Istri Nyebelin #30

0
98
views

Panik


Setelah beberapa jam tidur, akhirnya Sakira terbangun. Karena ia merasakan rasa sakit yang begitu hebat di area perutnya. Sontak saja Azka langsung panik, dan hendak membawa Sakira ke rumah Sakit.

“Sakira, ayo kita ke rumah Sakit,” ujar Azka seraya menggendong Sakira dan masuk ke dalam mobil.

Tak lupa Azka memasukan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan. Setelah ia memasukan Sakita terlebih dahulu ke dalam mobil, dan barang-barang itu baru ikut di masukan.

Sepanjang diperjalanan Sakira terus meringis kesakitan, di tambah Azka yang semakin panik.

“Kamu bertahan ya. Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit,” ujar Azka seraya mengendarai mobil, dan pandangannya tak fokus ke depan. Namun ia sesekali melihat ke arah Sakira.

“Aww … Sakit,” ringis Sakira

***

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Dokter pun langsung menangani Sakira. Azka pun langsung mondar-mandir tak jelas, layaknya sebuah setrika.

“Aku harus telepon Ibu dan Ayah,” ujar Azka. Ia pun mulai mengambil benda pipih tersebut dari sakunya.
Mula-mula ia menelpon Ibu dan Ayah Sakira, kemudian orang tuanya sendiri. Setelah itu keluarga Azka dan Sakira pun sedang bergegas menuju ke sana.

“Aduh, si Jumi telepon gak ya? Hmm … yaudah telepon aja deh.”

Tut … tut … tut …

[Via Telepon]

“Halo Jum,” ujar Azka memulai pembicaraan.

“Ada apa? Tumben kamu nelepon,” Jumi merasa heran.

“Lo, cepetan ke sini” titah Azka.

“Mau ngapain? Mau ngundang Inces yah, pasti ada yang nawarin Inces buat manggung. Iya kan??”

“Bukan! Lagian siapa juga yang mau nawarin kamu manggung.”

“Yah … terus ada apa?”

“Sakira mau melahirkan,” ujar Azka yang membuat Jumi kaget.

“Wah, seriusan? Enggak bohongkan?” tanya Jumi ragu.

“Iya, serius Jumiii …” ujar Azka sedikit geram.

“Yaudah, aku menuju ke sana.”

Tut.

Azka pun sambungan teleponnya.

“Ya Allah, berikanlah kelancaran untuk istri hamba,” doa Azka yang ia ucapkan di sela kepanikannya.

***

Berjam-jam ia menunggu, dan keluarga mereka sudah hadir di sana. Dan kini tinggal menunggu kabar dari dokter.

Tak beberapa lama jam berselang, ternyata sudah terdengar suara tangisan bayi, yang membuat buliran bening di mata Azka jatuh. Dokter pun keluar dan memperbolehkan keluarga masuk untuk menemui Sakira dan buah hatinya.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here