Istri Nyebelin #19

0
65
views
Aku takut,” ujar Sakira ketakutan yang masih dalam pelukan Azka.
“Tenang, gue ada di sini,” jawab Azka.
“Mendingan sekarang kita tidur, untuk mengurangi rasa takut suara gemuruh,” usul Azka.
“Iya.”
Mereka berdua pun membaringakan badannya di atas ranjang, namun Sakira tak bisa untuk tidur. Karena suara gemuruh tersebut yang selalu mengusik tidurnya saat ia ingin terlelap.
“Aku gak bisa tidur, Ka.”
“Masih terganggu?” tanya Azka yang dianggukan oleh Sakira.
“Yaudah, tutupin telinganya pakai bantal!” titah Azka.
Sakira pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Azka. Namun ia masih saja terganggu.
“Masih belum bisa tidur,” ujar Sakira.
Azka pun bingung harus bagaimana, sedangkan kala itu hujan semakin deras dan suara gemuruh makin menjadi-jadi.
Akhirnya Azka pun memeluk Sakira supaya merasa lebih aman.
“Gue peluk lu aja, cepetan tidur!” ujar Azka.
“Iya, aku bakal mencoba lagi untuk tidur,” jawab Sakira.
Tak perlu menunggu lama, akhirnya Sakira sudah terlelap dan Azka pun ikut terlelap juga.
***
Beberapa jam telah berlalu, kini hujan sudah menunjukan tanda-tanda reda. Namun masih ada rintikan hujan yang turun ke bumi.
Sakira pun ikut terbangun saat hujan mulai reda, karena ia merasa kondisinya sudah aman. Ia pergi meninggalkan Azka yang masih tertidur, karena ia ingin melihat keadaan di luar.
“Akhirnya reda juga,” ujarnya sesekali menghirup udara segar.
“Wah, ada binatang melata tuh!” timbalnya seraya mendekati binatang tersebut yang berada di lantai teras.
Tak lama setelah itu Azka pun terbangun, dan mencari keberadaan Sakira.
“Sakira ke mana? Kok udah ngilang aja,” ujarnya.
“Apa dia pergi ke luar yah,” timbalnya lagi.
“Gue samperin ah,” ujar Azka seraya menuruni anak tangga untuk pergi ke depan pintu.
***
“Benakan gue, Sakira ada di luar,” ujarnya membenarkan perkataanya tadi. Karena ia melihat pintu terbuka.
“Lu lagi ngapain?” tanyanya menghampiri Sakira.
Betapa terkejutnya Azka saat melihat apa yang di genggam oleh Sakira.
“Kenapa? Kok kaget,” tanya Sakira seraya mengerutkan alisnya.
“Ihh, itu cacing ngapain dipegang coba,” ujarnya seraya mundur beberapa langkah.
“Kenapa, takut?”
“Bukan takut, tapi geli!” jawabnya seraya mengintip di balik pintu.
“Haha … sama aja. Cemen banget jadi cowo! Sama cacing aja takut,” ledek Sakira seraya tertawa geli.
“Gue gak takut!” ketusnya.
“Yang benar?? Yaudah coba pegang nihh,” ujar Sakira seraya melemparkan cacing tersebut kepada Azka.
“Eh copot, copot,” latah Azka seraya melompat-lompat.
“Haha … katanya gak takut,” ledek Sakira lagi.
“Aduh udah deh, jangan mainin cacing! Lagian jorok tau,”
“Halah, bilang aja takut,” Ujar Sakira tertawa geli.
“Sakira! Lepasin gak?!” ujar Azka sangat terbawa emosi saking takutnya ia dengan cacing.
“Iya, iya, gue buang cacingnya.”
Akhirnya Sakira pun melemparkan cacing tersebut sejauh-jauhnya.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here