Mafia Tampan dan Gadis Aneh #20

0
94
views
Mafia Tampan dan Gadis Aneh

Aku menolak ajakan Kenzo karena aku tidak ingin membolos kuliah, ku tak ingin menyia-nyiakan beasiswa prestasi ku berkuliah di kampus impianku. Ketika aku meminta Kania dari gendongannya, Kenzo menolak.

“Ayo lah ikut gue, urusan kuliah lo dan urusan sama pak Adit nanti gue yang bertanggung jawab.” ucapnya dengan senyuman menatap wajahku

“Iya.” Jawabku singkat, aku bersikap jutek kepadanya.

Pada akhirnya aku terpaksa ikut pergi bersamanya karena aku tidak ingin jika ia menyakiti adikku Kania.

“”””

Kami pun pergi dengan mengendarai motornya, aku akui jika motor keren. Kenzo mengendarai motor dengan kecepatan tinggi yang membuat aku dan Kania takut sontak saja aku memeluknya.

Ku meminta agar Kenzo berhenti namun ia menolaknya malah semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar kesal. Sepanjang perjalanan aku memarahinya.

Apa mungkin karena Kenzo adalah mantan seorang pembalap dan kini yang ku dengar ia menjadi ketua geng motor ia jadi seperti ini.

“”””

Motor pun berhenti di depan sebuah mall. Sembari menggendong Kania Kenzo mengajak aku masuk.

“Untuk apa kamu ajak aku kesini?” tanyaku, Ketus.

“Lo pilih aja apapun yang lo suka nanti gue bayarin.” Jawabnya yang membuat aku terkejut.

“Maaf, aku bukan perempuan matre.”

Dengan senyuman ia pergi bersama adikku, mengajaknya memilih-milih pakaian dan mainan.

Kania terlihat sangat bahagia bersama dengan Kenzo, orang yang ia takuti.

Aneh memang namun ku akui dia bisa membuat semuanya berubah, adikku menjadi bahagia.

Aku hanya melihat-lihat pakaian saja dan berharap suatu saat nanti aku bisa membelinya dengan yang tabunganku.

Di sana aku tak sengaja bertemu dengan pak Rivan.

“Kesya, kamu kok disini.” ucap pak Rivan, tersenyum.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here