Jodoh Ditangan Tuhan Season 2 #06

0
28
views
Jodoh Ditangan Tuhan

Pagi yang dingin, terdengar gemericik air hujan yang jatuh membasahi bumi pagi itu.
Hawa bangun dari tidurnya hendak menyiapkan sarapan pagi untuk Adam. Saat hendak bangun Adam menahannya dan melingkarkan tangannya sebelah dipinggang Hawa.
Hawa berusaha melepaskannya, “Mas, lepas deh, aku mau masak.” ucap Hawa.

Adam membuka matanya, “Selamat pagi, Istriku” lalu mengecup pipi Hawa. “Gak usah masak, hari ini aku gak pergi mengajar koq.”

“Terus, kalau aku gak masak, kamu mau makan apa? ”

Adam mengerlingkan matanya, ” Lihatin kamu aja, aku sudah kenyang koq.”

” Gombal” ucap Hawa yang langsung bangun dari ranjangnya.

“Istri itu tugas nya mentaati perintah suami. ” ucap Adam saat melihat Hawa hendak keluar dari kamar, Hawa membalikkan badannya, ” Lah, terus? ”

“Ya makanya, jika kata suami gak usah masak, ya jangan masak, ini perintah.”

“Bener, tugas istri itu mentaati perintah suami, tapi aku lapar mas, jadi aku harus masak, izinkan ya..mas? ” ucap Hawa.

Adam tertawa kecil, sambil menganggukan kepalanya. Saat mendapatkan izin dari Adam, Hawa langsung berlari kedapur.

***

“Kita nonton yuk Wa, katanya ada film bagus.” ucap Adam, saat mereka berada di meja makan.

“Boleh, siapa takut. ”

Saat mengantri membeli karcis, tiba-tiba Adam bertubrukan dengan seorang wanita.
” Maaf, Mba.. ” ucap Adam, dan mencoba membantu wanita yang bertubrukan denganya untuk bangun, saat wanita itu mendongakkan kepalanya, dan hendak merahi uluran tangan Adam, keduanya sama-sama terkejut.

“Adam!!”

“Sarah!! Kamu sarah kan??”

“Hey, kapan kembali ke Indonesia? ”

” Sudah hampir satu tahun, sekarang aku bertugas di salah satu rumah sakit di jakarta ini, kamu mau nonton? Sama siapa? ”

” Wah, udah jadi bu dokter nih, iya.. Sama istriku, itu dia, yang duduk disana, yuk aku kenalin. ” Adam menunjuk kearah Hawa, yang sedang sibuk memilih cemilan.

” Tunggu deh Dam!!, sepertinya aku pernah mengenal istri kamu. ”

Adam mengajak Sarah untuk berkenalan dengan Hawa,
” Sayang, kenalin ini teman aku semasa SMP dulu. ”

Hawa yang melihat Sarah, lalu tersenyum” dokter Sarah, ternyata teman mas Adam? ”

“Baru inget, kamu yang kemaren datang memeriksakan kandungan kamu kan?” ucap Sarah.

Hawa hanya tersenyum, Adam mengetahui perasaan Hawa yang kurang nyaman terhadap Sarah.
“Sar, kita masuk dulu ya, senang ketemu lagi sama kamu. ”
Adam mengenggam tangan Hawa, ” Mari dok. ” ucap Hawa.

***

” Mas, dokter Sarah itu.. ”

” Kita kemari mau nonton, bukan membahas Sarah. ” ucap Adam, Adam memotong pembicaraan Hawa, karena dia tau pasti, Hawa akan membahas masalah anak.
Hawa hanya terdiam, dan mengikuti langkah Adam.

Selesai menonton, Adam mengajak Hawa makan, di Kafe itu kembali bertemu Sarah, Adam yang melihat Sarah, menarik tangan Hawa, “Kita makan ditempat lain aja.”

“Kenapa sih mas, disini aja, dah sampe sini juga. ”

Hawa langsung masuk, dan mencari tempat yang kosong, namun sayang sudah tidak ada tempat lagi.

” Kan, gak ada meja yang kosong, Ayo kita cari tempat yang lain. ”

Saat Adam dan Hawa hendak keluar, Sarah melihat Adam dan Hawa, lalu memanggilnya dan mengajaknya bergabung.

” Dam!! Gabung disini aja, aku sendiri koq. ”

Semula Adam menolaknya, dengan dalih ingin mencari tempat yang lebih nyaman, namun Hawa tidak mau mencari kafe lain, dan tetap mau ditempat itu, dan tidak masalah jika harus bergabung dengan Sarah, dan akhirnya Adam mengalah dan menuruti kemauan Hawa.

Dari obrolan mereka, Hawa mengetahui, jika Sarah adalah cinta monyet Adam semasa Smp, dan Sarah harus mengikuti orang tuanya pindah keluar negeri karen tugas Ayahnya sebagai kedubes.

Dan dari pembicaraan mereka juga, Hawa mengetahui jika Sarah sudah menikah, dan mempunyai seorang anak, namun pernikahan Sarah sudah berakhir karena suaminya telah meninggal dalam tugasnya sebagai abdi Negara.

“Aku balik duluan ya Dam. ”
Adam menganggukkan kepalanya, ” Hati-hati, Sar. ”
“Iya, makasih, ayok Wa, jaga kesehatan ya Wa.” ucap Sarah, lalu pergi meninggalkan Adam dan Hawa.

Hawa senyum-senyum melihat Adam, “Kenapa senyum-senyum, ada yang lucu?” tanya Adam.
Hawa menggeleng-gelengkan kan kepalanya, “Sarah cantik ya mas, sempurna lagi, itu menantu idaman setiap mertua.”

Adam memalingkan wajahnya dari Hawa, “Bisa ga wa, kamu satu kali aja gak membahas masalah anak, dan jangan ada ide-ide gila kamu menjodoh-jodohkan suami kamu dengan wanita lain.”


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here