My Bos… I Love U

0
1228
views

Bagian Satu


Kota besar Jakarta tak luput dari predikat kota termacet di seluruh Indonesia bahkan kota termacet urutan ke delapan versi on the spot diseluruh dunia. Diantara berjibunnya kendaraan beroda empat dan dua bahkan lebih dari rodanya enampun ikut merayap bagaikan siput. Seorang gadis remaja terlihat gelisah sedang menaiki sepeda motor vario kesayangannya yang berwarna pink warna khas kesukaan para cewek remaja termasuk NADIA Kasih Ayunda Motor vario kesayangan yang sudah dua tahun setia menemaninya ke mana dia pergi, hadiah ulang tahunnya yang ke-18, sekaligus hadiah kelulusan waktu sekolah dari orang tuanya.

Ilustrasi wanita naik motor (befren.com)

Dengan bermodalkan ijasah seadanya Nadia bersikeras ingin bekerja dan belajar mandiri dengan mengikuti masa training di kantor cabang Bandung dan akhirnya diterima bekerja diswalayan besar dikota Jakarta, mengikuti jejak sahabat kecilnya yang sudah setahun berjuang lebih dulu mencari rupiah di kota besar itu sebagai karyawan mall.

***

“Masya Allah kapan beresnya nih macet,,bisa terlambat aku dihari pertama,” Gumam Nadia sedikit kesal sambil terus melirik ke arah jam tangannya, sekali-kali tangannya mengetuk-ngetuk helm pink yang bertengger dikepalanya yang tertutup jilbab. Aktifitas Nadia yang natural tak luput dari sorotan mata seseorang yang sedari awal memperhatikannya dari dalam mobil yang dikemudikannya. “Yaa Allah Alhamdulilah jalan juga” kembali mulut gadis itu komat kamit sambil melajukan motornya. Tak seberapa lama dijalanan yang cukup lenggang motornya tiba-tiba berhenti Brrraaakkk… Suara dentuman dua benda beradu cukup keras, membuat Nadia hampir terlontar dari motornya untung masih bisa bertahan di atas motornya dengan berpegang kuat kalau tidak mukanya bakal berciuman dengan aspal. “Astaghfirullah, Yaa Allah, Allahu Akbar” Teriak nadia mulutnya nyerocos menyebut asma Allah dan dengan cepat turun dari motornya. matanya terbelalak melihat kondisi belakang motornya. ¬† Jeritnya histeris. Dengan muka merah padam tangan terkepal gadis itu menghampiri mobil yang sudah menubruk motornya hingga penyok parah. “Wooiii,,keluaarrr lihat motorku rusak berat tau?” Suara kesal Nadia sambil tangannya menggedor-gedor kaca mobil. “Eehh ko diem aja siih,,ayo keluaarr..!” Tak lama sipemilik kendaraan keluar merasa terganggu dengan gedoran dikaca mobilnya.

Dengan gerakkan santai sipemilik mobil keluar, sejenak Nadia terkesima.
“Masya allah COGAN..”
Pemuda itu menjentikkan jarinya di depan muka Nadia. Gadis itu mengerejap menguasai kesadaraannya.
“kenapa..?”
Tanya pemuda itu dengan nada dingin
“ka kaamuu,,lihat kamu sudah merusak motorku aahh”
Kembali Nadia memasang muka marah sambil menunjuk motornya yang rusak
“itu salahmu sendiri.”
“Apaaa, apa kamu bilang aku yang salah..?”
Pemuda itu mengangguk malas tanpa kata.
“Eehh bego, denger yaa, kamu yang bikin motorku rusak malah nyalahin aku..!”
umpatnya kesal
“dengar nona, kamu menghentikan motormu secara mendadak otomatis mobilku berhenti mendadak juga jadi itu jelas salahmu, aahh sudahlah aku ga ada waktu untuk berdebat”
Ucapnya sambil melangkah menuju mobilnya.

“Eeiitt tunggu dulu, aku tidak mau tahu, pokoknya aku minta ganti rugi”
Teriak Nadia sambil menarik baju jas si pemuda.
“Udah bikin motorku rusak, trus nyalahin aku bukannya tanggung jawab malah mau ngeloyor pergi seenaknya ah.”
“Tolong lepaskan tanganmu dari bajuku, aku sudah sangat terlambat meeting gara-gara cewek cerewet kaya kamu.”

“Ya Allah, kau bilang aku cerewet? eehh tuan yang sombong denger ya aku tadi berhenti mendadak karena ada kucing lewat, lagian motorku namanya syantik bukan pink”
ucap nadia dengan Nada penuh penekanan.
Si pemuda mendengus kesal sambil mengeluarkan kartu namanya.

“Bawa motor syantikmu kebengkel kalau sudah beres hubungi aku, dan ini kartu namaku, aku sudah benar-benar terlambat meeting.

Setelah menyerahkan kartu namanya tanpa menunggu jawaban dari mulut Nadia, pemuda itu segera memasuki mobilnya, dan dengan cepat menjalankan mobilnya meninggalkan Nadia yang terbengong.

“Hheeii jangan kabuurrr..”

Teriaknya sambil menghentakkan kakinya teramat kesal.
“Aaarrgghhh, dasar sombong, sok kecakepan, awas yaa kalo ketemu lagi aku remeeess sampai bubuk”
Cerocosnya sambil memasukkan kartu nama pemberian si pemuda tadi kedalam tas selempangnya tanpa melihatnya terlebih dahulu.

“Ya allah mimpi apa aku semalam bisa apes banget hari ini,mana udah telat lagi kerja”
Nadia segera melajukan motornya menuju tempat kerja dengan kondisi motor yang cukup mengenaskan.

Baca selanjutnya 

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here