My Bos… I Love U #06

0
6222
views

Bagian enam


Nadia menghempas tubuh lelahnya diatas tempat tidur,badannya serasa remuk.
Nadia menempati sebuah rumah kontrakkan,tidak terlalu besar tapi nyaman,memiliki kamar mandi sendiri,dapur,kamar tidur dan ruang tamu yang sederhana.
Indekost ini telah disiapkan sahabatnya Nurfadilla Basri sejak nadia Kasih Ayunda masih menjalani masa training dibandung.
Nurfadilla sendiri ikut serumah dengan tante Anita adik dari ibunya adilla yang telah lama menjanda ditinggal mati suaminya karena kecelakaan,tante anita memiliki seorang putra yang masih kecil.
Adilla sempat membujuk nadia untuk ikut serumah dengannya,tapi nadia menolak dengan alasan ingin hidup mandiri tanpa harus merepotkan orang lain.
Namun tempat mereka saling berdekatan hanya jarak beberapa meter saja,sehingga memudahkan mereka untuk saling mengunjungi.

***

Reyhand memasuki rumah mewah keluarga hadinata terlihat gurat kelelahan diwajahnya..
“assalamualaikum
“wa’alaikumssalan kamu baru pulang sayang, ko pulangnya malem rey?”
Amanda alizond menyapa sang putra,wanita paruh baya namun terlihat masih segar dan cantik,kulit bulenya sangat kentara karena amanda asli keturunan belanda,seorang wanita mualaf menjunjung tinggi agama yang sekarang dianutnya,karena itu amanda sejak jadi mualaf selalu mengenakan jilbabnya.
“rey jalan-jalan dulu mih sama riska”
“lho riska ada diindo rey? kapan dia kembali dari singapore?”
“kemarin mih”
“trus,sekarang mana riskanya?”
“sudah rey antar pulang,mih rey ke kamar dulu mau istirahat capek”
“ya sudah,kamu mandi sana,trus makan malam dulu sebelum tidur”
Rey segera pergi dari hadapan amanda,sebelum mamihnya banyak bertanya tentang riska
“rey selalu begitu kalau mamih bertanya tentang riska”
Sahut amanda sambil menggelengkan kepalanya.


***

Suasana makan malam terasa khidmat,suara amanda memecahkan keheningan
“rey..”
“hhmmm..”
“kapan mamih sama papih punya cucu dari kamu?”
“uhuukk,uhuukk”
Rey tersedak makanan saat mendengar perkataan mamihnya.
“astaghfirullah rey,kalau makan pelan-pelan dong”
Ucap amanda sambil menyodorkan minum,dan tangan satunya mengusap punggung putranya.
“mamih sih,kalo ngomong macem-macem”
“mamih ngomong bener ko ga macem-macem,iya kan pih?”
Prasetya mengiyakan ucapan istrinya.
“Rey belum kefikiran kesana mih”
“kenapa kamukan sudah cukup dewasa untuk berumah tangga?”
“rey belum punya pasangan yang cocok mih”
“kan ada riska?”
Rey menghela nafas,sejenak menghentikan makannya.

***

Selera makan reyhand jadi hilang,jika orang tuanya sudah mulai membahas masalah perjodohan ini.
“Rey,mamih rasa riska cocok jadi pendamping kamu,dia cantik,baik dan sepadan sama kamu,lagi pula riska sepertinya sayang kamu rey”
“mih rey sayang sama riska seperti rey sayang sama kak artha,tak lebih mih”
“rey,mamih sama papih semakin tua,kapan lagi papih bisa menyaksikan pernikahan anak laki-lakinya kalau tidak sekarang-sekarang sebelum kami meninggal,lagi pula dengan menikah kamu telah menyempurnakan hidup dan agamamu”
Prasetya menjelaskan dan menasehati putranya panjang lebar.
“betul kata papihmu rey,kalau kamu ga cinta sama riska,nanti juga kalau sudah menikah cinta mengikuti kalian”
“aahh sudahlah mih,rey males kalau udah bahas masalah ini”
Rey beranjak dari kursi makannya,dan segera pergi memasuki kamarnya.
“rey mamih belum selesai ngomong”
Rey tak menggubris panggilan mamihnya
“tuh liat pih,anakmu susah dikasih taunya sih”
“sudah lah mih,jangan terlalu menekan dia,rey sudah dewasa bisa memilih jalannya sendiri asal tidak macam-macam biarkan saja dulu”
“aahh papih selalu begitu,anak sama bapak sama saja”
Prasetya hanya menggelengkan kepala menghadapi istrinya yan marah dan ngomel-ngomel.
Tak berselang lama rey keluar dari kamarnya dengan menggunakan jaket dan sepatu santai,tangannya menimang-nimang kunci mobil.
“rey mau kemana kamu?”
Tanya sang mamih
“keluar,cari angin segar”
“pulangnya jalan malam-malam reeyy..”
“iya miihh”

***

Rey melajukan mobilnya dengan santai,suasana malam kota jakarta masih dipadati bermacam kendaraan dan lalu lalang manusia.
Bahkan mall milik keluarga hadinata juga masih terlihat ramai,tapi rey tak berniat kesana,toh sudah ada orang-orang kepercayaannya.
Rey melintas didepan sebuah bengkel dimana motor nadia yang ditabraknya berada disana untuk diperbaiki.
Rey menghentikan mobilnya persis didepan bengkel yang masih beroperasi itu.
“ada yang bisa saya bantu pak”
Tanya seorang montir dengan sopan.
“apa motor vario yang berwarna pink yang tadi sore dibawa kesini sudah selesai diperbiki?”
Tanya rey,matanya mengedar kesetiap motor yang berjajar.
“maksud bapak motor vario pink yang diujung sana?”
Montir itu menunjuk ke arah motor yang warnanya cukup menyolok diantara warna motor yang lain.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian lima

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaMy Bos… I Love U #05
Berita berikutnyaMy Bos… I Love U #07
Jadikan imajinasi kita membawa kesuksesan dalam bentuk tulisan yang bisa membawa hati para pembaca merasa berada dalam dunia yang kita ciptakan. Jika kita bermimpi jadi seorang penulis wujudkan tanpa ragu dengan kerja keras kita, dengan imajinasi kita untuk pencapaian yang terbaik bagi seorang penulis. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan menghendaki.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here