Lia Si Pembantu Kecil #08

0
768
views

Mungkin benar kalo akhir cerita tak selamanya indah dan bahagia, sama seperti kisahku. Hidupku harus berakhir dalam keadaan yang tak baik. Meninggal tanpa ditemani satu orangpun sanak keluargaku. Bahkan yang lebih mengenaskan jasadku baru ditemukan oleh petugas patroli tol yang sedang bertugas, tiga hari setelahnya. Lalat sudah mulai mengerubuti tubuhku, bau tak sedap menyeruak.

Kabar kematianku sontak membuat seisi kampung geger, bagaimana mungkin bisa aku yang diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tiba tiba ditemukan tewas di tepian jalan tol. Perangkat desa dan bapak menjemput jasadku untuk dimakamkan di kampung halaman, sedangkan Ibu hanya bisa menangis dan beteriak histeris ketika kembali mengingatku. Gadia kecil yang berpamitan untuk bekerja, mengabdikan diri demi menopang ekonomi keluarga menjadi lebih baik, kini akan pulang dalam wujud mayat yang sudah tak bernyawa lagi.

Setelah melakukan otopsi polisi mengijinkan mayatku dibawa pulang, dari sana diketahui kalo dalam lambungku masih ada puluhan kapsul berisi sabu-sabu dan satu kapsul yang sudah terbuka. Di duga kuat aku mengalami overdosis, kalau saja saat itu Mami tidak meninggalkanku begitu saja, pasti saat ini nyawaku masih bisa tertolong. Dokter masih bisa melakukan penanganan untuk menyelamatkan nyawaku.

Sementara itu, majikanku yang biadab itu terlebih dulu sudah melaporkan kehilanganku dari rumahnya. Menurutnya aku kabur dari rumah sekitar seminggu lalu dengan membawa lari uang jutaan rupiah. Bukti laporan sudah dibuat tepat saat aku dan Mami akan berangkat ke Hongkong. Sangat mulus jadi tak ada yang mencurigai Bapak mengenai kematianku. Polisi masih sibuk menyelidiki siapa orang yang sudah membayarku dan menyuruhku menjadi kurir narkoba. Mereka berpura-pura kaget mendengar kabar kematianku. Sampai saat ini Ibu belum tau apa pekerjaan sampingan Bapak, dan mereka sudah mulai memesan pembantu baru untuk dipekerjakan dirumah mereka menggantikanku.

Sekarang mereka semua hanya akan mengingatku sebagai Lia si pembantu kecil yang meninggal karna obat terlarang. Tak ada seorangpun yang tau kalau aku terpaksa melakukan hal itu, mereka tak tahu aku belum sempat melaporkan semua ini kepda polisi. Yang mereka tahu hanya ada uang jutaan rupiah di dalam tas kecilku, mereka yakin uang itu adalah uang haram.

Andai saja sekolah itu tak perlu membayar uang gedung dan juga uang pendaftaran, pasti saat ini aku masih duduk manis menerima pelajaran dari guruku. Walopun mungkin yang ku kenakan hanya baju putih abu-abu yang warnanya sudah mulai pudar, karna pasti bukan seragam baru yang akan bapak belikan untukku. Andai saja jarak tempuh dari rumah tidak jauh sekali, pasti saat ini aku sedang mengayuh sepeda bututku untuk ke sekolah dan menuntut ilmu sembari merajut mimpiku menjadi guru.

Keadaan yang membuat aku jadi seorang pembantu kecil, yang berakhir dengan kematian. Semoga kedepannya tidak akan ada lagi Lia, Lia sepertiku. Yang terpaksa memupus keinganannya untuk bersekolah. Semoga saja di desa-desa semakin banyak sekolahan yang lebih dekat. Agar anak-anak sepertiku bisa kesekolah dengan mudah. Dan untuk kalian yang beruntung bisa sekolah dengan mudah ,memiliki orang tua yang berkecukupan jangan sia-siakan kesempatan itu. Karna banyak Lia, Lia lain yang ingin ada di posisi kalian.

 

Baca sebelumnnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here