. Terkadang ada tetangga yang memberi kami makanan.

Aku mencari ibu dijalan raya. Biasanya ibu hilir mudik dijalanan.Dari jauh kulihat ibu duduk dihalte. Orang- orang memandang ibu dengan jijik. Maklum aku tidak sempat jika memandikannya dipagi hari. Selain ibu belum bangun, aku juga harus berangkat kesekolah pagi- pagi. Aku bekerja membersihkan sekolah pagi-pagi. Kadang-kadang sepulang sekolah sebisa mungkin kubersihkan ruang- ruang kelas yang sudah kosong. Sisanya kukerjakan dipagi hari sebelum teman- teman datang.

Aku dapat upah dari hasil kerjaku membersihkan sekolah.Walau tidak terlalu banyak , tapi itu lebih dari cukup buat kami berdua.

Segera kubawa ibu pulang. Setelah ibu mandi, kusuapi ibu makan . Dengan lauk seadanya ibu makan dengan lahap. Tak terasa air mataku menetes. Bagaimana nasib ibu jika aku tidak ada?. Kadang aku berterima kasih kepada orang yang memperkosa ibu, paling tidak ada yang menemani ibu. Walau orang- orang menganggap ibuku gila, bagiku dia segalanya.

by : Puji Wilfran Sirait

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here