Malaikat Tak Bersayap #07

0
47
views

“Kak mia…kak mia…bangun…”

Ku buka mata, melihat sekeliling ruangan.

“Rahmat…apa aku cuma mimpi,” bisikku dengan berurai air mata,

“Emang nya rahmat kemana kak??..belum pulang ya??..masih ngantor??..tanya vita ,yang kebetulan dia sengaja datang ke apartemen ku untuk mengantarkan undangan pernikahannya..

“Rahmat vit…tadi dia pulang, dia meluk kakak..nggak lama ada telpon .. nomor rahmat ,kakak pikir rahmat godain kakak..tapi ternyata itu polisi, katanya rahmat kecelakaan ..meninggal di tempat..vit..”

” kakak nggak tau mesti gimana sekarang..kakak hamil vit, kasian anak kakak belum juga lahir udah nggak punya ayah..” ucapku lirih

“Antar kakak ke rumah sakit vit..kakak pengen liat rahmat, ” tambahku ,dan vita hanya mengangguk sesegukan menahan tangis..

*****

Ku buka pintu taksi, kulihat di sana sudah banyak polisi menungguku.

“Ibu mia?? ..tanya salah satu polisi

” iya,..”

“Mari bu ikut saya, ”

Aku di antar nya ke ruangan penuh dengan jenazah ,ada salah satu jenazah yang masih memakai kantong ..di bukanya perlahan dan ternyata memang benar itu rahmat. Wajah teduhnya masih saja terlihat walaupun dia sudah tak bernafas ,

“Rahmat…kenapa kamu cepat sekali ninggalin aku, padahal aku sedang mengandung anakmu.. Harus nya kita bahagia sekarang, ini buah cinta kita yang telah lama kita nanti ..rahmat, kamu tega sekali ninggalin aku dan anak kita, aku nggak tau apa aku bisa jalanin ini semua tanpa kamu rahmat… Bisikku sambil ku usap wajah nya..wajah yang membuatku nyaman ada di dekatnya,

“Kakak..yang sabar ya…semoga kakak kuat, demi anak kakak dan rahmat, “…ucap vita sesegukan

*****

Berhari hari aku meratapi kepergian rahmat, sampai aku lupa kalau aku sedang mengandung anaknya. Lupa kalau aku tidak memberi nutrisi untuk janinku dengan baik.

Aku hanya melakukan semua kebiasaan ku , di rumah. Melakukan semua pekerjaan rumah. mencuci baju ,menyetrika, mengepel lantai, menyiram tanaman. Semua ku lakukan agar aku tidak terlalu sedih memikirkan rahmat.

“Ting..nong…ting..nong…”

Kubuka pintu, ternyata itu vita ..

“Kakak…kita makan bareng yuk, aku bawa tumisan kangkung kesukaan kakak..”

“Makasih vit, tapi aku belum lapar..” jawabku tersenyum tipis

“Tapi bayi kakak pasti lapar tuh..kasian , dari pagi belum makan kaya nya..yah??” tanya vita,

“Ayo cepet kita makan kak, demi anak kaka sama rahmat..yuk??” vita memaksa

“Iya..” jawabku singkat

di buka nya semua kotak nasi itu oleh nya, semua makanan masih hangat . dan semua makanan yang di bawanya makanan kesukaanku, ada tumisan kangkung, ayam goreng lengkuas, tahu pepes dan sambal terasi. Dan di kotak yang lain berisi daging durian dan aku biasa menghabiskannya satu kotak penuh berisi 8 biji durian .

Itu semua makanan yang setiap hari nya aku makan dengan vita di warteg depan kantor,dan setiap hari memang itu itu saja yang aku makan. tak heran kalau vita tau semua makanan kesukaanku.

Tapi hari itu nafsu makan ku hilang, aku masih teringat rahmat.. Aku masih teringat dengan wajahnya yang teduh, tutur katanya yang lembut , tatapan nya yang membuatku selalu malu ketika dia sedang menatapku .

“Rahmat…cuma sebentar saja ,kamu hadir di kehidupanku.. Cuma sebentar saja kamu menjadi imamku,semoga kamu di tempatkan di syurga yang indah..semoga kita bisa bertemu kembali di sana..semoga aku bisa bersamamu lagi di sana, aamiin..” bisikku dalam hati,

“Ayo..kak…di makan, ” bisik vita tersenyum

“Iya..vit, makasih yah..udah repot repot bawa banyak makanan ke sini,

“Ih…repot apaan, nggak kok..malah seneng, eh kak ada salam tuh dari si mamang duren, katanya udah lama nggak beli duren di situ..kangen mungkin si mamang nya..” ucap vita sedikit menggodaku

Aku hanya tersenyum tipis,

“Eh kak, kan udah seminggu nih , rahmat nggak ada. Kenapa kakak nggak cari kesibukan lain. Balik kantor misalnya, atau mau buka usaha apa gitu. ”

” iya…kakak rencana nya mau buka restoran, tapi kakak pngen sekolah dulu..biar jadi chef beneran, ” jawabku dengan senyum tipis,

“Oh..gitu ywdah , aku dukung.. kapan ?? Trus..mau dimana sekolahnya??”

” di sekitaran sini aja sih..nggak mau jauh jauh juga,kan kakak lagi hamil, lagian kakak mau buka restoran sunda, ” jawabku

*****

Hari itu, vita menikah dengan teman sekantor kami dulu.. Namanya haikal, hari itu kulihat vita bahagia sekali ..seperti aku dan rahmat dulu, kita berdua sangat bahagia..

Sekilas aku melihat sosok itu, sosok yang membuatku selalu nyaman. Ya..aku melihat rahmat, memakai baju berwarna putih dia hanya tersenyum memandang ku.

“Rahmat…apa itu benar benar kamu sayang, atau hanya anganku saja..” mataku terbelalak ,seakan tak percaya dengan kehadirannya..dan tak lama menghilang dia menghilang

Aku bersandar di depan jendela ,Ku usap perutku yang baru berusia 4 minggu,Dan ku pejamkan mataku ..ingin merasakan kehadiran rahmat… semilir angin menghempas rambut indah ku perlahan , ku rasakan rahmat sedang memelukku dari belakang, memeluk buah cinta kita..

“Rahmat… Jangan pernah tinggalkan aku, teruslah berada di dekatku..agar aku kuat menghadapi semuanya ,..” bisiku dalam hati..

“Aku mencintaimu rahmat, aku mencintaimu sampai akhir hayatku..”..

“Aku mencintaimu sayang, dulu sekarang dan nanti..selama lamanya akan tetap mencintaimu, walau raga ini sudah berpisah denganmu..tapi percayalah..aku akan tetap mencintaimu sampai kita berdua di pertemukan kembali di syurga..”bisik rahmat di telingaku.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here