Istri Nyebelin #29

0
93
views

Perhatian


“Yaudahlah, mending sekarang kamu istirahat,” titah Azka.

“Hmm … temenin,” rayu Sakira manja.

“Yaudah, ayo!” ujar Azka.

Azka pun menggandeng tangan Sakira, dan sesekali ia mencium pucuk kepala Sakira yang dibaluti jilbab.

“Sekarang kamu istirahat ya,” ujar Azka dengan lemah lembut.

“Iya, makasih. Tapi kok kenapa sekarang kamu perhatian banget sama aku gak kayak biasanya?” tanya Sakira seraya merebahkan tubuhnya.
“Emang biasanya aku gak perhatian? Jadi selama ini, kamu gak anggap kalau aku perhatian sama kamu?” cerocos Azka.

“Ihh … bukannya gitu, tapi perhatiannya itu lebih lebih lebih banget gak kayak biasanya.”

“Dan, sekarang kamu kalau biacara sama aku panggilnya aku kamu, bukan lo gue lagi,” timbal Sakira.

Azka pun hanya tersenyum tipis mendengar ucapan yang dilontarkan Sakira kepadanya.

“Kamu istri aku kan?” tanya Azka.

“Iyalah.”

“Terus, kalau aku kasih perhatian lebih gak masalahkan? Karena itu emang kewajiban aku untuk selalu memberi perhatian lebih, dan karena sebentar lagi kamu juga akan melahirkan.”

“Soal panggilan itu, emang kamu mau aku terus panggil kamu dengan ucapan lo, gue? Pasti enggakan? Dan mungkin aku tak akan memanggil aku kamu lagi,” jelas Azka.

“Maksud kamu? Tak akan panggil dengan kata aku kamu lagi?” tanya Sakira yang masih tak mengerti dengan ucapan Azka yang terakhir.

“Iya, aku akan memanggil kamu dengan kata … sayang,” jawab Azka berbisik ke telinga Sakira dengan nada yang lembut saat mengucapkan kata sayang.

Sakira tak mampu menjawab Azka lagi. Ia hanya terdiam dan sesekali melihat ke arah Azka yang mulai membaringkan badan di samping dirinya.

‘Apa ini Azka yang dulu aku kenal? Tutur katanya begitu berbeda, perhatiannya tak membuatku percaya kalau ini Azka.’ batin Sakira yang selalu berteriak tak percaya.

“Cepetan istirahat, katanya tadi mau istirahat kalau aku temenin. Sekarang udah aku temenin kok masih belum istirhat,” ujar Azka seraya menatap Sakira.

“I-iya, ini aku mau istirahat,” jawab Sakira sedikit gugup.
Akhirnya Sakira pun mulai memejamkan matanya, namun ia tak bisa tertidur karena kata-kata Azka terus terngiang-ngiang di pikirannya. Sesekali ia melihat ke arah Azka yang sudah tertidur, dan ia pun berbisik.

“Aku pun menyayangimu lebih dari apapun itu, makasih udah hadir dalam hidupku dan menemani hari-hariku dengan penuh candaan.”
Setelah membisikan kata itu, Sakira pun tertidur. Namun, tanpa Sakira ketahui bahwa Azka saat itu belum tertidur. Azka hanya memjamkan matanya lalu membukanya kembali, saat sakira membisikan sebuah kalimat kepadanya.

“Aku tahu, kalau kamu ini sebenarnya perempuan yang berhati lembut,” ujar Azka tersenyum kemudian memejamkan matanya kembali.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here