Malaikat Tak Bersayap #01

0
220
views

Tahun 2008 adalah tahun yang indah bagi aku dan Rahmat. Tahun itu seakan tahun terbaik untuk kita berdua.

Hari itu aku bertemu dengan Rahmat di sebuah rumah, rumah yang akan jadi tempat untuk kita menghabiskan waktu akhir pekan bersama, karna kita berdua sama-sama sibuk bekerja.

Rumah itu adalah rumah Vita sepupunya Rahmat,ya..hari itu aku di pertemukan dengan Rahmat.

Vita adalah teman dekatku di kantor, mungkin dia iba melihatku selalu murung di jam istirahat. karena waktu itu aku baru saja di khianati oleh pacarku, dia selingkuh dengan wanita lain di belakangku, hari itu aku sempat mengikutinya, mungkin dia pikir aku sedang bekerja.

Aku berpapasan dengan mobilnya ketika aku sedang mencari hadiah ulang tahun untuknya, aku menyetir sambil menelponnya, karna yang aku pikirkan saat itu aku ingin tahu, apa yang akan ia katakan ketika aku menanyakan keberadaannya di mana, dan benar saja dia berbohong, dia bilang kalau dia ada di rumah.

Aku kesal waktu itu, aku minta dia berhenti tak berpikir panjang aku meminta mengakhiri hubungan kami, hatiku sakit karna itu bukan yang pertama kali dia berbohong.

Aku hanya bisa menangis, ingin melupakannya tapi tak bisa, hatiku terlalu sakit. Sejak hari itu Vita selalu menghiburku, dan mengajakku bertemu dengan Rahmat.

Aku mengiyakan karna kupikir buat apa larut dalam kesedihan yang sudah seharusnya aku lupakan.

Entah knpa sejak pertama aku bertemu dengan Rahmat seolah aku melihat masa depan, aku percaya kalau Rahmat adalah jodohku.

“ini loh kak Mia sepupuku Rahmat.. ayo dong berjabat tangan, jangan cuma diem-dieman aja..”, ucap Vita

Mmh..saat itu aku malu, malu karna aku melihat Rahmat seperti orang baik, yang selalu bisa membuat orang-orang di sekitarnya bahagia. Berbeda dengan pria lain yang sering aku temui, dari sorot matanya saja sudah bisa aku tebak, penuh kepalsuan.

“Mmh…ya, aku Mia..( senyum grogi). Saat itu aku gemetaran. Sesekali aku melihat wajah rahmat yang teduh, aku nyaman berada di dekatnya. ohh..pikiranku kemana-mana ‘ mungkinkah dia jodohku…mungkinkah dia jodohku…..’

Setelah beberapa jam kita berkenalan, Rahmat mengajakku makan malam dan mengantarku pulang. Tak berapa lama, hp ku berdering.. bunyi telpon membuatku kaget setengah mati , karena saat itu aku sedang membayangkan Rahmat, ternyata Vita menelponku. ” duh.. kamu nih bikin kaget aja, ada apa sih.. udah malam juga bukannya tidur”, ucapku setengah kesal

“cieeee…cieeee…. yang udah ketemu belahan jiwa…gimana..gimana… ada getaran-getaran nggak?”

“kamu nih..baru juga ketemu , udah tanya-tanya aja kayak wartawan”, jawabku

“Hahahaha…abis dari tadi aku liat kak Mia sama rahmat curi-curi pandang”

“duh…jadi malu , kirain ngk ada yg merhatiin “.
sampai berjam-jam aku dan vita membicarakan Rahmat, vita mulai menceritakan kehidupan rahmat sedari kecil dari sebelum ibunya meninggal. ya.. ibu Rahmat meninggal ketika Rahmat berusia 8 tahun.

Rahmat di besarkan neneknya, karna ayahnya sudah menikah lagi. Rahmat mempunyai ibu tiri yang tidak pernah sedikitpun menyanyanginya. Dulu Rahmat anak manja, tidak heran kalau usia yang menurut orang sudah cukup mandiri apa-apa bisa dilakukan sendiri, Rahmat belum bisa. Mandi sendirii, pakai baju, pakai sepatu, umur 8 tahun rahmat belum bisa melakukannya sendiri. beruntung nenek tirinya mau mengurusnya, dan sejak saat itu Rahmat tidak mau diam di rumah ayahnya. Rahmat lebih memilih tinggal dengan nenek nya.

Dari cerita Vita, hatiku tersentuh.. ingin sekali mengenal lebih jauh .dan ingin sekali mendengar cerita-cerita rahmat dulu nya bagaimana.. sehari-harinya bagaimana..sekolahnya bagaimana…’

duuh….mungkin aku udah tergila-gila sama Rahmat, di pikiranku sekarang, Rahmat..Rahmat..dan Rahmat…”,  ucapku.

Aku sampai tidak bisa tidur memikirkan Rahmat.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here