Jodoh Ditangan Tuhan #01

0
71
views
Jodoh Ditangan Tuhan

Hawa, gadis berusia 20 tahun, dia berkuliah disalah satu universitas Jakarta, Hawa adalah dari keluarga yang berkecukupan, tetapi tidak membuatnya sombong dengan keadaan yang dia miliki. Hawa mempunyai seorang kakak lelaki, bernama Doni. Kakaknya bekerja disalah satu perusahaan milik keluarga yang dikelolahnya sendiri.

Alya dan Rossa adalah dua sahabat Hawa dari SLTP, Alya mempunyai sifat yang sedikit pendiam, sedangkan Rossa jutek, dan suka ngasal kalau berbicara. Hawa juga mempunyai satu sahabat lelaki dari kecil bernama Haikal, dan tinggal tidak jauh dari rumah Hawa.

***

KAMPUS

Hawa memarkirkan kendaraannya, dan keluar mobil menuju kelasnya, Lagi asyik berjalan tiba-tiba ada yang memanggilnya.

“Hawaaaaa!!! ” seseorang memanggil namanya.

Hawa menoleh ” Hey ssa” jawab Hawa.

“Hai … Capek gw ngejar-ngejar kamu, jalannya cepet banget kayak sedang dikejar setan,” oceh Rossa dengan nafas yang terngah-ngah karena kecapean.

“Lagian, siapa suruh kamu ngejar aku kayak gitu, jumpa juga nanti dikelas”.
Jawab hawa sambil tertawa karena melihat temannya itu.

“Kamu udah selesaikan tugas kelompok dari Pak Adam belum?”

” Udah dong, Mana berani aku telat kasih tugas sama beliau, bisa-bisa nilai kita rendah lagi.”

“Haha iya ya … Mana nih si Alya, sudah datang belum ya …?”

“Gak tahu deh … kali aja sudah ada di kelas” jawab Hawa.

___

Adam adalah salah satu Dosen termuda di kampusnya Hawa, sebenarnya, Adam belum jadi dosen tetap, Adam adalah mahasiswa akhir di kampus tersebut, tetapi karena kepintarannya dia di rekrut menjadi asisten dosen.

Adam mempunyai sifat yang sangat dingin pada mahasiswa di kampusnya, terutama wanita, itu dikarena kan, Adam pernah kecewa pada cinta pertamanya yang pergi meninggalkannya tanpa kabar.
Dan terkadang Adam suka melampiaskannnya dengan meminum minamann keras.

___

KELAS

“Tuh Alya,” ucap Hawa pada Rossa. .

“Sudah lama, Al?” tanya Rossa pada Alya.

“Baru lima menitan lah Ca,”

“Oh yq, ini ada yang kasih ini ke kamu, Wa.”

“Apa Al?” tanya Hawa laly duduk di bangkunya.

Alya memberikan benda yang di temukannya kepada Hawa, Hawa menerima sepucuk surat, dan dengan nada kesal Hawa berkata “Apaan sih ini, selalu saja begini” ucapnya.

Rossa yang melihat Hawa kesal lalu mencoba menggodanya. “Ga dibaca suratnya, Wa?” ledek Rossa sambil tertawa geli.

“Males!! Bodo amat!! ini udah yang kesekian kalinya, dan aku gak pernah buka sama sekali.”

“Hawa, beneran? tidak pernah baca surat-suratnya?” tanya Alya, sambil melongo.

Hawa mengganggukan kepalanya dan langsung menyimpan suratnya. Suasana kelas mendadak sepi, ketika Adam memasuki kelas mereka.

“Pagi adik- adik kumpulkan tugas kalian yang saya berikan kemarin” ujar Adam. Siswa-siswa pada mengumpulkan tugasnya kepada Adam, namun hanya Hawa yang tidak bergerak dari tempatnya.

“Duuuhh…!! Flashdisknya tugasnya mana ya …?” ucap Hawa, sambil membongkar isi tasnya.

Rossa yang melihat Hawa heboh dengan isi tasnya langsung menanyakan Hawa, “Lah?? tadi kamu bilang sudah selesai, mana?” tanya Rossa.

“Apa teringgal di mobil kali ya?” ucap Hawa dengan paniknya.

“Ah!! belum tua tapi udah pikun!! cari dulu sana!! ” ucap Rossa yang mulai ikutan panik.

“Hawa, Rossa mana tugas kalian??” tiba-tiba suara Adam menkagetkan Hawa.

“Mana wa???” tanya Rossa ketakutan, sambil membantu mencari dalam tas Hawa.

“Udah tenang dulu napa sih, tadi aku bawa kok.”

Hawa berdiri, dan mencoba meminta izin keluar sebentar kepada Adam.

“Maaf Pak … boleh saya izin kelar sebentar? Sepertinya, tugas saya dan Rossa, tertinggal di dalam mobil, Pak.”

“Yakin kamu tertinggal di dalam mobil, atau alasan kamu saja?”jawab Adam kembali.

“Yakin, Pak, saya sudah menyelesaikannya dan sudah membawanya tadi,”

“Ya sudah, nanti saja berikan kepada saya, kali ini saya maafkan jika benar tertinggal di mobil kamu, dan sekarang saya mau mengadakan kuis.

“Kuis kok tiba tiba-tiba, gak pake ngomong lagi” dumel Rossa.

“Husss…!! berisik” ucap Hawa.

Jika bacaan ini layak untuk di bagikan/share. Silahkan klik tombol/menu media sosial di bawah ini dan jangan lupa like juga ya, agar penulis menjadi bersemangat dalam menghasilkan karya-karyanya yang berkualitas.

Baca selanjutnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here