Kecanduan Konten Dewasa

0
207
views

Terdiam saya mengoreksi jawaban PAS (Penilaian Akhir Semester) 1 mata pelajaran IPS salah satu murid laki-laki saya di kelas 9. Bagaimana tidak, jawabannya ngawur sekali. Jauh dari yang pernah saya sampaikan saat mengisi materi di kelas.

Pertanyaan soalnya adalah Mengapa penduduk Afrika sangat jarang? Sebutkan 3 alasannya! Jawabannya ngasal : karena mereka jarang melakukan hubungan sex. Cuma satu jawaban itu saja. Hadew…

Ternyata sudah duduk di kelas 9 dia belum berubah. Dulu waktu kelas 8 juga sering ngaco jika menjawab pertanyaan. Waktu itu ada pertanyaan, Sebutkan produk-produk agrikultur dan non agrikultur! Dia jawab produk agrikultur contohnya pertanian, produk non agrikultur contohnya video bokep. Astaghfirulloh hal adhiem!!

Pernah juga dulu HP-nya disita BP ketika ada razia ketertiban sekolah. Teman-temannya bilang, kalo di kelas sering buka HP diam-diam pas pelajaran. Juga saat istirahat, tidak bermain dengan teman-temannya, tapi sibuk main HP. Kecanduan sekali.

“Dia itu lihat video porno, Bu.”kata anak-anak perempuan.
“Kok kalian tahu?”
“Lha saya cuma duduk di belakangnya, kelihatan sedikit Bu…”
“Pas saya lewat di sebelah mejanya waktu istirahat, saya juga sempat lihat, Bu.”kata yang lain.

Semua terkuak ketika orangtuanya dipanggil ke sekolah untuk mengambil HP yang disita, tapi tidak ada yang bisa datang, saking sibuknya. Yang datang ke sekolah adalah pamannya. Ayahnya seorang petinggi prajurit full time dinas, ibunya bekerja di salah satu instansi pemerintah, selalu pulang sore. Sebagai anak tunggal dia hanya di rumah saja dengan neneknya. Dan…di rumah full wifi!

Terjawab sudah sumber penyebab kecanduan pornografinya. Penggunaan internet yang tidak terkontrol. Membuatnya nyaman di kamar saja, tidak mau bermain di luar rumah dengan teman-temannya, begitu kata pamannya.
Pantesan kalo menjawab soal jadi aneh, mungkin karena isi di kepalanya full hal-hal yang berbau-bau porno, jadi menjawabnya juga terhubung-hubung dengan hal porno tersebut.

Benarlah kalo kecanduan pornografi itu lebih berat daripada kecanduan narkoba.
Dan…menjadi PR besar pendidik di zaman sekarang adalah salah satunya bagaimana menghadapi anak-anak yang sudah terpapar pornografi? Tidak hanya satu, dua anak saja, ada ribuan bahkan mungkin jutaan anak-anak dengan kasus yang seperti ini.

Penulis: Ernawati

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here