Malaikat Tak Bersayap #06

0
139
views

sore itu aku sibuk di dapur sambil memasak aku lihat majalah resep masakan karna jujur saja setahun itu aku belum terlalu hafal bumbu-bumbu masakan , karna selama aku di rumah orangtua semua kebutuhanku bi sum yang siapkan.

*****

Ku lihat tv ,ku pindah-pindah chanel sambil menikmati secangkir kopi panas ‘Srup..sruup..’ ,mhh…enak sekali ..’ ucapku dalam hati

“Ting..nong..ting..nong.. ” .suara bel pintu , rupanya rahmat pulang,

“Assalamualaikum cantik..” ucap rahmat dan mencium keningku,

“Waalaikumsalam , ”

“Istrinya siapa ini ,cantik bener ..wangi lagi, ” ucap rahmat menggodaku

“Ih..kamu mah bisa aja, ayo cepet mandi dulu ..aku udah siapin air panas..abis itu kita makan,” sahutku ,ku cubit manja pinggang rahmat .

“Iya..iya..aku mandi dulu yah sayang..”

*****

“Wah..wah…ini bener masakan kamu sayang..keliatannya enak, aku makan yah..” sahut rahmat

Aku hanya mengangguk dan tersenyum, seketika aku terdiam. Cemas memikirkan nasib masakanku..apakah suamiku suka atau tidak, enak atau tidak..pikirku dalam hati,

“Mmm…enak sekali yang..wah ,masakanmu makin enak aja..kamu nih kalau buka resto kaya nya bakal banyak pengunjung nya ..” ucap rahmat memuji, dan aku hanya tersenyum dan segera mencoba masakanku ,apakah benar yang di katakan rahmat.

“Mmm…alhamdulilah…iya sayang , enak…” sahutku kegirangan, rupanya pagi itu tak sia-sia aku membeli majalah resep masakan .

“Gimana kalo kamu buka resto yang, biar kamu nggak ngelamun terus di rumah ..” tanya rahmat

“Resto? ..gimana ya…aku kan belum mahir…lagian aku takut nanti kamu nggak ke urus ..lagi..” jawabku

” ya tutup nya jangan sore-sore..biar pas aku pulang kantor kamu udah di rumah”.ucap rahmat sambil melahap makanan nya

“Iya..nanti aku pikirin , sekarang abisin dulu makan nya..” ucapku tersenyum.

*****

Malam itu di atas tempat tidur, rahmat duduk bersandar sedang memegang hp nya, aku yang baru saja selesai melakukan rutinitasku sebelum tidur, rutinitas yang di lakukan perempuan sebelum tidur..

“Yang…tadi sore aku nonton tv ada acara ibu dan anak, lucu banget anak-anaknya..gemesin..” ucapku

“Sayang..sabar yah, mudah-mudahan alloh cepet-cepet kasih kita keturunan, ..biar kamu ada yang nemenin di rumah ,..aamiin..” ucap rahmat mengecup kening ku dan mengusap-usap kepalaku.

“Ayo ..kita tidur, biar nggak kesiangan solat subuh nya..”tambah nya..

aku hanya tersenyum, dan mengangguk..

******

Pagi itu seperti biasanya pagi-pagi sekali aku ikut mobil rahmat pergi ke supermarket , membeli sayur dan buah-buahan.

Sesampainya aku di apartemen, aku melihat mba siska dengan temannya masuk ke apartemennya. Mungkin rekan bisnis, atau rekan sosialita nya ku pikir. Aku tidak ingin tau sebenernya dia itu siapa, tapi dengan kepulangan suamiku menjawab semua pertanyaanku.

Ternyata teman mba siska itu adalah laras. Ya…laras mantan pacar nya rahmat dahulu,

Sore itu, aku dengar ada dua orang sedang asik mengobrol di depan pintu, aku hanya mengintip nya lewat lubang kecil yang ada di pintu apartemen.

Ternyata…itu rahmat dan laras,aku sengaja tak membuka pintu, aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan ku dekatkan telingaku ke pintu apartemenku.

“Lagi apa kamu di sini?? ..tanya rahmat

“Abis dari mba siska, bisnis berlian mat.” jawab laras

“Ohh..gitu, sekarang bisnis berlian rupanya..ya sudah aku masuk yah, kamu mau mampir? Aku kenalin sama istriku mia.” ucap rahmat

” nanti lagi aja mat, udah sore nih.. Takut kemaleman di jalan ya kan ..secara aku nyetir sendirian, takut ada apa apa di jalan”. Ucap laras

Tak lama, bel pintu berbunyi..aku langsung membukakan pintu ,

“Assalamualaikum , ..” ucap rahmat seperti biasa mengecup keningku

” waalaikumsalam , tadi aku dengar ada suara orang depan pintu..

“Iya..tadi aku sama laras.

” bukannya laras itu mantan pacar kamu ya, yang..” tanyaku

” iya, temannya vita..kebetulan tadi ketemu pas laras keluar dari apartemen mba siska, di kira siapa yang manggil ..taunya laras..” ucap rahmat menjelaskan

“Aku mandi dulu yah, bau nih” tambah nya

“Ohh..iya..”

” kamu nih jangan mikir macem-macem aku sama dia itu cuma masa lalu, sekarang aku udah nggak ada perasaan apa apa sama dia..” tambahnya lagi sambil mengusap usap rambutku

Aku hanya tersenyum,

Malam itu aku bermimpi rahmat dan laras menikah, apakah itu cuma bunga tidur ataukah rasa takut ku yang berlebihan sehingga terbawa mimpi..

*****

Esok nya aku bertemu lagi dengan laras..dia bersama mba siska , mereka hanya memandang ku dan berlalu. Aku juga tidak memperdulikannya ,selama dia tidak menggangguku dan rahmat .

Tapi sore itu ,aku mendengar lagi ada suara orang depan pintu apartemen. Dan ku lihat ,itu rahmat dan laras..”ahh…kenapa sih mereka harus ketemu setiap hari, bikin kesel aja coba..apalagi larasnya kaya kecentilan gitu, menyebalkan”.gerutuku di balik pintu.

Entah kenapa sejak sore itu ,aku sedikit kesal dengan rahmat. Aku yang biasanya banyak bicara ..mendadak lebih banyak diam,

“Kamu kenapa sih yang, nggak biasanya diem kaya gini lagi pms yah? ..tanya nya sambil memelukku di atas tempat tidur,

“Nggak apa apa kok, lagi pengen diem aja. ” jawabku

******

Pagi itu, kucium aroma masakan dari dapur. Aku kaget karna tak biasanya , karna penasaran aku pun segera pergi ke dapur untuk melihatnya..rupanya rahmat sedang memasak nasi goreng “Tumben tumbenan ..” gerutuku dalam hati .

“Eh..kamu udah bangun yah, sini..aku lagi bikin nasi goreng nih..pasti enak..” ucap nya dengan percaya diri

” sejak kapan kamu bisa masak , ko aku baru tau..trus ko tumben tumbenan dalam rangka apa?..” ucapku masih sedikit kesal

“Ye….kamu marah marah melulu.. Nanti cepet tua loh, keriput..masa masih muda udah keriput..” sahutnya tertawa terbahak,

Aku hanya terdiam, menunggu dia selesai memasak.

“Nih…cantik…nasi goreng ala chef rahmat , ayo di cobain..enak nggak?.. Ucapnya

Aku mulai menyendoknya , dan ternyata memang enak..aku saja belum pernah mencoba membuat nasi goreng se enak dia. Hanya memakai bawang merah dan cabai rawit saja. Ingin rasanya menghabiskannya..tapi aku sedang kesal mana mungkin nasi goreng itu ku habiskan semua, gengsi lah..

“”Mmmh…iya lumayan lah..” jawabku sedikit berbohong

” nanti siang aku mau pergi yah, mau potong rambut..” tambahku

” ya udah nanti aku anter” .ucapnya

” nggak usah, aku lagi pengen pergi sendiri.” Sahutku

” loh..kenapa kok tumben nggak mau di anter, kenapa? Biasanya kemana mana harus aku anter .” ucapnya

” nggak apa apa, kalo nggak nanti deh kamu jemput aja..soalnya takut lama , aku mau sekalian perawatan muka.. Biasanya 3jam an.” ucapku

” oh..ya udah , nanti aku jemput..kamu hati hati yah..”ucapnya memelas dan mata nya berkaca kaca

Aku tak tega melihatnya, ” ya udah deh..anter aku, tapi jangan kamu tungguin yah..kasian takut lama..kamu tinggal aja, nanti jemput lagi..” sahutku tersenyum sedikit

Rahmat cuma mengangguk dan tersenyum..

*****

“Bismillah ..ayo kita berangkaaaat…” ucapnya semangat

Sesampainya disana,

“Kamu jangan kemana mana, tunggu aku jemput di sini.. Kalo bisa jangan keluar dulu.. Biar aku yang masuk duluan..oke..” ucapnya dan mencium keningku

“Iya…” jawabku singkat ,

Aku langsung masuk tanpa melihat ke belakang , tanpa melihat rahmat masuk mobilnya ,tanpa melihat rahmat pergi dan berlalu.

1jam kemudian, hp ku berbunyi..

” yang…udah selesai belum??”.. Pesan rahmat

” ini palingan 3jam an lagi”. Jawabku

” ohh..ya udah, nanti aku jemput 2jam lagi..” tambahnya

Selesai nya, hujan lebat sekali.. aku menunggu rahmat yang tak kunjung datang. Aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 19:00..

” kemana sih , rahmat.. Katanya mau jemput sebelum aku keluar, tadi udah di sms in juga aku selesai jam 6 ..nyebelin banget”. Gerutuku kesal, sambil mondar mandir aku melihat ke kanan ke kiri ke depan dan kebelakang, tapi tak ada tanda tanda rahmat muncul. Di telpon pun tidak dia jawab..

Akhirnya kuputuskan untuk pulang naik taksi, dan mampir sebentar ke apotek untuk membeli tespect ..karna sudah 2 minggu aku terlambat haid.

sesampainya di apartemen aku melihat pintu apartemenku terbuka. “Loh..kok kebuka, rahmat kemana sih..ko di biarin ke buka..kalo ada maling masuk gimana coba..” gerutuku cemas, Aku melangkah masuk ke dalam, dan kulihat rahmat sedang mondar mandir berjalan ke sana kemari sambil jarinya memegang dagunya, sepertinya dia cemas. Cemas akan sesuatu hal ,yang aku belum tahu.

Aku berjalan ingin menepuk pundaknya . tapi…tak lama kemudian.. Ada seorang perempuan keluar dari toilet kita. Ya….Seorang perempuan, yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya ,dan memakai salah satu bajuku, seorang perempuan Sedang apa di dalam apartemen kita, di saat aku sedang tidak ada di rumah. Dan aku baru tahu jawabannya sekarang.. Rupanya telpon ku yang tak di jawab olehnya karna ada seorang perempuan di dalam apartemen. Aku tersentak, tidak bisa berkata apa apa, aku hanya terdiam.. Dan mereka berdua tidak pernah tau keberadaanku kalau saja aku tidak sengaja menjatuhkan vas bunga di dekat pintu,

“Praak”. Vas itu terjatuh hancur berkeping keping seperti perasaanku saat itu

Seketika itu mereka berdua menatapku terbelalak, rupanya perempuan itu laras yang kulihat keluar
masuk apartemen mbak siska,

“Yang..kamu udah pulang , maap yah aku telat jemput nya .” ucap rahmat gemetaran

” yang ..ini laras, temannya vita.. Tadi dia kehujanan mau mampir ke mba siska , dia nya nggak ada ..laras nggak tau kalo mbak siska lagi pergi..”

“Yang sini aku kanalin sama laras..”

Aku tak ingin mendengar penjelasan mereka berdua, Aku hanya terdiam dan segera pergi ke kamarku, ku lihat laras tersenyum tipis ,dan matanya sedikit licik ..tak terasa air mata membasahi pipiku, ku kunci kamarku dari dalam. Karna aku sakit hati melihat mereka berdua, sampai sampai rahmat tega mengabaikan ku yang biasanya tak pernah terlambat menjemput ku.

” ya udah ..rahmat aku pulang dulu yah, makasih loh bisa ikut mandi dan pake baju istri kamu, nanti kalo udah aku cuci ..aku anterin, bilangin maaf yah ke istri kamu.. Takutnya dia salah faham, ” Ucap nya laras memelas dan matanya sedikit licik

Rahmat hanya terdiam, dan laras pun pergi sambil tertawa tipis ..sepertinya dia sudah berhasil membuatku kesal dan sakit hati malam itu..

“Tok..tok…tok…” rahmat mengetuk pintu kamar
“yang..buka dong pintunya, plis dengerin dulu..kamu jangan salah paham..aku sama laras nggak ngapa ngapain kok, aku tadi liat dia kehujanan di pinggir jalan sejam sebelum jemput kamu , dan ku tanya katanya dia ke apartemen mbak siska ..ternyata mba siska nya lagi pergi, jadi aku bawa dia ke sini, aku kasian liatnya basah kuyup di pinggir jalan sendirian, sudah menggigil yang, takut dia pingsan nggak ada yang tolong ,tadi jalanan lagi sepi soalnya..maaf lupa nggak kabarin kamu, aku juga nggak tau kenapa aku bisa ninggalin hp ku di mobil. maaf juga, karna aku pinjemin baju kamu ke dia”. Terdengar suara rahmat lirih dari balik pintu..

Aku terdiam, aku menahan agar aku tak menangis ..tapi tak bisa, dan akhirnya aku menangis semalaman..

*****

Pagi itu pukul 04:30 , aku melihat rahmat selesai solat subuh..aku melihat dia sedang berdoa.pagi itu aku melihat wajahnya berbeda dari biasanya sekilas tampak begitu tampan, begitu bercahaya..

Tapi aku tak ingin mendengarnya, karena aku masih sedikit kesal .

aku kembali ke kamar, aku buka tespeck yang ku beli semalam.”ahh..mudah mudahan positif yah..aamiin” ucapku dalam hati.

Dan ternyata..”ya…positif, alhamdulilah..itu artinya aku hamil ya alloh, aku akan jadi ibu”..ucapku kegirangan .ingin aku memberitahu rahmat tapi kuputuskan nanti saja menunggu waktu yang tepat.

aku lihat rahmat pergi ke kantor dari balik jendela kamar..”rupanya sudah siang” ucapku dalam hati,

Aku berjalan menuju dapur ,karna perut terasa lapar dari kemarin sore belum makan. Tapi di meja itu ada nasi goreng favorit ku dan di sampingnya ada selembar kertas berikut setangkai bunga di atasnya

“Sayang..dari pertama aku bertemu denganmu, aku sudah jatuh cinta dan sampai detik ini aku masih merasakan gejolak itu..Kamu satu satunya wanita tercantik ku, kamu satu satunya wanita paling aku cintai .takkan pernah terganti dengan siapapun itu walaupun dia adalah masalaluku, ..
Yang aku inginkan cuma kamu ,aku hanya ingin mencintaimu saja..
Sayang.. Aku mencintaimu tanpa alasan tanpa kenapa, tanpa tetapi ,dan tanpa pertanyaan lainnya..
Aku ingin kita bisa bersama sama di dunia dan di akhirat..
Sayang..maafkan aku, sudah mengecewakanmu..
Aku harap kamu segera memaafkanku, karena aku merasa hancur di saat kamu tidak sudi lagi menatap wajahku..
Aku satria berkudamu, yang mencintaimu dari dulu, sekarang,nanti dan selamanya..”

Tak terasa air mata ini mengalir deras, tiba tiba pikiran ku melayang ke hari itu ..dimana kita berdua pertama kali bertemu, dimana saat itu hari hariku indah bersamanya, memegang tangan nya, memeluk tubuh hangat nya..aku sadar , aku terlalu egois..tidak ingin memberi kesempatan sedikitpun pada rahmat untuk berbicara, padahal aku sangat mengenalnya .dia sangat baik, lembut, sopan, dan selalu menepati janjinya..mungkin hari itu dia juga tidak tau harus berbuat apa, kala melihat laras basah kuyup kehujanan ,mungkin karena itu aku melihat dia sedikit cemas dan bolak balik berjalan kesana kemari..antara menjemput ku atau menolong laras , karna agak sedikit cemas karna itu hp nya tertinggal di dalam mobil..itu yang membuat aku sulit menghubunginya,
Aku kira rahmat sengaja tak menjawab telpon ku karena lebih memilih laras, tapi ternyata karna merasa cemas berlebihan memikirkan antara aku dan laras mana dulu yang harus di utamakan. Sehingga dia lupa dengan hp nya, dan lupa menghubungi ku karna sedang menolong laras..

Ku putuskan untuk pergi ke supermarket membeli beberapa potong ayam dan sayuran.

aku ingin memasak makanan favorit nya ayam kecap dan sayur bayam. Dan aku buatkan pancake susu dan es kelapa muda ,pokoknya semua yang dia suka..

“Ahhh…akhirnya ,selese juga..tinggal mandi deh, abis itu nunggu rahmat pulang..dan nanti aku akan kasih kejutan ,kalo sebentar lagi dia akan jadi ayah ” ucapku tersenyum dan mengusap perutku

******

“Ting..nong…ting…nong..” suara bel pintu, ku lihat dari lubang pintu ..ternyata rahmat pulang

“Assalamualaikum..” ucap rahmat tersenyum ,kulihat wajahnya bersinar terang..seperti malaikat,

Aku segera memeluknya, “waalaikumsalam ..”ucapku dalam pelukannya..badannya begitu dingin, sepertinya dia sedang sakit atau memang faktor cuaca di luar..

“Makasih sayang..udah mau maafin aku..”ucapnya lirih,

Aku cium bibirnya , seakan tak mau mendengar kata maaf lagi dari mulutnya..karna aku sudah tak sanggup lagi mendengarnya, apalagi mengingat semalaman dia tidur di sofa ..tak berselimut pula,

“Maafin aku ya..yang, aku egois kemaren..nggak mau dengerin kamu..padahal aku tau kamu orang nya baik, nggak bakal macem macem , tapi aku nya yang terlalu cemburu sama laras..” ucapku dan meneteskan air mata,

“Ya udah, sekarang jangan bahas itu lagi ya..kamu cepet mandi, trus kita makan..aku udah buatin ayam kecap, sayur bayam, pancake ,sama es kelapa kesukaan kamu..” ucapku tersenyum..

Rahmat hanya tersenyum ,

“Dan nanti aku akan kasih kejutan , ada sesuatu yang mau aku sampein sama kamu..pasti kamu seneng,” tambahku

“Apa itu sayang..aku pengen denger sekarang, ” ucapnya sambil meneteskan air mata

Kupeluk dia ,ku dekat kan wajahku ke wajahnya sehingga nafas kita beradu.

“Sayang, sebentar lagi kamu akan jadi ayah..aku hamil yang ..tadi pagi aku pake tespeck yang aku beli semalem” ucapku meneteskan air mata

“Alhamdulilah…”ucap nya sambil mengecup bibirku, dan menangis

Lalu dia mengusap perutku,

“Semoga kamu jadi anak yang sholeh dan sholehah ya sayang..kalo nanti kamu udah besar , jaga ibu kamu dengan baik..cintai ibu kamu seperti ayah mencintainya..cintai ibumu sampai akhir hayatmu..” ucapnya sambil mengusap dan mencium perutku.

Dan dia memelukku lagi, seperti akan berpisah jauh, tak bosan bosan nya memelukku..

“Tululululululut..tululululululut..” suara hp ku berbunyi

“Sebentar ya sayang..aku tinggal kan rahmat dan pergi ke sofa untuk mengambil hp dan menjawab telpon

Dan mataku terbelalak, ” loh…rahmat????..” ucapku terheran heran, ada apa ini ..bukannya tadi dia ada sama aku, apa mungkin dia menelponku di kamar atau di toilet..aku mencari cari sambil berlari seperti orang gila , dan setengah berteriak memanggil manggil namanya…”rahmat…rahmat…di mana kamu, “ucapku

Dan hp ku terus berbunyi, dan aku menjawabnya..

“Yang, kamu dimana?? ..kenapa tiba tiba kamu telpon aku, kamu kemana?? pergi kok nggak bilang bilang..aku pikir kamu langsung mandi..” ucapku cemas

“Maaf bu..saya bukan bapak rahmat, saya dari pihak kepolisian..ingin memberitahukan bahwa bapak rahmat mengalami kecelakaan lalu lintas, dan maaf bu ..bapak rahmat meninggal di tempat..” ucap orang itu di balik telpon..

“Braaak…” hp ku terjatuh, aku pingsan..


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here