Jodoh Ditangan Tuhan Season 2 #09

0
57
views
Jodoh Ditangan Tuhan

Malam itu Adam menemani Asha mencari kontrakan, Asha adalah teman semasa SMA Adam, Sewaktu SMA, Asha memiliki Rasa yang lebih kepada Adam, namun Adam lebih memilih Kayla.
Asha menikah dengan pria yang dijodohkan oleh orang tuanya, dan selama menikah Asha mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Setelah mendapatkan kontrakan, Adam langsung pamit pulang pada Asha, dan meninggalkan Asha dikontrakan barunya.
Saat Adam pamit, Asha menahannya, dengan alasan dia takut ditinggal sendirian ditempat asing.

“Jangan pergi, Dam! ”

” Hey, aku gak bisa menemani kamu Sha, istri aku menunggu ku dirumah, aku sudah telat pulang kerumah, ”

“Istri? Kamu sudah menikah, dengan Kayla kah?”

“Sudah, tapi bukan dengan Kayla, Hawa namanya, dia mahasiswa aku, yang kini menjadi istriku, aku pamit Sha, Assalamualaikum, ”

” Waalaikumsalam, ” jawab Asha.

Adam melajukan mobilnya dengan kencang, agar sampai dirumah lebih cepat.
Sesampainya dirumah, Adam melihat Hawa sedang menunggunya diruang tamu.

” Assalamualaikum, maaf Wa, aku kelamaan pulang, ”

” Waalaikumsalam, gak apa mas, kamu tadikan sudah katakan bakal pulang telat, aku siapkan makan malam buat kamu dulu mas, ”

Adam menarik lengan Hawa, ” Kamu masak tidak? Kita makan diluar saja yuk, ”

” Masak mas, kita makan dirumah saja, ”

Hawa lalu berjalan kedapur, menyiapkan makanan untuk Adam. Selesai membersihkan diri Adam langsung menuju dapur, dan menemui Hawa.

***

” ini mas tehnya” ucap Hawa dengan lembutnya pada Adam, Hawa kemudian duduk disamping Adam dan menyandarkan kepalanya ke bahu Adam yang sibuk dengan laptopnya. Tangan Adam pun langsung menyambut sandaran Hawa dengan memeluk bahu Hawa sembari sesekali tanganya membelai rambut Hawa yang panjang.

“Kamu sibuk ya Mas,”

“Sedikit sayang, aku harus menyiapkan bahan UTS untuk mahasiswa aku, kenapa Wa? ”

Sebenarnya Hawa ingin mengeluhkan perutnya yang sakit, namun Hawa memgurungkan niatnya, karena tidak ingin membuat Adam khawatir akan dirinya.

Hawa tiba-tiba berdiri hendak pergi menuju dapur dan meninggalkan Adam yang sedang menikmati teh buatanya dan laptopnya.

“Aww… ” Hawa meringis menahan sakit sambil memegangi perutnya.

” Kamu kenapa Wa?”

“Gak apa-apa mas, perutku cuma sakit sedikit, ”

” Serius? Kita ke dokter ya, ” ucap Adam dengan nada Khawatir.

” Gak perlu mas, ini sakitnya juga dah berkurang koq, ”

” Ya sudah, kamu istirahat aja duluan, sebentar lagi aku selesai koq, ”

***

Hawa pun duduk di ujung tempat tidurnya. Melihat Adam sibuk dengan laptopnya, tiba-tiba Hawa tertawa,

” Kamu kenapa Wa, tiba-tiba tertawa, ” tanya Adam heran.

Hawa menghentikan tawanya, Hawa teringat saat-saat pertama dia bertemu dengan Adam, yang marah padanya ketika salah memberikan flashdisk tugas yang diberikan Adam dulu.
Adam menutup laptopnya, dan duduk disamping Hawa,

” Kenapa? Ada yang lucu ya?”

Hawa menggelengkan kepalanya, “Enggak mas, aku hanya keingat waktu pertama kali kita mulai dekat, kamu marah nyeremin,”

“Jadi aku nyeremin nih? ”

” Dulu… ” ucap Hawa sambil tertawa.

***

Di bawah pohon yang rindang Adam duduk dibangku taman, terlihat seperti sedang menunggu seseorang,
Hampir Sekitar setengah jam terlihat gadis cantik dari belakang dan langsung memeluk Adam dengan mesra yang membuat Adam terkejut.

“Hai Dam, sudah lama ya nungunya? ” ucap Asha.

“Hai juga Sha, ngak kok baru setengah jam.” balas Adam.

“Bisa lepas pelukan kamu Sha, maaf gak enak dilihat banyak orang. ”

” Oh ya, Maaf Dam. ”

” Ada apa kamu menyuruh aku kemari, Sha?”


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here