Ketulusan Cinta di Balik Cadar #06

0
122
views

Sakit


Ku semakin takut karena ular semakin mendekat ke arahku. Tak tahu harus bagaimana, di rumah ini tidak ada orang dan letak rumah ini terpencil di tengah hutan jauh dari permukiman penduduk.

“Bagaimana ini ya Allah.” Batinku, berusaha melepaskan ikatan tali pada kursi yang mengikat kaki dan tanganku.

Ular itu mengigit kakiku. Kepala terasa pusing, pandangan mata kabur.

“”””

Ketika aku membuka mata, terlihat ustadz Dimas berada disampingku. Ia menatap wajahku, ia membantu aku bangun dari tidur. Tubuh ini terasa lemas dan kepala masih terasa pusing, kaki terasa sakit.

“Kamu tiduran saja, jangan banyak bergerak dulu.” Ustadz Dimas, meminta ku tidur kembali karena kondisiku masih lemah.
Dengan bahasa isyarat aku meminta tolong Ustadz Dimas untuk mengambilkan buku kecil itu sembari menunjuknya.

Ustadz Dimas pun mengambil buku kecil lalu memberikan buku itu kepada diriku.
“Ustadz saya dimana.” Kataku dalam pesan itu sembari memperlihatkan bukunya kepada ustadz Dimas.
“Kamu berada di rumah sakit, sudah 1 Minggu kamu tidak sadarkan diri.” Ustadz Dimas menatapku sembari tersenyum.

Ku tak pernah menyangka jika sudah satu Minggu aku terbaring tidak sadarkan diri karena peristiwa itu. Aku masih ingat jika aku disekap oleh mas Alvaro dan kakiku tergigit ular.

Aku dikejutkan dengan kedatangan mas Alvaro. Takut itu yang aku rasakan saat melihatnya.

“Kamu kenapa, cerita apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu berada ditengah hujan?” tanya ustadz Alvin.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here