Istri Nyebelin (Ending)

0
124
views

Kebahagiaan


Setelah Azka selesai membersihkan badannya, ia kembali bermain bersama putri kecilnya itu. Kebahagiaan dan candaan pun semakin melekat pada keluarga kecil mereka.

***

Tiga tahun kemudian

Sudah tak terasa, tiga tahun sudah berlalu. Kini Aresha si bayi mungil itu sudah dewasa, bahkan semakin banyak tingkah mengemaskan yang ditunjukkan olehnya.

“Ibu, Alesha pengen jalan-jalan,” ujar Aresha yang belum fasih berbicara.
“Kamu mau jalan-jalan ke mana, sayang?” jawab Sakira seraya mengelus pipi tembem Aresha.
“Alesha pengen makan es klim, telus pengen ke taman.”
“Yaudah, Ibu panggil Ayah dulu yah.”

Sakira pun berteriak memanggil Azka, karena putrinya itu meminta pergi jalan-jalan. Mungkin maksud putri kecilnya itu, ingin bermain di keramaian atau tempat umum.
Dan Azka pun langsung menyetujui permintaan buah hatinya itu. Mereka pun langsung menaiki mobil, untuk pergi ke taman. Karena jaraknya yang sedikit jauh.

Aresha nampak bahagia, bahkan saat di dalam mobil ia terus memandangi jalanan di balik kaca mobil yang di sekelilingnya terdapat pohon, dan perumahan.

***

“Akhirnya udah sampai nih. Ayo! kita turun,” ajak Azka.
“Yey,” sorak Aresha nampak bahagia, ia pun berlarian kecil di sana.
“Sayang, jangan lari-larian! Nanti kamu jatuh,” teriak Sakira.

Dan benar saja, tak lama setelah itu Aresha terjatuh. Sakira dan Azka pun langsung berlari menemui Aresha. namun bukannya menangis, raut wajahnya memperlihtakan kalau dia baik-baik saja.

“Sayang, apa kata Ibu. Kamu harus hati-hati,” ujar Sakira seraya membantu Aresha berdiri.
“Kamu gak papa kan?” tanya Azka.

“Aku gak papa kok Bu, Yah. Selagi Ibu sama Ayah ada di samping Alesha, Arlesha baik-baik aja.”
Mendengar jawaban sang putri, hati mereka berdua terketuk untuk berjanji bahwa sampai kapan pun, mereka akan menjaga Aresha sampai dewasa dan sukses.

“Yaudah, tadi siapa hayohh yang minta es krim?” ujar Sakira mengingatkan.
“Aku,” jawab Aresha semangat seraya mengangkat tangannya.

“Yaudah, Ayah belikan. Kamu mau rasa apa sayang?” tanya Azka.
“Alesha mau lasa stlobeli aja,” jawab Aresha yang masih susah mengucapkan huruf ‘R’.
“Yaudah, kamu mau rasa apa?” tanya Azka pada Sakira.

“Terserah kamu aja.”
“Hmm .. kok terserah sih? Nanti kalau kamu gak suka gimana? Nanti malah marah lagi ke aku,” jelas Azka.
“Emang, aku bakal terus-terusan ngambek kayak anak kecil gitu?”
“Ayo belantem lagi,” ujar Aresha polos, yang membuat mata Azka dan Sakira membulat sempurna.
“Alesha kayak nonton film Tom and Jelly nih, selu kalau lihat yang berantem,” sambung Aresha dengan mengemaskan.

Mereka hanya menggelengkan kepala kala mendengar ucapan putri kecilnya itu.
“Sayang, kamu gak boleh senang kalau ada yang berantem. Seharusnya kita membantu mereka agar tidak berantem lagi,” Sakira menasihati putrinya itu seraya mengelus kepalanya.

“Oh gitu yah Bu,” ujar Aresha yang dianggukan oleh Sakira.
“Yaudah, kalau gitu Ayah pergi beli es krim dulu ya,”
“Iya Ayah, jangan lama-lama.”

Azka pun bergegas untuk membeli es krim, dan jaraknya pun cukup dekat. Sakira dan Aresha pun duduk di kursi yang sudah tersedia di taman.

Tak perlu menunggu waktu lama, Azka pun kembali dengan membawa tiga es krim dengan rasa yang berbeda.
“Sayang, nih es kirimnya,” ujar Azka menyodorkan nya kepada Aresha.
“Yey, makasih Ayah.”

“Nih, buat kamu yang rasa vanila, ” ujarnya kepada Sakira.
“Dan ini buat aku yang rasa coklat,”
Mereka pun menikmati es krim itu di taman. Kala itu tamannya tak terlalu banyak pengunjung, jadi tempat yang pas untuk menikmati kebersamaan dengan damai. Mereka pun saling mencoret wajah mereka dengan es krim, yang berawal saat Aresha mengoleskan es krim ke pipi Sakira.

Hari pun sudah menjelang sore, mereka masih belum pulang. Karena mereka ingin menikmati cahaya senja kala itu. Memang senja itu sangat indah, terlebih jika di nikmati bersama keluarga tercinta.

__The End__

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here