Lia Si Pembantu Kecil #06

0
103
views

befren.com  – Setelah lebih dari satu jam perjalanan akhirnya sampai juga aku disebuah rumah mewah. Tidak mirip sama sekali dengan gedung sekolah. Tiba-tiba muncul seorang perempuan yang ku taksir usianya sama seperti ibu, bedanya perempuan itu lebih suka berdandan. Lipstik warna merah manyala menghiasi bibir tipisnya, bulu matanya lebat, dan alisnya terlihat sangat rapi. Ada gelang emas di tangan kanan dan kirinya, cincin berjejer dari jari manis, jari tengah bahkan sampai jari telunjuk. Penampilannya tidak seperti seorang guru menurutku.

“Mi, ini Lia yang aku ceritakan di telfon ajari dia sampai pintar”.

“Oke siap”.

“Lia, mulai hari ini setiap sabtu, minggu kamu akan Bapak antar kesini untuk belajar”.

“Baik pak”. Bisa bayangkan betapa senangnya hati ini, rasanya gak percaya kalau aku akan benar- benar semakin dekat dengan impianku. Aku harus lebih rajin lagi dalam bekerja, aku tidak boleh mengecewakan bapak yang sudah berbaik hati menyekolahkanku.

Selama dua jam aku belajar bersama Mami, perempuan cantik yang bernama Ratih itu lebih suka dipanggil Mami. Kali ini pelajaran bahasa inggris yang diajarkan kepadaku. Pada dasarnya aku memang lumayan pintar, jadi tak sulit untukku menerima semua materi yang diajarkan oleh Mami. Dulu waktu di SMP aku bahkan menjadi murid kesayangan guruku.

Selesai belajar kami kembali kerumah, kali ini bapak mengendarai mobil lebih cepat dibanding saat berangkat. Sebelum sampai dirumah kami mampir dulu ke sebuah rumah makan dan bapak membeli beberapa makanan untuk dibungkus dan dibawa pulang.

****

Sudah tiga bulan semenjak bapak mengantarkanku ke rumah mami untuk belajar. Walaupun cuma belajar setiap sabtu dan minggu saja, sekarang aku sudah banyak kemajuan. Tapi sayangnya hanya bahasa inggris saja yang diajarkan oleh Mami. Tanpa sedikitpun curiga aku tetap semangat memahami semua yang diajarkan Mami.
Uang gajiku selama bekerja sudah terkumpul cukup banyak, kali ini aku ingin meminta ijin kepada bapak untuk pulang kampung.

Karena aku bekerja dengan baik, dan belajar dengan rajin Bapak menghadiahkan sebuah ponsel untukku. Barang mewah yang belum pernah kumiliki sebelumnya. Cuma tiga hari waktu yang diberikan oleh majikanku untuk pulang ke desa. Rasanya aku sudah rindu kepada adikku, teman- temanku dan terutama kepada kedua orang tuaku. Waktu tiga hari rasanya sangat singkat. Aku masih ingin berlama-lama berada disini. Tapi aku harus kembali bekerja, dan kembali menuntut ilmu juga.

Kuceritakan semua kepada kedua orang tuaku, tentang sekolahku, tentang baiknya kedua majikanku. Tak henti mereka mengucap syukur karna aku mendapat majikan yang baik. Semoga saja semua terus berjalan dengan baik dan semua sesuai dengan harapan. Selama di rumah, aku menyempatkan diri untuk pergi ke sawah, ke ladang dan semua tempat yang sudah empat bulan ini aku tinggalkan.

***

Hari ini Bapak akan mengantarkan aku kerumah Mami, tapi sebelum berangkat Bapak memintaku untuk membawa beberapa baju ganti. Kata Bapak aku akan menginap dirumah Mami selama beberapa hari karna Bapak dan Ibu mau pergi keluar kota selama beberapa hari juga.

Sampai disana bapak menyerahkan amplop kepada mami, sebelum pergi bapak juga berpesan kepadaku kalau aku harus menurut kepada mami. Tak ada yang mencurigakan, semua terlihat normal. Tapi sebenarnya ada rencana besar yang akan sudah dirancang oleh mereka berdua.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here