Misteri Kehamilan Berkat Dukun

0
123
views

(terinspirasi dari kisah nyata)

“Alhamdulillah…”. Setibanya di rumah Tiara, langsung ku matikan mobilku yang kuparkir didepan gerbang rumahnya. Saat akan keluar, aku syok dan senang melihat seorang anak bayi 0 bulan sedang digendong seorang wanita.

“Assalamualaikum, Bang!” sapaku kepada 2 orang pria didepan rumahnya yang sedang bersantai malam ini dengan ditemani rokok dan secangkir kopi. “Tiara udah lahiran ya? Lucu banget bayinya” tanyaku antusias sambil melihat ke arah bayi dalam gendongan itu.

“Masih di RS mbak. Sore tadi baru masuk dan habis magrib tadi operasinya. Bayinya juga masih disana” jawab salah seorang dari mereka dengan kesan bingung. Aku langsung syok bercampur ketakutan.

“Bayi siapa itu? Tiara tidak punya saudara yang habis melahirkan” dalam hatiku bergumam keheranan

“mbak?” ujar pria itu agar lamunanku buyar. Wajah mereka jadi terlihat panik karena pernyataanku tentang seorang bayi.

Saking seringnya melihat yang gaib, aku sering salah membedakan mana manusia mana jin. Ku perhatikan lagi dengan seksama wanita yang menggendong bayi tepat didepan pintu di suasana malam yang sepi begini. Dia terlihat anggun sekali dengan gaun putih, berbadan langsing namun berwajah pucat pasi. Ia asik melihat wajah bayi itu yang di selimutin kain putih. Karena merasa aku memperhatikannya, wanita setinggi pintu rumah itu pun langsung melirikku. Aku langsung tersentak kaget.

“oh iya bang. Aku titip ini ya, soalnya tadi pagi udah wa an sama dia. Mbah (ibunya Tiara) disana juga?” tanyaku penuh heran agar bisa meyakinkan bahwa yang ku lihat itu semoga beneran manusia.

“Iya mbak pada di sana. Kita (laki laki) disini cuman berdua. Itupun untuk bikin lobang ari ari, habis itu balik lagi ke RS” jawab pria yang mirip sekali dengan suaminya Tiara.

“waduuh.. berarti wanita yang kulihat ini bukan manusia. Pantas saja mereka heran saat ku bilang ada bayi lucu. Tiaraaa… kamu pake cara apa sii biar hamil” ujarku dalam hati.

“Ya udah bang, aku pamit dulu. Nanti jenguknya kalau dah pulang aja. Semoga lekas pulih”..

Sejurus kemudian, aku langsung buru buru masuk mobil dengan suasana merinding.

Ku stater mobil dan ku stel murotal kencang sekali. Khawatir si kunti itu mengikutiku dan duduk di jok belakang sementara aku nyetir sendirian malam ini. Duuh.. aku ga bisa membayangkannya.. Naluri kekepoanku pun memuncak dan ingin segera kutanyakan padanya. Namun, itu akan kusampaikan dengan sangat halus karena kehamilan ini sudah ia nantikan hampir 5 tahun lamanya. Berbagai cara ia tempuh bahkan aku sampai cari cari informasi tentang dokter kandungan ternama yang bisa membantu mengatasi persoalan keturunan ini. Saat itu, tepatnya 1 th lalu, memang pernah tersirat keinginannya untuk berobat pada orang pintar.

“Aku tidak setuju kamu berobat ke tempat seperti itu Ra” celotehku

“Aku tidak meminta kepada mereka, tetap kepada Allah. Mereka cuma perantara saja sama kayak dokter” jawabnya

“Ya itu beda Tiara”..

“Pernikahanku penuh dengan pertengkaran. Benar kata orang kalau satu satunya pendamai rumah itu ya anak” ujarnya

“Anak angkat? Katanya itu bisa untuk pancingan. Jangan banyak alasan kalau ujung-ujungnya ke ilmu hitam” celetukku

“Itu bukan ilmu hitam loh. Beliau itu kyai”

“Kyai itu pasti menyuruhmu banyakin solat, ngaji, sedekah, tahajud, dll. Bukan nyuruh berobat tengah malam sambil bawa air mawar”

“Aku malas berdebat denganmu” jawabnya.

Ya begitulah ia. Keras kepala. Tapi aku juga memahami keadaannya. Tiara juga sudah pergi ke banyak dokter kandungan, hasilnya masih nihil. Bahkan, kandungan Tiara dan suami dinyatakan sehat 100%. Berkantung kantung obat sudah dimakannya termasuk kurma muda. Tapi jika Allah belum menakdirkan, mau bagaimana lagi.

~~~~

Sudah tiga hari sejak kedatanganku malam itu ke rumah Tiara. Aku ingin segera menggendong keponakan angkatku itu. Ku buka hape dan melakukan panggilan WA.

“Ra, ada dirumah ngga? Mau kesana niih”

“Ada doonk. Beliin bakso sih. Pengen nih” pintanya

“Eh no no.. Habis melahirkan jangan makan aneh aneh dulu. Nanti bolak balik ke kamar mandi, jebol tuh jahitan” langsung ku tutup telfonnya.

Beberapa peralatan bayi sudah kutenteng ke mobil. Ah sudah tidak sabar menanyakan banyak hal darinya karena kejadian malam itu. Pasti ada yang dia sembunyikan dariku.

Penulis : Ivo Dinasta

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here