My Bos… I Love U #27

0
2805
views

Dddrrttt, suara ponsel milik Reyhand untuk yang ke tiga kalinya, Rey dengan kesal meraih hp dan melihat nama Riska yang tercantum dipanggilannya.

“Angkat dulu telponya siapa tahu penting,” ujar Nadia.

Rey mematikan ponselnya tanpa niat mengangkat telpon dari Riska.
“Aku tidak mau merusak suasana kita dengan telpon yang tidak penting.”

Nadia hanya bisa menghela nafas.

****

Reyhand mengajak makan malam Nadia Kasih Ayunda sekaligus mengantar pulang kekasih hatinya.
Kebahagiaan terpancar jelas dikedua wajah dua insan yang dilanda cinta ini.

Reyhand sudah memantapkan hatinya untuk segera meminang gadisnya, seperti yang dikatakan Artha kakaknya.
“perjuangkan yang ingin kamu miliki sebelum ia dimiliki orang lain atau sebelum janur kuning melengkung.”
Reyhand ingat betul kalimat itu dan janji akan memperjuangkannya.

Mereka menikmati makan malam di Resto yang cukup terbuka.
Tanpa mereka sadari sepasang mata penuh kemarahan dan kebencian sedang memperhatikan mereka.

“Brengsek sudah kuduga, mereka memiliki hubungan, pantas Rey tidak mau menerima telponku, rupanya wanita sialan itu sedang bersamanya,” umpat Riska wajahnya merah padam menahan amarah yang siap meledak.

Riska keluar dari mobilnya dengan langkah lebar menghampiri Restoran dimana Reyhand dan Nadia berada.

Riska langsung menggebrak meja makan cukup keras membuat Rey dan Nadia terlonjak.

“Aawww, astaghfirullah bu Riska.”

Riska menyiramkan minuman yang ada di meja ke arah Nadia. “Dasar perempuan munafik.”

“Riska! apa-apaan kamu?”

“Harusnya aku yang nanya, apa-apaan kamu sama perempuan murahan ini?” balas Riska jarinya menunjuk ke arah wajah Nadia.

“Kamu memang keterlaluan Riska,” geram Reyhand.

“Kamu yang keterlaluan Rey, pantas kamu tidak mau angkat telponku, ternyata kamu sama perempuan munafik ini.”
Riska mengangkat tangannya siap menampar Nadia, namun ditahan oleh tangan Reyhand.

Tubuh pemuda itu menghalangi Nadia dari sasaran Riska. Semua yang ada yang di restoran menonton keributan dan berbisik-bisik.

“Jangan pernah kamu sakiti Nadia!”

“Rey aku ga suka kamu dekat-dekat dengan cewek murahan seperti dia.”

“Terserah aku dekat dengan siapa saja bukan urusan kamu.” Dengan geram Reyhand menunjuk ke arah wajah Riska.

“Rey, sudah tolong hentikan kasian Riska.”

“Diam lo cewek munafik gue ga butuh simpati elo. Oh elo udah berani nyebut nama Rey rupanya.”

“Cukup Riska jangan bicara lagi! ayo Nadia!”
Reyhand melangkah pergi sambil menarik tangan Nadia.

****

Riska mencekal tangan Reyhand yang hendak pergi dari hadapannya. “Rey aku tak akan biarkan kamu pergi dengan perempuan rendahan itu.”

Reyhand mendengus kesal. “Berhentilah menyebutnya perempuan rendahan, namanya Nadia, dan dia calon istriku, kamu mengerti Riska?”
Suara Rey penuh penekanan agar dipahami oleh Riska yang hatinya sedang dibakar emosi.

sontak gadis itu langsung tertegun, merasa syok mendengar Rey menyebut wanita yang dibencinya calon istri.

Reyhand kembali membawa Nadia ke mobilnya setelah tanpa sadar Riska melepas cekalan tangannya.
Setelah Reyhand tak nampak lagi dihadapannya, emosi Riska kembali memuncak. Setengah berlari ia memasuki k.
mobilnya dan berusaha mengejar mobil Reyhand.

****

Mulut Keduanya bungkam selama perjalanan, seakan asyik bermain dengan fikirannya masing-masing.
Keduanya sama sekali tidak menduga dengan kehadiran Riska di Resto hingga mengacaukan segalanya.

“Kenapa behenti..?” tanya Nadia Kasih Ayunda begitu sadar Rey menghentikan mobilnya.

“Sudah sampai,” jawab Rey singkat.

“Oh, aku fikir masih jauh” timpal Nadia dengan wajah malu.

“Kau tidak usah turun jika masih betah bersamaku.”

“Eehh apa maksudmu? tentu saja aku akan turun.” Wajah Nadia merah seperti kepiting rebus saking malunya sambil turun dari mobil.

Reyhand terkekeh sambil mengikuti Nadia berjalan ke arah rumah kostnya dan berhenti didepan pintu.
“Kau baik-baik saja? Maaf atas kejadian tadi.”

“Aku baik-baik saja.” ujar Nadia, menampakkan senyum manisnya.

“Masuklah sudah malam, bajumu basah cepat ganti agar tidak masuk angin, besok aku akan menjemputmu.”

“Iya, terimakasih.”

“Selamat malam sayang, love you.” Bisik Reyhand sambil mengecup lembut kepala Nadia.

“Love you to my bos.”

Rey tersenyum “Assalamualaikum.”

“Wa’alaikumssalam, hati-hati.”

“Iya, masuklah,” Perintah Rey sekali lagi.

****

“Brengsek.” umpat Riska memukul stir, lalu turun dari mobilnya.

Setelah yakin mobil Reyhand tidak terlihat, Riska menghampiri kostan Nadia lalu mengetuk pintu kost.

“Rey, kok balik lagi kenapa ya?” gumam Nadia heran.

Pintu kembali diketuk “iya sebentar!” seru Nadia.

Nadia terperanjat Saat pintu dibuka. “Bu Riska!”

Dengan kasar Riska mendorong Nadia kembali ke dalam rumah hingga terjengkang.

“Astaghfirullah bu Riska, ada apa…?”

“Ada apa? Gue mau peringatkan elo untuk menjahui calon suami gue.” gertak Riska dengan tatapan nyalang.

Dengan emosi penuh Riska menjambak jilbab Nadia hingga terlepas.

Baca selanjutnya

Kembali ke #26

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here