Jodoh Ditangan Tuhan Season 2 #04

0
44
views
Jodoh Ditangan Tuhan

Hari sudah sore, Hawa semakin gelisah menanti kabar dari Adam yang belum menghubunginya, selesai sholat maghrib hatinya pun semakin cemas karena Adam tak kunjung memberi kabar, “Bagaimana Wa, udah ada kabar dari Adam” Tanya Doni.

Hawa menggelengkan kepalanya, terlihat raut kecemasan yang teramat dalam di wajahnya, “Gak biasanya mas Adam seperti ini kak,”

“Sabar, tetap berpikir positif, mungkin Hp Adam kehabisan batrai, atau tidak ada signal,”

“Mana mungkin gak ada signal Kak,”

“Coba kamu hubungi salah satu temannya, kamu mengenalnya kan Dek? ”

” Kenal kak, tapi aku gak punya kontaknya. ”

Dan kini, jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, sejak keberangkatam Adam yang belum memberi kabar semakin membuat kepanikan kian menyergap Hawa.

” Apa ada sesuatu yang buruk terjadi dengan kamu mas, kemana kamu? ” Guman Hawa.

Hawa bergegas bangkit dari tempat tidurnya, “Aku harus segera mencari keberadaan kamu.”

Dengan wajah berharap, Hawa masih memandangin ponselnya, tubuhnya yang lemas karena rasa panik yang menderanya, “Ya Allah, beginikah rasa takut akan kehilangannya, Ya Allah, berilah hamba Mu ini petunjuk dimana keberadaan suami hamba.”

Hati Hawa bertambah gaduh oleh berbagai kemungkinan terburuk yang terjadi terhadap Adam.

Tidak berapa lama ponsel Hawa berbunyi, ada sedikit kelegaan dihati Hawa ketika membaca nama yang tertera dilayar hpnya, Hawa menarik nafasnya pelan dan menjawab panggilan tersebut, ” Assalamualaikum, mas. ”

” Waalaikumsalam, maafkan aku Wa, pasti kamu khawatir ya, menunggu kabar dari aku, maaf ya sayang, tadi hp aku tertinggal dikamar hotel, dan hpnya mati, kamu apa kabar? ”

“Aku ta.. Kut kamu kenapa-kenapa mas,” isak Hawa.

“Iya, maafin aku, aku gak apa-apa sayang, maafin aku sudah membuat kamu sekhawatir ini, sekarang kamu istirahat ya, besok selesai sertifikasinya, aku langsung kembali secepatnya, aku sudah kangen sama kamu. ”

Memikirkan Adam membuat Hawa semakin terhenyak dalam kegelisahaannya, meskipun telah mendapatkan kabar dari suaminya itu, satu hal yang membuat Hawa kian gelisah, di usia pernikahan yang hampir menginjak 4 tahun, Hawa merasa belum bisa menjadi istri yang seutuhnya dapat membahagiakan rumah tangganya, karena dirinya belum juga dapat memberikan anak.

***

Adam memeluk Hawa kedalam dadanya, dia melihat Hawa menangis didalam pelukannya itu, Hawa masih merasakan kekhawatiran akan kejadian yang di alaminya kemarin, Adam mempererat pelukannya, “Maafkan aku ya Wa, sudah membuat kamu sekhawatir ini.” ucap Adam ketika melihat Hawa sudah lebih tenang dan bisa menguasai dirinya.

“Jangan pernah lakukan hal itu lagi mas, aku takut. ”

“Iya, aku janji. ”

“Mas, aku menemukan ini. ” Hawa menunjukan amplop yang berisikan hasil laboratoriun kesehatan Adam.

Adam hanya bisa melihat wajah Hawa yang mulai khawatir dan sedih,

“Kenapa kamu tidak mengajak aku, kenapa kamu tidak berterus terang tentang hasil lab itu, berarti aku yang bermasalah.” ucap Hawa.
“Wa, itu… ” Hawa memotong omongan Adam, ” Aku mau diperiksa juga. ”

“Kamu itu sehat Wa!”

“Aku mau diperiksa juga” kembali Hawa menegaskankan, jika dia ingin melakukan pemeriksaan terhadap dirinya juga.

Diperjalanan menuju rumah sakit, “Mas, jika hasil lab itu tidak seperti yang diharapkan, aku mau kamu menikah lagi.” Adam tidak memperdulikan omongan Hawa, “Mas,” panggil Hawa lagi.

“Hasil itu akan baik-baik saja, jikapun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, jangan pernah kamu menyuruh aku untuk menikah lagi, aku tau lelaki memang diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu, tapi bagi aku, aku belum bisa berlaku adil, karena aku tidak mempunyai hati untuk wanita lain, karena hati aku sudah dimiliki oleh wanita yang aku miliki hatinya” ucap Adam sambil menatap Hawa.

Hawa meeteskan air matanya, ketika mendenfar Adam mengucapkan hal itu, bibirnya serasa kaku dan tak dapat berucap lagi.

“Sudah Pernah aku katakan, jangan pernah berpikir, hal yang belum pernah terjadi, kamu itu sudah menjadi istri terbaik untukku, jadi aku mohon sama kamu Wa, jangan bicara seperti itu?”

“Oh ya, aku juga akan cek ulang lagi, jadi kita sama-sama memeriksakan diri kita. ”

Sebelum Dokter membacakan hasil uji laboratorium mereka, tampa sepengetahuan Hawa, Adam memasuki ruang dokter sendiri, dan membiarkan Hawa menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari laki-laki.

Adam berkata kepada dokter “Saya akan panggil istri saya untuk masuki ruangan ini dok, akan tetapi sebelumnya saya minta tolong, jika nanti hasil lab istri saya yang buruk, atau bagaimana, saya mohon dok, tolong anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, hasil tes lab saya yang kemaren itu salah, sementara istri saya, tidak ada masalah apa-apa, saya mohon dok. ” pinta Adam.

Semula dokter menolak dan merasa heran, akan tetapi Adam terus memaksa dokter, dan menjelaskan apa yang terjadi jika Hawa mengetahui dirinya lah yang bermasalah, dan akhirnya dokter pun setuju untuk mengatakan kepada Hawa, bahwa masalah tidak datang dari dirinya, melainkan dari suaminyasendiri, Adam memanggil Hawa, dan bersama-sama untuk mendengarkan apa kata dokter mengenai kesehatannya.

Dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here