Istri Nyebelin #27

0
63
views

Lahiran


“Apa, hah?” ujar Sakira yang sekejap menghadap ke arah Azka, namun kembali melangkahkan kakinya.

“Gak papa,” jawab Azka seraya mengikuti langkah Sakira.
Hingga akhirnya mereka berada di dalam kamar. Azka berjalan pelan ke arah Sakira yang kala itu sedang duduk di tepi ranjang.

“Ihhh … mau apa sih?”

“Tadi katanya kesepian,” ujar Azka menekan perkataanya itu.

“Perasaan enggak deh,” ujar Sakira tersenyum dan sesekali menampakan giginya.

“Enggak apa enggak?” jawab Azka memastikan perkataan Sakira.

“Ihhh … emang kalau kesepian kamu mau ngapain? Mau main sirkus? Mau lompat-lompat kayak kodok? Mau nyanyi kayak Jumi? Mau goyang dua jari? Mau konser?” ujar Sakira yang terus melontarkan pertanyaan yang tak mengandung manfaat.

“Mau giniii, ” ujar Azka secara tiba-tiba menggelitiki Sakira.
“Hahaha … hahaha … ih geli tau! Hahaha …”

Akhirnya Sakira pun tertawa karena geli. tapi, bukan Sakira namanya kalau tidak membalasnya dengan perbuatan yang sama kepada Azka.

“Awas yah kamu!” ujar Sakira seraya membalas gelitikan Azka. Dan kemudian mereka pun tertawa bersama.

Mungkin ini cara mereka untuk menghambiskan waktu luang bersama. Dan dunia seakan milik mereka ber dua. Karena kalau sudah bercanda mereka sampai lupa waktu.
Inilah cara mereka bermesraan, tanpa harus baper-baperan. Karena bahagia tidak hanya tentang cinta yang nyata, namun bisa juga dituangkan dalam bentuk candaan.

***

Kini tiga bulan sudah berlalu, hari-hari pun dilewati mereka dengan penuh canda tawa.
Yang pasti kebahagiaan akan segera menyelimuti mereka, karena Sakira akan segera melahirkan seorang anak yang selama ini mereka tunggu kehadirannya.

“Ciee … yang sebentar lagi jadi seorang Ibu,” ujar Azka seraya mengelus perut Sakira yang sudah buncit.

“Ciee juga, yang nanti bakal jadi seorang ayah,” jawab Sakira.

“Hmmm … kira-kira berapa lama lagi yah kamu lahiran?” tanya Azka.
“Sekitar dua minggu lagi,”

“Wah, berarti harus siap-siap dong buat persediaan,”

“Iyalah,” ujar Sakira.

Namun tiba-tiba setelah itu, Sakira merasakan rasa sakit di perutnya.

“Aduh,” ujar Sakira meringis kesakitan seraya memegangi perutnya.

“Sakira, kamu kenapa? Kamu mau lahiran?” ujar Azka panik. Detak jantungnya semakin menggebu-gebu, karena Azka masih bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.

“Aduuhh … aku gak tau,”

“Yaudah, sekarang kita ke rumah Sakit,” ajak Azka.

“Gak usah,” tolak Sakira.

“Kok gak usah sih, yah usah dong,” jawab Azka.

“Soalnya ini percobaan aja, andai aku nanti lahiran gimana reaksi kamu. Hahaa … kena tipu,” ujar Sakira terkekeh.

Azka pun menghela napas yang panjang, sekarang perasaannya bercampur, karena ia ingin sekali marah namun masih berasa deg-degan.

“Fyuh … untung aja deh,” ujar Azka merasa sedikit lega.

“Hehe .. eh, kok perut aku sakit lagi yah,” ujar Sakira.

“Halah, palingan kamu cuma mau ngetes aku lagi, ‘kan?” ujar Azka.

“Enggak! Aku gak bercanda, ini fakta.”

“Apa iya?”

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here