My Bos… I Love U #40

0
2836
views

Persiapan pernikahan Reyhand dan Nadia Kasih Ayunda sudah berjalan 80%.
Bahkan lamaran kedua yang dilakukan orang tua reyhand pun berjalan dengan lancar, dan diterima dengan baik, acaranya pun berlanjut dengan tema temu kangen sahabat lama antara orang tua nadia dan orang tua reyhand,yang ternyata mereka adalah sahabat lama masa zaman perkuliahan.
Seperti yang pernah dikatakan gunawan ayah nadia “dunia tak selebar daun kelor”
Jarak tak menjamin manusia tak bakal bertemu lagi, buktinya setelah puluhan tahun berpisah dan memiliki kehidupan masing-masing jika Allah berkehendak mempertemukan mereka niscahya tak ada yang bisa menjegahnya.
Lima hari lagi menjelang pernikahan mereka,reyhand sibuk membantu calon mertuanya pindah sementara ke jakarta,mereka sekeluarga menempati apartemen reyhand, yang cukup luas untuk mereka tempati, dan lebih dekat ke hotel dimana resepsi pernikahan rey dan nadia akan dilangsungkan nanti.
Semua persiapan acara pernikahan mereka telah disiapkan dan diserahkan kebagian khusus tanpa harus melibatkan kedua calon pengantin.
Mereka hanya tinggal mengarahkannya saja.,begitupun dengan ijab qobul akan dilaksanakan dihari yang sama dimasjid yang sudah disediakan dihotel itu.

****

“bun rey pamit pulang, semua sudah beres kalian tinggal menempatinya, semoga tempatnya nyaman”
Ujar reyhand setelah semuanya terlihat rapi.
“alhamdulilah lebih dari nyaman, maafkan bunda ya nak, sudah merepotkan kamu untuk bantu-bantu”
“tidak usah minta maaf bun ini juga sudah kewajiban calon menantu, bukan begitu yah?”
Seloroh reyhand sambil memeluk pundak calon mertua laki-lakinya,reyhand sudah tidak merasa cangguh lagi menghadapi calon mertuanya, terbukti dari keakraban dan cara reyhand memanggil mereka dengan sebutan ayah dan bunda.
“iya betul,, sebaiknya kamu memang segera pulang rey, kalian berdua mulai sekarang tidak boleh bertemu sampai kalian dikatakan sah, mengerti? ”
Tegas suara gunawan sambil menatap ke arah putrinya lalu ke arah rey yang hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Reyhand menarik nafas pasrah, lima hari tidak akan bertemu fujaannya serasa berat, tapi apa boleh buat peraturan harus dijalani daripada kena kualat ayah mertuanya yang memang sedikit galak dan tegas dalam bersikap.
“iya yah,bun rey pamit dulu assalamualaikum”
“wa’alaikumssalam”
“hati-hati rey”
Sahut nadia sambil berdiri diambang pintu bersama rey.
“sampai jumpa lagi dipelaminan sayang”
“iya.. ”
“aku akan sangat merindukanmu, lima hari serasa berat untukku tidak bisa melihatmu”
“cuma lima hari rey, setelah lima hari kau akan melihatku sepuasnya, bahkan menemanimu selamanya”
“iya sayang,, ”
“nadia,, masuk biarkan rey pulang”
“iya ayah.. ”
Nadia menahan senyum saat rey kembali menggaruk kepalanya dengan kasar dan mimik mukanya terlihat kesal.
“sudah sana pulang”
Usir nadia lembut, rey dengan berat hati akhirnya melangkah pergi.

****

Kabar pernikahan reyhand dan nadia sampai juga ke telinga riska, hati gadis itu serasa dibakar api cemburu yang hebat.
Kegagalannya untuk menikah dengan pemuda yang sangat dicintainya membuat riska memendam rasa dendam yang membara.
Dalam diamnya gadis itu menyunggingkan senyum licik.
“sayang kau baik-baik saja?”
Tanya johan yang sedang menemani riska makan siang disebuah resto.
Johan telah berhasil mencairkan hati riska untuk menerima keseriusannya untuk melamar riska, sebagai bentuk pertanggung jawaban johan yang telah menodai gadis itu.
“aahh iya han, aku baik-baik saja,memang kenapa?”
“tidak apa-apa sayang, aku fikir kau tiba-tiba sakit karena dari tadi diam saja”
Riska hanya tersenyum menanggapi ke khawatiran Johan.

****

Ruangan hotel yang sangat luas ini telah dihiasi dengan dekorasi perpaduan warna putih dan soft peach, terkesan lembut, nampak sederhana namun mewah dan elegan.

Semua pihak keluarga pengantin berkumpul di masjid yang terdapat di hotel tersebut. Mereka hendak menyaksikan ijab qobul yang akan diikrarkan oleh Reyhand. Pemuda itu kini telah duduk di depan penghulu.

Reyhand terlihat sangat tampan dengan balutan tuxedo warna putih lengkap dengan kopeah warna senada dengan tuxedonya. Disamping kanan kiri duduk berpasangan kedua orang tua pengantin, tak ketinggalan hadir pula kerabat, sahabat serta sebagian tamu yang ingin ikut serta menghadiri acara sakral ini.

****

Nadia Kasih Ayunda berada diruangan terpisah, di kamar hotel yang sengaja disewa untuk merias pengantin sekaligus sebagai kamar pengantin untuk mereka nanti malam.

Nadia terlihat begitu cantik mempesona dengan balutan gaun pengantin putihnya, lengkap dengan jilbab indah warna senada dan juga pernak pernik perhiasan yang dikenakan Nadia begitu indah melekat dianggota tubuhnya.

Nadia ditemani Nurfadilla dan seorang wanita penata rias.
Walaupun Nadia menunggu di kamar hotel yang terpisah dengan Rey, gadis itu tak pernah berhenti berdoa untuk kelancaran ijab qobul yang akan dilakukan calon suaminya.

“Masyaa Allah Nad kamu cantik sekali. Bidadari saja lewat. Aku yakin pak Rey pasti klepek-klepek liat kamu,” sahut Adilla berdecak kagum

“Bisa aja kamu Dill. Emang ikan klepek-klepek,” jawab Nadia tersipu malu.

Merekapun tertawa penuh keceriaan walau sebenarnya hati Nadia bergumuruh. Rasa bahagia, haru dan tidak percaya berbaur jadi satu.

“Dill aku haus banget.”
“Ya elaaahh … pelayan hotel ga nyiapin minum apa? ” cetus Adill tidak menemukan air minum dikamar ini
“mungkin mereka lupa saking sibuknya dill”
“ya udah deeh kamu tunggu sebentar ya, aku anbil dulu keluar”
“iya dill makasih”
Adilla keluar dan menutup pintu.
“bu nadia saya permisi sebentar,mau keluar ambil sesuatu”
Ucap wanita dari wedding organizen itu meminta izin untuk meninggalkan nadia sebentar.
“oh iya silahkan tante”
“baiklah saya keluar dulu”
Nadia mengangguk, tak berselang lama setelah kepergian wanita dari WO itu, pintu kamar diketuk, nadia beranjak dari duduknya lalu menghampiri pintu untuk dibuka.
“riska.. ”
Nadia menbelalakan matanya saking terkejut mendapati riska berdiri didepan pintu kamar hotel, jantungnya berdegup kencang, perasaan nadia mulai tidak enak dengan kehadiran riska dihadapannya.
“halloo nadia kita bertemu lagi”
Riska menyapa nadia dengan seringai liciknya, tangannya mendorong tubuh nadia ke belekang dengan kasar, nadia terpekik kecil.
“wooww,,elo sangat cantik sekali nadia,gue tidak menyangka pegawai rendahan seperti elo bisa begitu cantik seperti ini”
“ma-mau apa kau kemari riska?”
“mau apa..? Tentu saja aku mau bertemu dengan pengantin wanita yaitu kamu na-di-a”
“tolong jangan ganggu aku riska, kumohon.. ”
“memohonlah terus padaku sebelum ku rusak wajah cantikmu atau gue hilangkan nyawa elo nadia”
Tangan riska mulai menyentuh leher nadia
“a-apa yang kau lakukan? ”
Wajah nadia mulai pucat ketakutan, tangannya menahan lengan riska yang hendak mencekik lehernya.
“gue akan melenyapkan elo, seperti elo telah melenyapkan cinta rey buat gue”
“Nadia aku.. ”
Suara adilla yang muncul didepan pintu terpotong saat melihat riska ada dikamar pengantin dan tangannya sedang mencekik leher nadia, kehadiran adilla membawa harapan bagi nadia agar bisa terlepas lehernya dari cengkraman tangan riska.
“astaghfirullah, bu riska apa yang..!”
“diam lo,, jangan ikut campur urusan gue”
“tapi bu riska? ”
“diaamm, gue bilang diam mundur lo..”
Bentak riska telunjuknya mengarah ke adilla.
Adilla dengan wajah ketakutan mundur ke belakang,melihat wajah nadia yang semakin pucat adilla berlari keluar hendak mencari pertolongan, dan kebetulan saat gadis itu hendak lari ia melihat seorang laki-laki mengarah kepadanya.
“tolong mas, bang eehh pokonya tolong teman saya.. ”
Dalam gugupnya adilla berusaha minta tolong kepada laki-laki yang nampak kebingungan melihat adilla yang gemetar ketakutan
“ada apa tolong yang jelas bicaranya”
“tolong teman saya sedang dicekik nenek lampir dikamar pengantin”
“apaa..?”
Laki-laki itu yang ternyata adalah johan langsung berlari ke arah kamar yang dimaksud adilla.johan tahu betul siapa nenek lampir yang dimaksud Adilla.

Baca selanjutnya

Kembali ke #39

Baca dari awal

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaHadir dengan Kamera 48 Megapiksel Xiaomi Mi 9
Berita berikutnyaLove Story Anhi #01
Jadikan imajinasi kita membawa kesuksesan dalam bentuk tulisan yang bisa membawa hati para pembaca merasa berada dalam dunia yang kita ciptakan. Jika kita bermimpi jadi seorang penulis wujudkan tanpa ragu dengan kerja keras kita, dengan imajinasi kita untuk pencapaian yang terbaik bagi seorang penulis. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan menghendaki.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here