Jodoh Ditangan Tuhan Season 2 #01

0
70
views
Jodoh Ditangan Tuhan

Setelah beberapa hari Hawa di rawat, Kini Hawa sudah di perbolehkan pulang ke rumahnya. Adam membawa Hawa ke rumah yang telah di beli dan di persiapkannya sebelum menikah dengan Hawa.
Hawa merasa heran, karena jalan yang di lalui Adam bukanlah jalan menuju rumahnya maupun rumah Adam.

“Kak, kita mau ke mana? ”
“Ke rumah kita. ”

Hawa memandang heran Adam, “Rumah kita?”
Adam tersenyum, “Iya rumah kita, nanti aku jelaskan kalau kita sudah sampai. ”
“Ini rumah siapa kak? ”
“Sayang, kan sudah aku katakan, ini rumah kita, ya sudah jangan heran dan bingung, kita turun yuk. ”

Adam dan Hawa turun dari mobilnya, Adam memegang tangan Hawa, “Mulai sekarang kita tinggal di sini, berdua, Rumah ini sudah Aku persiapkan sejak lama Wa, sejak kamu menerima Aku menjadi calon suami kamu. ”

“Assalamualaikum” Ucap Adam.

“Waalaikumsalam” jawab orang- orang yang sudah ada dan menunggu kedatangan Adam dan Hawa.

“Bunda,Ayah” ucap Hawa saat melihat orang tua Adam, dan langsung memeluk Bunda Adam dan menyalami keduanya.

“Kamu sudah sehat kan sayang? ”

“Alhamdulillah”

“Tante Hawa” ucap seorang Anak kecil yang datang langsung memeluk Hawa.

“Kayra, mana mama sayang” ucap Hawa sambil memeluk kayra, anak dari Alya sahabat Hawa sewaktu kuliah.

“Mama sama tante Dara l agi masak”

“Lagi masak? Emang mama bisa masak? ”

“Bisa loh tante, di ajarin tante Dara”

“Ya sudah, yuk kita gangguin mama sama tante Dara yuk”

“Gendong kayra ya tan”ucap kayra dengan manja.

Hawa menggendong Kayra, “Wah, Kayra udah gede, berat sekarang. ”

“Kayra, jangan ganggu tante Hawa, tante Hawa capek Nak. ”

Hawa menurunkan kayra dari gendongannya, dan Hawa langsung memeluk kedua sahabatnya itu,

“Aku kangen banget sama kamu Al. ”

“Sama aku gak kangen kakak ipar. ” timpal Dara.

“Aku kangen kalian semua, kak Haikal juga, Kangen Almarhum Ocha juga. ” mereka bertiga saling peluk dan melepaskan rindu.

***

“Adam, Hawa, sebelum pulang Ayah ada sedikit nasehat untuk kalian berdua, ini kehidupan baru kalian berdua, Adam harus bisa membimbing Hawa, jangan pernah kamu melakukan kekerasan pada pasanganmu, rasa sakit di tubuhnya tidak ada bedanya dengan luka di hatinya. Kau akan berada dalam masalah hidup dengan wanita yang terluka, dan Ayah tidak menyukai itu”

“Adam, Kehidupan di dunia tidak selamanya mulus dan tanpa masalah. Tak jarang jika manusia dihadapkan pada sebuah masalah yang membuat mereka harus cek cok. Begitu pun dengan kehidupan rumah tangga yang seringkali datang ujian dan cobaan. Ada saja fitnah yang terkadang datang sehingga pertengkaran tidak bisa dihindari, Jika itu datang menghampiri kalian, salah satu dari kalian harus ada yang mengalah, buang ego masing- masing. ”

“In syaa Allah, Adam ingat semua nasehat Ayah, dan Adam juga berjanji, gak akan pernah membuat Hawa kecewa, karena mendapatkan dan memperjuangkan seorang Hawa, tidak lah mudah, sudah terlalu banyak cobaan yang kami hadapi Yah, karena dari itu, Adam berjanji tidak akan pernah menyakiti Hawa. ”

“Hawa juga, jika Adam kasar, Adam marah sama kamu, cerita sama bunda, jangan ke orang lain, karena Bunda juga bunda kamu, jangan pernah sungkan. ”

“Iya Ayah, iya Bunda, In syaa Allah, Hawa ingat pesan dan nasehat Ayah dan Bunda”.

***

Rumah kini kembali sepi, hanya tinggal Adam dan Hawa berdua. Adam mengajak Hawa melihat- lihat isi rumah.

“Nah yang ini kamar kita wa. ”

“Kamar kita? ”

“Iya, emang kenapa? ”

Hawa tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya, “Gak apa- apa Kak”

“Ayo masuk” Ajak Adam sambil menarik lengan Hawa. Mereka berdua duduk di ujung ranjang kamar itu, Adam memandangi wajah Hawa sambil tersenyum.

Merasa diperhatikan Adam “kenapa mas?” tanya Hawa tiba- tiba.

“Kamu bilang apa wa? Kamu memanggil aku mas? “

“Iya, mulai sekarang, aku akan memanggil kamu dengan sebutan Mas Adam”
“Terima kasih istriku yang cantik” dan kalimat itu terucap disertai sebuah senyum menggoda dari Wajah Adam.

Hawa menunduk dalam-dalam karena Malu.

“Ehh, itu merah pipinya, Istriku cantik kalo lagi malu gitu, mmm,makasih ya sayang…”

“Makasih untuk apa Mas? ”

“Ya, karena kamu sudah mau menjadi istriku”

“Begitu juga dengan Aku, Terima kasih Mas, telah memilih ku, dan menjadikan aku sebagai teman di hidupmu”

“Kamu tau wa, Aku selalu meminta kepada Allah, Agar menjaga cinta kita, agar senantiasa menyemai kebaikan dan barokahnya kepada kita, aku juga meminta agar hati kita senantiasa mencintaiNYA karena hanya dengan cinta kepadaNYA lah perjalanan kita akan jadi mudah. ”

Entah energi apa yang mendorong, keduanya pun saling mendekat. Kemudian kedua matanya bertemu pandang, hingga syahdu, tenang, dan saling memeluk.

(lanjutnya entahlah..) 🙁

***

Beberapa bulan pasca pernikahan, Hawa masih sedikit merasa canggung jika harus berhadapan dengan Adam, meski entah sudah berapa malam terlewati bersama Adam.

“Mas, mungkin aku bukanlah wanita yang romantis yang setiap hari memberimu ucapan cinta yang indah. tapi, jujur aku benar-benar mencintai kamu dengan tulus mas.”

“Kamu juga harus tau wa, kamu wanita pertama yang aku cium ketika aku selesai mengucap ijab qabul, Kamu wanita pertama yang aku lihat saat aku terjaga di pagi hari, setelah malam pertama kita, kamu wanita pertama yang aku kecup setiap aku selesai bermunajah di tengah malam. Dan kamu yang nantinya akan menjadi ibu untuk anak-anakku, dan kamu harus tau sungguh aku mencintai kamu. ”

Mendengar Peryataan Adam, Seketika itu Hawa menangis, Hawa memeluk tubuh pria yang menjadi suaminya itu, dan Adampun membalas pelukan Hawa.


Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here