My Bos… I Love U #03

0
3263
views

Bagian Tiga


Reyhand semakin memfokuskan penglihatannya.
“bener,,dia gadis itu..?”
Gumam Rey sambil menyambar map yang tadi Mickha simpan di atas mejanya.
Dengan tidak sabar pemuda itu membuka map daftar karyawan baru dan menelusuri nama serta bagiannya.
“Delapan karyawan baru,pria enam orang,wanita dua orang
KANIA SARI bagian bazzar dan NADIA Kasih Ayunda bagian.. hhmmm ini dia..Nadia..!”

***

“Nad istirahat dulu yuk dah waktunya,aku laper nih?”
Ajak Adilla sambil menarik tangan sahabatnya.
“Bentar Dill tanggung ini dikit lagi”
Ujar Nadia masih berkutat dengan pekerjaannya
“udah tinggalin aja, ada Sari yang ngamplus”
“sabar dikit napa sih?”
“lapeer tau tadi pagi aku ga sempet sarapan, kalo pingsan gimana?”
“iya,,iya bawel, kalo pingsan ya tinggal pingsan, gitu aja repot”
sambil menoyor pelipis Adilla.
Adilla mengurucutkan bibirnya dengan sekali sentak menarik tangan Nadia menuju area tempat makan kemudian memesan makanan plus minuman untuk ritual makan siangnya.
Nadia dengan nikmat menyeruput minumannya dengan mata mengedar ke tiap area mall yang cukup ramai.
Matanya tiba-tiba membulat menangkap sosok cowok jangkung yang membuat hatinya teramat dongkol
“Aahh itu kan dia..?”
“maksudmu dia siapa?”
Tanya Adilla
“dia Dill, cowok sombong yang sok kegantengan itu”
Ujar Nadia sambil beranjak dari duduknya hendak menghampiri
“heii Nad mau kemana? ini makanannya bayar dulu dong”
“bayarin dulu ma kamu Dill,aku ada urusan bentar”
“uuhh dasar”
Rutuk Adilla mencebikkan bibirnya
“heeii kamu..!”
Teriak Nadia sambil menarik ujung jas pemuda yang diteriakinya
“eehh..”
Sontak pemuda itu terkejut dengan cepat membalikkan tubuhnya
“ternyata kamu ada disini aah?”
“kau lagi,cewek cerewet”
Dengan wajah datar Rey menimpali kalimat yang meluncur dari gadis yang tak diduga kehadirannya.
“apa kamu bilang..? jangan harap kamu bisa kabur lagi ya,urusan kita belum selesai”
“trus, maumu apa?”
Tanya Rey dengan tenang ,matanya melirik kearah security yang hendak menghampirinya dan memberi isyarat untuk diam ditempat dengan mengedipkan mata.
“ngapain kedap kedip? aahh jangan pura-pura bego lagi ya?”
Nadia sudah tidak memperdulikkan tatapan heran dari para pengunjung mall.
“Naad,,kamu kenapa siihh marah-marah melulu,malu tau diliatin orang”
Nurfadilla mencoba menenangkan sahabatnya yang seperti kebakaran jenggot dan belum menyadari kehadiran Rey didepannya.

***

Bukan Nadia Kasih Ayunda tidak tahu aksi mencak-mencaknya ditonton banyak orang,tapi kerusakan fatal motor kesayangannya yang membuat Nadia tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.
“Bodo amat sama mereka yang pada nonton Dill aku ga peduli, aku cuma mau minta tanggung jawab cowok jutek ini”
Hardik Nadia dengan jari telunjuk diacungkan tepat didepan wajah Reyhand.
Nurfadilla dengan cepat melihat laki-laki yang ditunjuk Nadia, sontak wajah Adilla memucat, tubuhnya tiba-tiba gemetar saat tahu siapa laki-laki itu.

“Nad,,nad..”
Suara Adilla mendadak serak,dengan cepat menarik tangan Nadia tapi dikibaskan kembali
“Apaan sih Dil,aku belum selesai?”
Tanpa melirik Adilla.

“Eehh cowok sombong, pokonya aku tidak mau tau, sekarang juga aku minta ganti rugi”
“bukannya aku sudah memberikan kartu namaku?”
“Masya Allah, emangnya dengan kartu nama bisa bayar kerusakkan motorku apa?”
Adilla semakin gemas kembali menarik tangan Nadia dengan kencang, wajah Adilla semakin ketakutan melihat wajah Rey dengan tatapan tajam dan dingin.

“Naadd,udah doong,kamu ga tahu apa..?”
“Aduuhh sakit Dill,ngapain tarik-tarik tanganku, kalo tanganku putus gimana?”
“Heeii, Nadia, Adilla, kalian ngapain disini, waktu istirahat kalian sudah habis, ayo kembali kerja”
Mickha Makuesta tiba-tiba datang dengan mata melotot menghardik Nadia dan Adilla
“ii iiya mbak mickha ini juga mau kembali kerja”
Sahut Adilla sambil menyeret kencang tangan Nadia
“Aawww,aduuhh Dill sakit tanganku”
Ringis Nadia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Adilla.
Setelah cukup jauh dari pandangan Rey dan mickha, Adilla melepaskan cengkramannya dari tangan Nadia.
“Kamu sudah gila apa sih Nad?”
“kamu yang udah gila Dil, narik tanganku sampe segitunya, sakit tau?”
ketus Nadia sambil meringis Nahan perih ditangannya.
“Kamu tau ga sih nad..?”
“Engga..!”
“Aku belum selesai ngomong oneeeng”
Kalau bukan ke sahabatnya udah dicekik nih makhluk.
“Terus mau ngomong apa lagi? gara-gara kamu dia kabur lagi Dil”
“cowok yang tadi kamu marahin itu..?”
Adilla menarik nafas sejenak
“iya,,siapa?”
“Dia bos kita Naaadd..!!””
“Whaaattt…???!!”

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian dua

Silahkan Komentar
Berita sebelumyaTasbih Cinta # 02
Berita berikutnyaAnak Gunung #06
Jadikan imajinasi kita membawa kesuksesan dalam bentuk tulisan yang bisa membawa hati para pembaca merasa berada dalam dunia yang kita ciptakan. Jika kita bermimpi jadi seorang penulis wujudkan tanpa ragu dengan kerja keras kita, dengan imajinasi kita untuk pencapaian yang terbaik bagi seorang penulis. Tak ada yang tak mungkin jika Tuhan menghendaki.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here