Misteri Kamar 201

0
50
views

Ini hari pertamaku kerja di Hotel Kenanga, aku di tempatkan di bagian housekeeping.
Sebagai housekeeper, aku harus rajin agar para tamu tidak komplain.

Hotel tempatku bekerja, termasuk yang terbesar di kotaku.
Memiliki tiga lantai sehingga harus memiliki banyak karyawan.
Kenyaman, keamanan, dan ketenangan para tamu adalah prioritas utama.

Sebelum memulai pekerjaan kami berkumpul di ruangan kepala housekeeper, hal itu setiap pagi di lakukan.

Pak Hasbi dengan jabatan kepala housekeeper memberikan pengarahan sebelum kami mulai membersihkan kamar.

“Kamar 101, 105, 202, 110 check out hari ini. Bersihkan kamar itu, jangan lupa cek isi mini bar dan laporkan ke bagian resepsionis.” Perintah Pak Hasbi.

“Baik, Pak.” ujar kami serempak.

“Kamu, Iwan untuk sementara ikut bersama Darto. Dia akan mengajarimu apa saja tugas housekeeper.”ujarnya.

“Baik, Pak.” ujarku.

Sebelum mulai bekerja Pak Hasbi memimpin doa.

‘Doa selesai’

“Iwan, bisa kita mulai pelajarannya?” ujar Darto sambil tertawa pelan.
“Siap, guru.” ucapku.
Kami pun tertawa bersama.

Kita mulai dari kamar 101 ya.
Langkah pertama adalah membersihkan kamar mandi.
“Kamu ambil handuk kotor itu lalu ganti dengan yang baru.” perintah Darto.

Aku mengambil handuk yang kotor dan mengambil handuk yang baru dari trolley.
Kulihat Darto membersihkan lantai kamar mandi dan bathub.

“Iwan, kamu bersihkan wastafel ya.” perintahnya lagi.
“Ok.”
Setelah mengeringkan lantai kamar mandi lalu kami lanjut membersihkan tempat tidur.

***

Satu pekerjaan sudah selesai, kami menuju kamar selanjutnya.

Kamar terakhir 202, kami sudah berada di depan pintu kamar 202. Aku menunggu Darto membuka pintu.

“Tolong….” sayup kudengar ada suara minta tolong.
“Darto, kamu dengar i….” ternyata Darto sudah masuk.
Aku pun menyusulnya, dengan membawa beberapa lembar alas kasur dan handuk bersih.

Karena fokus bekerja sehingga aku lupa bertanya pada Darto tentang suara minta tolong tadi.
“Ah nanti saja aku tanya.” kulanjutkan pekerjaanku.

Hingga akhirnya jam kerjaku selesai, aku belum sempat bertanya.
“Wan, besok datangnya agak pagian ya. Besok ada tamu penting yang akan mengadakan seminar di sini dan beberapa tamu mereka akan menginap di sini.” ujar Darto sebelum kami menaiki motor masing-masing.
“Baik, aku akan datang cepat besok.” ujarku sembari memakai helm.

***

Seperti pesan Darto semalam, aku harus datang cepat hari ini. Lalu aku bergegas dan langsung pergi bekerja.

Aku memasukkan tas ke dalam loker, dan menuju ruang kepala houskeeper.
Sudah ada beberapa karyawan yang menunggu di sini, termasuk Darto.

Tak lama kemudian Pak Hasbi datang memberikan pengarahan kepada kami.
“Hari ini hotel kita kedatangan tamu penting, persiapkan ballroom dan beberapa kamar untuk mereka. Di sana sudah ada catatannya. Silahkan bekerja.” ujar Pak Hasbi.

Kami semua melihat secarik kertas di atas meja. Aku melihat namaku dan apa saja tugasku.

Aku melihat namaku dan harus membersihkan kamar 201, 203, 205.
Setelah itu aku mempersiapkan semua peralatan kerja.

“Wan, kamu dapat tugas apa?” tanya Darto.
“Tuh, kamu baca aja sendiri.” sambil menunjukkan kertas itu.

Aku yang masih sibuk mempersiapkan alat kerja, tiba-tiba Darto menghampiriku lagi.
“201.”
“Ya kenapa? itu kamar harus aku bersihkan.” ujarku.
“Kamar itu….” Ia menghentikan ucapannya.
“Kenapa kamar itu?”

“Darto, bisa kemari sebentar?” Pak Hasbi memanggil Darto.
Aku melangkahkan kaki menuju kamar 201.

***

Kuhentikan trolleyku di depan kamar 201. Dan membawa alat-alat pembersih kamar mandi.

Buuuuggg …… Saat aku membersihkan wastafel terdengar dari arah luar seperti ada yang jatuh.
Aku keluar dari kamar mandi dan melihat apa yang terjatuh tadi.
Tak ada apa pun yang jatuh, aku melanjutkan pekerjaanku.

Beberapa saat kemudian aku mendengar seperti suara televisi. “Perasaan tadi televisi dalam keadaan mati.” aku keluar dan melihatnya.

Benar, televisi dalam keadaan tidak menyala.
Secepatnya kuselesaikan pekerjaan di kamar ini. Karena selama di dalam bulu kudukku berdiri.

Setelah selesai, aku melanjutkan semua tugas dan berharap tak ada gangguan seperti tadi.

***

Saat jam makan siang, aku melihat Darto di kantin.
“To, sini.” aku melambaikan tangan ke arahnya.
“Udah beres kerjaamu Wan?” ujarnya sambil duduk di hadapanku.

“Udah, kamu sendiri?” tanyaku
“Udah, tinggal satu kamar lagi.”
“To, aku mau tanya boleh?” aku ingin mengorek informasi darinya.
“Ya, mau tanya apa?” menatapku serius.
“Kamu pernah digangguin gak saat membersihkan kamar-kamar di sini?”
Darto melotot saat aku bertanya padanya.

“201, ya kamu tadi membersihkan kamar itu kan?” Darto kembali bertanya.
“Iya, aku membersihkan kamar itu dan aku …”
“Pasti kamu digangguin kan?” Darto memotong omonganku.
“Iya, aku digangguin.”
“Itu sudah biasa terjadi Wan, aku saja kalau sudah berada di kamar itu langsung merinding.” ujarnya.

Mungkin suara seseorang minta tolong yang aku dengar semalam adalah salah satu gangguan dari kamar itu.

***

Ke esokkan paginya, aku kembali bekerja seperti biasa.
Hari ini tak ada jadwalku untuk membersihkan kamar. Aku mendapatkan tugas membersihkan seluruh koridor.
Dan saat aku membersihkan koridor di depan kamar 201 lagi-lagi ada keanehan.
Setiap aku menyapu, membuang sampah, dan mengepel, ketika pandanganku beralih sebentar, lantai itu pun kembali kotor.

Aku segera memanggil Darto atau siapa pun yang aku temui untuk menunjukkan keanehan itu. Namun kebingunganku bertambah saat aku membawa seseorang untuk melihatnya, lantai itu tampak bersih.

***

Hari ini aku mendapatkan shift sore yang berarti aku masuk pukul empat sore dan pulang pukul dua belas malam.
Sempat ada rasa takut saat bekerja di shifta malam ini.
“Di siang hari saja dia berani menganggu, apa lagi di malam hari, pasti dia berani menampakkan wujud, iiii.” aku ketakutan.

Memang tugas malam tidak seberat di siang hari. Karena di malam hari kami hanya melayani tamu yang membutuhkan apa pun, seperti mereka meminta tambahan ekstra bed, handuk atau hanya meminta sendal hotel.

Namun sensasi kamar 201 lah yang membuat pekerjaanku terasa sulit sekali.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here