Nikahi Aku dengan Cinta #03

0
92
views

Tiap sujudku, untaian doa terbaik selalu kupanjatkan kepada Sang Maha Kuasa. Semoga Allah melembutkan hati Mas Brian.

Aku berusaha tetap sabar meski sikapnya begitu dingin. Menyadari bahwa aku bukanlah istri sesuai harapannya. Andai dia tau, aku tidak ingin mempermainkan pernikahan kami, bahkan jika harus menyakiti dua keluarga.

Usai makan siang, aku menonton acara televisi di ruang tengah. Tak lama kemudian, kulihat Mas Brian berpakaian rapi dengan memakai kemeja ungu muda dan celana kain berwarna hitam.

Rambut lurusnya masih tampak basah. Aroma parfum tercium kala ia turun dari tangga.

Andai saja aku memiliki kesempatan seperti istri bahagia lainnya yang bisa bersalaman dan menanti suami mengecup kening sebelum pergi bekerja. Selama menikah, hanya di depan ayah ibu ia melakukan itu untukku. Mas Brian berjalan menghampiri, menatap mataku sekilas dengan raut wajah kesal. Rasa kesal yang tak bersebab.

“Mau kemana, Mas?” tanyaku basa-basi.
“Biasanya kemana? pakai nanya lagi.” sahutnya ketus.

Aku terdiam. Pertanyaan bodohku hanya untuk memancing agar dia berbicara dan menghangatkan suasana. Namun sepertinya, aku tidak menarik di matanya. Aku menahan tangis atas nasib rumah tangga ini. Benar-benar hambar.

Duduk di sofa ruang tengah, matanya tak henti menatapku.
“Kamu harus tau, sampai sekarang, saya dan Dokter Nova masih saling mencintai,” tandasnya meyakinkan.

Hatiku bagai tersayat-sayat pisau yang tajam saat mendengar pernyataan menyakitkan itu.

“Pernikahan ini atas kehendak ibu. Kondisi ibu semakin drop saat saya menolak untuk menikah denganmu.

Jadi, tunggu kesehatan ibu membaik agar kita bisa segera cerai.” Tegasnya kembali.

Sakit batin ini mendengar penuturan dari lelaki itu. Masih pantaskah kusebut sebagai suami? Suami yang sama sekali tak berperasaan.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here