Jodoh Ditangan Tuhan Season 2 #07

0
88
views
Jodoh Ditangan Tuhan

Pagi ini, sebelum Adam pergi kerja, Adam mampir kerumah orang tuanya, Adam duduk sendirian di pinggir kolam renang rumah, Adam sengaja mampir ke rumah Ayah dan Bundanya, karena ada hal yang ingin diceritakan kepada Ayahnya.

Adam sambil memegang secangkir kopi buatan Adiknya Dini, di tangannya, sambil memandangi riak air kolam.
“Adam, kamu sedang melamunkan sesuatu kah?” tanya Ayah Adam.

“Ayah! ” Adam melihat Ayahnya yang kini duduk dibangku yang ada dipinggiran kolam renang rumah Adam.

” Kenapa terkejut?? Pagi-pagi sudah melamun. ”

” Adam bertengkar dengan Hawa, Yah. ”

Adam menceritakan kepada Ayahnya perihal mengenai masalah pada rahim Hawa, sehingga membuatnya sampai sekarang belum bisa memberikan cucu kepada orang tuanya.

” Lalu apa yang membuat kamu resah, itu bukan kesalahan Hawa, itu tandanya Allah belum memberikan rezekinya kepada kalian buat mengurus seorang anak, fokus pada kesehatan Istrimu dulu, Kasihan dia, terlalu banyak kepahitan yang harus dihadapinya, kehilangan orang tua dari kecil, leukumia, lumpuh, dan traumatis akibat penculikan itu. ”

” Yang Adam tak habis pikir, Hawa menyuruh Adam menikah lagi, Yah! ”

” Lalu?? Kamu mau? ”

” Nggak akan pernah Yah. ”

“Kenapa tak ingin menikah lagi? bukankah Hawa sudah mengikhlaskannya.”

” Tidak, bagi Adam, menikah itu hanya sekali Yah, dan Hawa adalah istri Adam satu-satunya.”

“Kamu harus mengembalikan kepercayaan diri Hawa, jangan marah jika dia meminta hal-hal aneh kepada kamu, dia seperti itu karena dia merasa bersalah akan dirinya sendiri. ”

***

Adam menemui Sarah, dengan maksud ingin menanyakan apa sebaiknya yang harus dilakukan terhadap Hawa, dalam menghadapi masalah pada rahimnya.

“Kenapa Dam, kamu mengajak aku ketemuan? mana istri kamu? ”
” Aku ingin bicarakan masalah Hawa, tentang masalah penyakitnya itu, Sar. ”

” Kamu faham gak endometriosis itu Dam? ”

” Tidak begitu faham, apakah itu berat? ”

” Tergantung, penyebabnya apa, dalam hal ini kita harus periksa lagi istri kamu. ”

“Apa dia masih bisa hamil, Sar?”

“In syaa Allah, Bisa koq Dam, nanti ajak Hawa untuk periksa lagi, kita telusuri apa penyebab endometriosis pada dia. ”

” Aku masih bingung, Sar. ”

“Begini Dam, Endometriosis itu bisa terjadi karena, pertama gangguan hormon, penyembuhannya, bisa dengan obat-obatan, kedua endometriosis bisa terjadi dalam bentuk kista, penyembuhaannya dapat dilakukan dengan pembedahaan dan terapi hormonal. Nah! Jika operasinya berhasil, Hawa bisa hamil, tetapi, ada kasus pasienku, dia menderita endometriosis ringan, tampa operasi, dia bisa hamil, karena menerapkan pila hidup sehat, hindarin stress berlebihan, dan ya itu terapi pengobatan rutin. ”

” Ya, baiklah Sar, thanks ya.. nanti aku ajak deh dia buat pemeriksaan lebih lanjut. ”

” Jangan stres-stres katakan pada Hawa, lagian dia masih muda banget, jadi jangan takut. ”

***

” Belum tidur Wa? ” Tanya Adam saat memasuki kamarnya.

” Mas Adam dari mana? ”

” Bertemu Sarah”

Hawa terdiam, lalu bangkit dari tempat tidurnya bermaksud ingin menyiapkan makan malam untuk Adam.
Saat hendak keluar pintu, Adam mengenggam tangan Hawa, dan menariknya kepelukannya. “Aku bertemu Sarah, hanya ingin tau kondisi kamu, apa yang seharusnya kita lakukan untuk menangani penyakit kamu.”

“Aku tidak minta penjelasan mas, aku keluar mau menyiapkan makan malam untuk kamu. ”

” Aku tau, kamu tidak meminta penjelasan, tapi aku tau kamu cemburu, makanya aku menjelaskannya tampa kamu minta. ”

“Pengen banget gitu aku cemburu ya Mas, kalau aku cemburu, mana mungkin aku menyuruh kamu menikah lagi.”

“Aku gak akan menikah lagi, sampai maut yang memisahkan kita, itu janji aku, Janji aku pada Allah di hadapan Wali kamu, dan saksi, jadi sekali lagi, jangan pernah aku meminta aku untuk menikah lagi. ”

***

Hawa menatap bulan yang sedang menyinari bumi. Seperti hari-hari biasanya, dia merasakan kedamaian saat menatap sang bulan. Hawa menghembuskan napas pelan. Hatinya merasa gelisah. Dia menatap bulan seakan pertanyaan dalam hatinya akan terjawab.

Adam memeluk Hawa dari belakang dan mencium rambut Hawa yang tak terbalut hijab.

“Sayang, ayo masuk, udara malam gak bagus buat kesehatan kamu. ” ucap Adam membuyarkan lamunan Hawa
” Mas, apa aku bisa sembuh? Jika aku tidak sembuh bagaimana”

Adam menatap Hawa “Kamu akan sembuh” Adam mempererat pelukannya. Hawa membalas pelukan Adam yang memberikan kehangatan pada dirinya.

Keesokan harinya Adam mengajak Hawa untuk memeriksa kondisinya kembali, “Wa, jika kamu tidak ingin Sarah jadi dokter kamu, kita bisa cari dokter lain.”

“Gak apa-apa, kita konsul bersama dokter Sarah aja. ”

” Kamu yakin Wa, gak mau coba dokter lain? ”

Hawa menggelengkan kepalanya,” Sarah udah pas, dia dokter wanita, jadi gak masalah.”

Adam menggenggam tangan Hawa, ” cinta yang sesungguhnya akan mengatakan aku butuh kamu, karena aku siap untuk mencintaimu dan menjalani suka duka bersamamu, jadi jangan berpikiran macam-macam, aku selalu ada untuk kamu, aku sungguh-sungguh mencintaimu dan aku berharap kamu akan selalu ada di setiap langkah kehidupanku, maka tetaplah bersamaku”


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here