Nyaris

0
219
views

Berawal dari sebuah Akun dengan nama Profil Cut Megan Tatirana, masuk di beranda FB ku.

Mengajukan permintaan pertemanan.Di photo profil terlihat seorang wanita berdiri dengan latar belakang rumah dan pepohonan yang tertutup Salju.

Ku terima permintaan pertemanan, setelah kulihat daftar pertemanannya ada 1700 teman, 5 di antaranya teman yang sama denganku.

Setidaknya, bukan akun fake atau bodong. Itu menurutku, dan Selama ini aku tidak mau sembarangan dalam menerima atau mengajukan permintaan pertemanan di Facebook.Seperti biasa, sore ini setelah menemani anakku belajar.

Aku duduk di teras, sembari menikmati udara segar. Setelah dari pagi sibuk mengurus rumah tangga, dengan pekerjaan yang seakan tiada habisnya.”Ping…” gawaiku berbunyi, biasanya ada pesan dari WA atau messenger.Benar saja, di messenger ada balon percakapan yang masuk.

Saat ku buka, ada pesan dari akun dengan nama Cut Megan Tatirana yang masuk.” Salam kenal ya mbak, Saya Megan Tatirana. Senang rasanya, bisa kenal mbak. Walau hanya lewat medsos.” Demikian bunyi pesan dari Megan.”Sama sama, salam kenal juga.” Balasku.”

Dan terima kasih, sudah di konfirmasi.” Balasnya lagi.”Ok,👍,” Balasku singkat.

*************************************

Pagi ini, setelah menyiapkan sarapan dan tetek bengek suami yang akan berangkat kerja.

Aku melanjutkan menggiling cucian di mesin cuci.”Ping…” Kembali gawaiku berbunyi.Ku lihat ada balon percakapan yang masuk, dari Megan.” Mbak, saya Megan.

Jujur mbak saat mengenal mbak, saya seakan mendapat sebuah keluarga baru. Apalagi selama ini saya merasa sendirian di Negara orang.

Oh ya mbak, Sebelumnya perkenalkan dulu. Nama saya Cut Megan Tatirana, Umur 39 tahun.

Saya lahir dan besar di Aceh. tapi sekarang saya tinggal di California, USA.

Saya tinggal bersama Suami saya, Mr.Hans. terkadang saya rindu pulang ke tanah air, Indonesia.Tapi rindu tinggal rindu, karena saya tak punya siapa siapa lagi di Indonesia.Kedua orang tua dan kakak perempuan saya meninggal dalam sebuah tragedi kecelakaan, sesaat setelah mengantarkan saya ke Bandara, untuk kembali ke USA menyelesaikan studi saya mbak.Itu terjadi sekitar 20 tahun yang lalu,Namun sampai sekarang masih tak bisa saya lupakan.Dan jujur, yang membuat saya sangat terhibur sekarang.

Karena mbak sudah mau konfirmasi saya, dan itu luar biasa bagi saya.

Wajah mbak sangat mirip dengan Almarhumah Ibu dan kakak perempuan saya.

Itu juga mengapa saya katakan, saya seperti mendapat keluarga baru di Indonesia.”Aku hanya bisa tertegun, dan tak mampu membalas chat dari Megan.

Perempuan malang, batinku. Ada setangkup rasa haru menyelimuti dada.Esoknya, saat ku ceritakan semua tentang Megan pada Suami. Suamiku hanya diam. Pandangannya jauh menerawang. Entah apa yang ada dalam pikirannya, aku tak tahu.

*************************************

Malam belum larut, Adzan isya baru selesai berkumandang. Aku, Suami dan Anakku, bersiap mendirikan sholat Isya berjama’ah.Selesai Sholat Isya, Suami mengajari anak kami mengaji. Aku baru selesai melipat mukena dan sajadah. Ketika gawaiku di atas bupet berbunyi, “Ping….”Ku lihat di messenger ada balon percakapan, dari Megan lagi.”Chat dari siapa Mah,” Suamiku bertanya.”Dari Megan, yang tempo hari aku ceritakan Yah.” Jawabku.”Ooh,” gumam suamiku.”Mbak, maaf kalau kali ini saya mau curhat dan cerita ke mbak. Boleh?” Tanyanya dalam chat messenger.” Boleh.” Jawabku.”Mbak, Saya ga tau harus dari mana memulainya. Intinya, setelah studi saya selesai, saya bekerja di sebuah rumah sakit di California, sebagai kepala Apoteker. Dari sanalah, saya kenal Mr.Hans yang jadi Suami saya sekarang.

Beliau mempunyai sebuah usaha Farmasi dan kerap menyuplai barang ke rumah sakit dan Apotik di mana saya bekerja. Dari perkenalan tersebut, terjalin hubungan dekat. Dan satu tahun kemudian kami menikah.Menikah dengan Mr.Hans saya resign dari pekerjaan, dan membantu usaha Suami yang ternyata selain bidang farmasi, juga ada peternakan dan properti.

Awalnya, pernikahan kami terasa syurga bagi saya. Namun ternyata, saat menikahi saya, Mr.hans suami saya, sudah mempunyai isteri dan anak.

Dan inilah jadi awal hari hari yang penuh siksaan dan teror bagi saya.

Celakanya, Suami saya berubah drastis perlakuannya terhadap saya. Apalagi saat ini saya sedang mengandung. Saya takut mbak, di Indonesia saya sudah tidak punya siapa siapa. Di sini saya merasa nyawa saya terancam.Karena itu, saya mau mbak menolong saya. Jujur pada Saya ada uang sekitar $ 1.000.000 AS. Saya harap mbak bersedia menerima uang saya tersebut, agar uang saya aman.Saya percaya mbak Amanah dalam hal ini. Karenanya 40% dari keseluruhan uang saya, saya berikan buat mbak sekeluarga. begitu uang di tangan mbak, saya akan datang ke Indonesia menemui mbak. Mbak, hanya ini harapan saya dan anak dalam kandungan ini. Terlambat hitungan detik saja, saya akan kehilangan semuanya. Bila mbak berkenan…kirim alamat lengkap dan gambar KTP mbak di chat. Saya sangat mengharapkan bantuan mbak…”Setelah berembuk dengan Suami, kukirim biodata lengkap dan gambar KTP ku.”Terimakasih banyak mbak, nanti saya kabari lagi.” Balas Megan.Jujur rasa tak percaya, bayangan $400.000,40% dari $ 1.000.000. menari nari di pelupuk mata. Fantastis…!!!*************************************Dua hari kemudian masuk lagi chat Megan di messenger.”Mbak kemarin saya konsultasi dengan Gubernur Bank di California, Beliau mengatakan pengiriman uang yang aman, apalagi dalam jumlah besar jangan lewat rekening. Ini untuk menghindari interogasi dari Bank pada pihak pengirim dan penerima di Negara masing masing-masing.

Jadi beliau menyarankan melalu agent, ini kata Beliau sering di lakukan oleh staf pemerintahan bila ingin mengirim uang dalam jumlah besar ke luar negeri. Dan cara ini Seratus persen aman,kata beliau.Mbak, saya segera mencari agent untuk pengiriman ini.

Do’akan saya, semoga semua berjalan lancar. Saya ingin secepatnya kembali ke Indonesia, dan memulai segalanya di Indonesia, tanah kelahiran saya.”Aku tak bisa membalas chat dari Megan. Berbagai macam perasaan berbaur menjadi satu.

Sejak terakhir Megan mengirim chat di messenger, aku selalu menunggu kabar darinya.Hingga akhirnya….”Ping…” Chat messenger dari Megan.

Kubuka dengan tangan gemetar…Di chat itu ada terkirim gambar nota dari sebuah agent.Yang isinya menerangkan pengirim barang atas Nama Cut Megan Tatirana.Penerima atas nama saya Rana Hana Pratiwi.

Agent yang mengantar barang atas Nama Michael Smith.Barang berupa boks dengan berat 40 Kg.Pembayaran pengiriman sebesar $ 15.000 yang di lakukan Megan.Terakhir tanda tangan Megan dan Manager Agent.

Dan Alamat lengkap yang kukirim juga tertera disana.Ku buka lagi ada gambar paspor atas Nama Michael Smith.Tanggal lahir, tanggal di buat dan masa berlaku paspor ada di sana.Dengan latar bendera Amerika dan burung Elang.Dibawahnya masuk chat dari Megan. “Mbak, Itu nama agent yang nanti membawa boks berisi Uang.

Bila sudah sampai di alamat mbak, tolong tunjukkan KTP mbak dan minta agent memperlihatkan paspor dan ID card nya.Setelahnya, pisahkan 40% uang mbak.Ambil dari boks untuk jatah anak yatim, gelandangan, dan buat bantu pembangunan mesjid.

Tolong Carikan juga buat saya rumah dan mobil ya mbak.””Agent sudah bertolak dari California, mungkin besok atau lusa tiba di Indonesia.Mbak, bersiap untuk bertemu agen ya…amankan uang saya dan anak saya.”

” Saya istirahat dulu ya mbak, saya merasa sangat lelah dan lemah.””Kabari saya bila uang sudah sampai, sebelumnya saya ucapkan terimakasih.” Tutup Megan, dalam chat messenger nya.

*************************************

Dua hari setelah Megan terakhir chat denganku. Ya…Hari ini di perkirakan agent akan datang.

Aku gelisah, dan penasaran. Membayangkan dollar dollar yang sebentar lagi datang ke rumahku.Ku lihat Suamiku agak santai dan Slow, walau semalam kami sudah merencanakan akan membeli rumah dan mobil.

Pukul 12 : 45 Hand phone kecilku berdering. Segera ku sambar dan kuangkat…

” Hallo, Selamat Siang.” Suara di seberang sana, suara seorang perempuan menyapaku.” Hallo Selamat Siang.” Jawabku” Benar ini dengan Ibu Rana Hana Pratiwi?” Kembali suara di seberang menyapaku.

” Iya, benar. Saya sendiri.” Jawabku” Ibu Hana, Saya Rita. Petugas bandara Soekarno Hatta.

Ada barang VIP dengan Nama Pengirim Ny.Cut Megan Tatirana. Dan penerima atas Nama Ibu Rana Hana Pratiwi, saat ini barang ada di kargo bandara, Ibu.””Agent, hanya bisa mengantar sampai bandara saja, dan di titipkan di Kargo. Nama agen Michael Smith”.

Terang perempuan di sebrang sana.”Jadi bagaimana caranya agar barang sampai ke tangan saya, posisi saya ada di Tenggarong Kalimantan timur.” Jawabku” Ibu Hana, cukup membayar biaya kargo senilai Rp 9.500.000,- maka barang akan sampai ke tangan ibu.”” Sebentar ya, Saya rembuk dengan Suami dulu.

Sekalian siapkan dananya.” Jawabku” Saya tunggu kabar selanjutnya,ibu.” Jawab suara di seberang.Suami yang sedari tadi mendengarkan percakapanku, dengan petugas Bandara.

Tiba tiba pergi keluar, dan terlihat serius menelepon seseorang.Aku menyusul keluar, tepat Suamiku menyelesaikan pembicaraan telepon nya.

Suamiku menatapku lekat lekat,dia tersenyum datar dan tawar.” Kita di tipu.” Ujar suamiku”Mamah, ingat Hendy?””Hendy teman SMA Ayah?” Ujar ku” Benar, nah Hendy itu sekarang bekerja sebagai Security di bandara Soekarno Hatta.

Tadi saat mamah menerima telfon dari orang “bandara” itu. Ayah chat dengan Hendy, dia langsung cek kargo.Namun tidak ada barang VIP atas Nama Cut Megan Tatirana. bahkan petugas yang bernama Rita juga tidak ada.”Aku langsung lemes, nyaris saja. Untung Suamiku masih bisa tenang dan waspada. kalau tidak, mungkin uang yang sedianya buat persiapan anakku masuk sekolah, bablas di tangan sindikat penipu.Dan anehnya, pertemanan dengan Cut Megan Tatirana, hilang. aku di blokir.

Nyaris… nyaris…Seperti pepatah” Mengharap hujan turun dari langit, Air di tempayan habis di tumpahkan”.Mengharap ratusan ribu Dollar, hampir saja jutaan rupiah lenyap.

Samarinda seberang, 4 Juni 2020

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here