Ketulusan Cinta di Balik Cadar #16

0
73
views

Merahasiakan


Ustadz Dimas membuka pintu. Ternyata orang itu ibunya.
“Nak istrimu kenapa menangis, ada apa?” tanya ibu mertuaku, masuk ke dalam kamar lalu duduk di sampingku.

“Tidak ada apa-apa umi, Humairah hanya rindu dengan kedua orang tuanya.” jawab ustadz Dimas.

Ya Allah mengapa ustadz Dimas rela berbohong demi aku. Ia merahasiakan apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku kepada sang ibu.

Ibu Dania ibu mertuaku langsung memeluk aku, ia berkata.
“Jangan menangis nak, umi adalah ibumu juga, umi menyayangimu.” ucap Ibu mertuaku, Mencium keningku.

“””

Hari ini ustadz Dimas rela tidak pergi ke pondok pesantren demi menemani aku di rumah. Menyuapi aku makan meskipun aku sudah menolaknya.

“Sudah kamu jangan sedih lagi, kamu sekarang bilang sama saya siapa yang tega melakukan hal itu?” tanya dia kembali, sembari menatap mataku dengan kecemasan di wajahnya.
Air mata pun terjatuh ketika menulis namanya di buku kecil, memberitahu ustadz Dimas.
[Alvaro adik ustadz]

“””

Wajah ustadz Dimas terlihat sangat terkejut ketika mengetahui ternyata laki-laki yang tega melakukannya adalah adiknya sendiri.

“Ustadz tolong jangan melakukan apapun sama Alvaro, aku takut.”
Ustadz Dimas berjanji tidak akan menyakiti adiknya dan berpura-pura tidak tahu tentang hal itu untuk melindungi aku, ia juga berjanji akan selalu melindungi diriku apapun yang terjadi.
[Terima kasih ustadz, aku sayang ustadz]

“Aku juga menyayangimu, maafkan adik saya dan maafkan saya malam itu tidak bisa melindungimu.” Ustadz Dimas memeluk aku.

“”

Aku dan ustadz Dimas dikejutkan dengan kedatangan Alvaro yang secara tiba-tiba masuk begitu saja ke kamar tanpa mengetuk pintu.

Ku menunduk aku merasa takut dengan Alvaro.

“Al kamu ngapain, ayo kita keluar.” ucap ustadz Dimas, mengajak adiknya keluar.
Ustadz Dimas menyuruh aku beristirahat di kamar saja lalu ia mengunci pintunya.

Bersambung

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here