Lia Si Pembantu Kecil #05

0
1184
views

Kriiiiiing…. Kriiiiing…. Kriiiing
Suara jam beker kecil ini sukses membangunkanku, rasanya kepalaku sedikit pusing. Aku tak sadar kalo Arya tertidur dikamarku. Biasanya setelah bangun aku bersiap untuk sholat dan mengerjakan semua tugasku, tapi kali ini aku ragu, aku bingung.
Suara apakah yang semalam ku dengar, kenapa seperti suara tembakan yang ada di televisi.

Perlahan ku intip ruang tengah, sepi. Seperti biasa semua rapi, padahal jelas semalam ada banyak suara barang dibanting dan dilempar. Dalam bayanganku pasti semalam Bapak mengancam Ibu yang hendak minggat, karna takut dengan ancaman bapak akhirnya Ibu menurut dan meredam emosinya. Terlihat ada bekas lubang di plavon ruangan itu, mungkin semalam bapak sengaja menembakan senjatanya ke arah plavon untuk menggertak Ibu.

Ah sudahlah memikirkan semua itu membuat aku takut, itu juga bukan urusanku. Hari ini setelah membereskan pekerjaanku, aku akan berpamitan pulanh kampung saja. Aku takut berada disini, keluarga yang berkecukupan materi tapi sering sekali ribut. Mungkin semua karna sifat curiga Ibu sebagai istri, atau mungkin ini semua karna salah bapak yang tidak mau terbuka sebagai suami.

Sepertinya keinginanku untuk sekolah lagi hanya tinggal impian, bagaimanapun juga aku harus pergi. Mungkin sekarang masih baik-baik saja, tapi siapa yang tau hari esok.

****

Terdengar suara pintu kamar Bapak terbuka, hari ini adalah hari minggu, jadi bapak tidak pergi ke kantor. Segera ku siapkan teh manis kesukaan bapak dan ibu. Setelah itu kulihat ibu yang keluar dari dalam kamar mengenakan baju tidur tipisnya. Tidak ada sedikitpun memar di muka ibu, tidak seperti adegan di sinetron itu, dimana setiap kali selesai bertengkar pasti akan ada memar di muka sang istri. Pikiranku terlalu jauh.

“Pak, Buk, ngapunten Lia mau ijin pulang kampung, nenek Lia sakit. Lia diminta pulang untuk menemani nenek dirumah”.

“Darimana kamu tahu kalo nenek kamu sakit, kan kamu disini gak ada telepon”.

Oh iya aku lupa kalo aku tidak punya ponsel, harusnya aku berpamitan nanti sore saja. Aku bisa berpura pura kalo siang tadi mbak Dini datang untuk mengabarkan kepadaku. Semua tidak ku fikirkan sebelumnya.

“Sudah lanjutkan perkerjaanmu, apa yang terjadi dengan Bapak dan Ibu bukanlah urusanmu. Dan semua itu tidak perlu mengganggu kerjamu. Nanti sore ikut Bapak, bapak akan mendaftarkanmu sekolah”.

Rasa takut itu semua hilang, menjadi rasa bahagia mendengar kata bapak. Akhirnya aku jadi sekolah. Aku harus kerja lebih rajin lagi.

****

Sore hari setelah mandi, bapak menyiapkan mobil dan mamintaku bersiap. Sedangkan Ibu dan Arya sedang asyik dikamar untuk menonton televisi. Seperti tak pernah terjadi apa-apa semalam. Cuma aku dan Bapak yang akan pergi, bapak menyuruh ibu untuk tetap tinggal dirumah dan tidak perlu ikut.

Rasanya tak sabar ingin melihat sekolahku yang baru, aku sibuk membayangkan banyaknya teman baruku nanti. Tapi aku sedikit berpikir, apa mereka mau berteman denganku yang cuna seorang pembantu kecil. Kalo aku sekolah nanti, aku akan memperhatikan semua ajaran guruku, aku mau jadi murid terpandai di kelas. Akan kugunakan sebagian uang gajiku nanti untuk membeli tas, buku, dan sepatu, oh iya beli tempat minum juga biar aku bisa membawa minum dari rumah. Luamayan kan bisa berhemat gak perlu beli minum dikantin.

Sepanjang perjalanan, banyak hayalan khas ABG yang kupikirkan.Tentang calon temanku nanti, tentang semua hal yang akan terjadi di sekolah baruku nanti. Tanpa aku sadar kalo hari ini hari minggu. Adakah sekolah yang buka dihari minggu?. Walaupun sekolah siang dan sedikit berbeda dengan sekolah pagi, setidaknya pasti sama kalo minggu tutup.

Sudah lewat satu jam perjalanan dari rumah menuju sekolah, tapi kenapa tak sampai sampai. Kalo sekolahnya sejauh ini, pasti nanti aku harus naik kendaraan umum untuk pulang pergi. Atau aku simpan lagi gajiku untuk membeli sepeda agar lebih hemat. Sama sekali tak ada kecurigaan difikiranku, mau dibawa kemana sebenrnya aku sekarang.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here