Ketulusan Cinta di Balik Cadar #07

0
67
views

Berceritalah


“Bagaimana ini, apakah aku harus menceritakan semua yang terjadi kepada ustadz Dimas,” batinku.

Aku terdiam, menangis, kebingungan ku ingin bercerita namun aku merasa takut karena Alvaro berada di hadapan ia berdiri, menatap mataku dengan tajam.
Ustadz Dimas mengulangi pertanyaannya. Mungkin ustadz Dimas curiga dan merasa aneh dengan sikap Alvaro yang tiba-tiba berubah menjadi baik kepadaku, menjadi sosok laki-laki yang lembut.

“Kamu berceritalah apa yang terjadi, siapa yang membawamu ke tengah hutan, ke rumah kecil itu?” Ustadz Alvin, wajahnya terlihat sangat mencemaskan diriku.
“Aku tidak apa-apa, aku kemarin mau pulang ke rumahmu tapi nyasar ke hutan.” ku memperlihatkan pesan yang aku tulis di buku kecil hadiah darinya.
Ustadz Dimas dan Alvaro membaca pesan itu.

Alvaro tersenyum setelah mengetahui peran yang aku tulis. Wajahnya terlihat lega karena aku tidak menceritakan semua yang terjadi. ia pergi begitu saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena aku celaka karenanya.
“Ya sudah sekarang kamu makan.” Ustadz Dimas mengambil semangguk bubur yang terletak di meja.

Ustadz Dimas menyuapiku dengan sabar dan penuh ketulusan. Aku hanya memakan beberapa suap karena mulutku terasa pahit.
Seusai makan ustadz Dimas membantuku meminum obat lalu menyuruh aku beristirahat, ia menyelimuti aku.

“”””

Hari sudah mulai gelap, malam begitu dingin. Malam ini tengah hujan lebat diluar. Pikiran terasa tidak tenang karena aku masih teringat kejadian yang terjadi di rumah itu.

Tiba-tiba saja Alvaro masuk ke dalam ruang rawat ku, ia mendekati aku seiring langkah kakinya aku begitu takut dengannya. Ku berharap ustadz Dimas segera kembali.
“Heh, kenapa lo ketakutan gitu!” Alvaro mendekat dengan tatapan mata yang tajam.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here