My Bos… I Love U #07

0
4124
views

Bagian tujuh


Reyhand menghampiri motor yang ditunjuk pegawai bengkel.
Dengan seksama pemuda itu menelitinya,dan setelah merasa yakin motor itu milik nadia,rey menghampiri pemilik bengkel.
“apa motor vario pink itu sudah selesai?”
“semua motor yang berjajar disana sudah beres diperbaiki tinggal diambil pemiliknya”
“kalau begitu tolong antarkan motor vario pink itu ke alamat ini”
Rey memberikan kartu alamat mall dan sejumlah uang untuk pembayarannya.

***

Nadia Kasih Ayunda jingkrak-jingkrak gembira saat tahu pagi ini motornya telah terparkir dibasement dalam keadaan seperti baru.
Aksi gembira nadia tak luput dari mata reyhand yang memperhatikan dibalik kaca mobilnya,rey tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya.
“gadis itu lucu”
Bisik hati rey sambil melajukan mobilnya menuju basemen atas tempat dia memarkirkan mobilnya seperti biasa.
“jadi motormu sudah kembali nad?”
Tanya Nurfadilla sambil menikmati istirahatnya dengan makan siang bersama nadia.
“iya dill”
“siapa yang bawa motormu kesini,apa pak rey?”
“Bukan,,kata pak satpam pegawai bengkel dan sudah beres dibayarin”
Adilla mangut-mangut
“kalo bukan pak rey siapa lagi?” gumam adilla
“eehh nad ada pak rey”
Adilla menyikut lengan sahabatnya
“mana..?”
Nadia mengikuti arah pandangan mata adilla,rey terlihat memasuki area tempat makan dan mengambil tempat duduk agak dipojok.
Gadis itu tak berkedip menatap bosnya yang terlihat sangat tampan,tangan rey sedang memainkan ponselnya.
Rey mendongkakkan wajahnya seolah tahu ada yang memperhatikannya.
Manik matanya beradu dengan mata nadia,gadis itu cepat-cepat memalingkan wajahnya dengan jantung berdetak lebih cepat.
“ya allah nad,dia menghampiri kesini”
“Ciuuss dil?”
Adilla mengangguk kaku
“Boleh saya duduk disini?”
“uhuuk,uhuukk”
Nadia tersedak minumannya saking kaget bosnya sudah ada didekatnya dan menarik kursi kosong untuk tempatnya duduk.
“i iiyya pak silahkan”
Adilla dengan gugup hendak beranjak pergi tapi dicegah oleh bosnya
“duduklah”
adilla menurut dan kembali duduk
“kamu ga apa-apa?”
“sa saya baik-baik saja pak bos”
ujar nadia dengan wajah memerah,rey terkekeh pelan sebutan pak bosnya serasa menggelitik telinganya.

***

Sambil duduk santai dengan kaki kiri bertumpu diatas paha kanan sekali-kali reyhand melirik wajah-wajah gadis yang menunduk dihadapannya dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
“Kenapa kalian pada diam?”
Rey merasa kehadirannya yang membuat mereka jadi terdiam,
Nadia Kasih Ayunda dan Nurfadilla Basri saling bertatapan,suasana rame yang tadi mereka ciptakan berdua berubah menjadi cangguh.
“Mmm,,bagaimana dengan motormu,apa sudah kembali?”
Akhirnya rey membuka suara
“Ah iya,alhamdulilah sudah,malah jadi semakin bagus”
“Baguslah”
“Te terima kasih pak bos
“Untuk..?”
“Yaa untuk biaya motornya”
Nadia sedikit ragu,apa tidak salah ucapan terimakasihnya untuk rey,sedang dirinya belum tahu siapa yang berjasa dalam pembiayaan motornya.
“Hhmm,itu hal kecil”
Ada perasaan lega dihati nadia,berarti dia tidak salah sasaran.
Sedikit demi sedikit keceriaanpun mulai mewarnai obrolan mereka.
Rey sesekali terkekeh pelan menanggapi kekonyolan kedua gadis itu,ternyata mereka bersahabat sedari kecil dan satu kota kelahiran.
Adilla sering menangkap basah bosnya,dengan wajah tanpa exfresi bosnya itu sering menatap nadia.
Rey tak bisa memungkiri penglihatannya,bahwa nadia memang cantik wajah dengan make up tipis terlihat natural,manik mata hitam seperti biji kenari kontras dengan bulu matanya yang lentik,bibir tipis merah alami hanya diberi lipglose sedikit mengkilat,jika tersenyum atau tertawa pipinya memerah terlihat sangat menarik membuatnya merasa gemas.
Yang paling disukai rey dari gadis itu kealamian sikap dan penampilannya,kepolosan juga kejujuran,sifat yang langka ia temui dikota ini.
Aksi rey yang sering memperhatikannya diketahui nadia hingga membuat gadis itu menjadi grogi.
“Reyhaaand..”
Pemuda itu mendengar suara yang familiar memanggilnya,wajah rey berubah datar,raut tidak suka nampak diwajah tampannya.
“Reey ko diam aja sih aku panggil,lagian kamu ngapain disini?”
Tanya Riska matanya melirik kearah nadia dan adilla dengan tatapan tidak suka.
“Kamu sendiri ngapain kesini ris?”
“Iihhkk ko kamu ketus gitu sih rey,tentu saja aku pengen ketemu kamu,aku kangen sama kamu rey”
Rey merasa jengah mendengar perkataan riska.
Sedang nadia dan adilla segera berdiri dan pamit hendak kembali bekerja karena waktu istirahat mereka telah habis.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian enam

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaMy Bos… I Love U #06
Berita berikutnyaDijodohkan #05
Jadikan imajinasi kita membawa kesuksesan dalam bentuk tulisan yang bisa membawa hati para pembaca merasa berada dalam dunia yang kita ciptakan. Jika kita bermimpi jadi seorang penulis wujudkan tanpa ragu dengan kerja keras kita, dengan imajinasi kita untuk pencapaian yang terbaik bagi seorang penulis. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan menghendaki.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here