Istri Nyebelin #05

0
242
views

Mesra namun konyol


“Ra, udah jam 23:40 nih,” ujar Azka seraya melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.

“Terus?” tanya Sakira.

“Ayolah! Sebentar aja,” pinta Azka.

“Yaelah, enggak tau sih sakitnya kayak gimana!”

“Plis … sebentar aja. Yah?” rayunya.

“Yaudah iya, tapi pelan-pelan!”

“Oke,” ujar Azka tersenyum.

Setelah itu mereka melakukan apa yang biasanya di lakukan oleh pasangan suami istri.

***

Mentari sudah menyapa hari ini, Sakira pun terbangun dari tidurnya dan melakukan mandi wajib. Setelah itu, ia langsung pergi memasak untuk di hidangkan kepada sang suami, dan tak lupa pula membangunkannya.

“Kebooo, bangun!” teriak Sakira seraya menimpa tubuh Azka dengan bantal.

“Eh eh, ada gempa,” ujar Azka terkejut.

“Dih, gempa dari Hongkong?”

“Ha? Gempa dari Hongkong kok sampai ke Indonesia?” ucap Azka seraya mengucek matanya.

“Tau ah,” ketus Sakira.

“Yaudah, mendingan sekarang kamu cepetan mandi!” timbalnya.

“Iya,” ucapnya seraya turun dari ranjangnya.

“Eh, tunggu sebentar,” ucap Sakira menghentikan langkah Azka yang sudah berada di ambang pintu.

“Ada apa lagi?”

“Jangan lupa, mandinya mandi wajib!” pinta Sakira

“Ribet amat sih!” ocehnya.

“Siapa suruh tadi malam buat ngelakuin,”

“Iya sih, tapi gak papa. Tadi malam gue bahagia,” ucapnya terkekeh.

“Lu yang bahagia, gue yang sakit!”

“Hehe … maaf,” ujarnya, kemudian pergi mandi.

***

Setelah itu Sakira mengambil sapu lidi, dan membersihkan halaman rumah yang berserakan dengan daun yang berguguran.
Sedangkan Azka, setelah selesai mandi ia langsung melahap makanan yang sudah di siapkan Sakira di meja makan.

“Sakiraa … ” teriak Azka mondar-mandir mencari Sakira.

“Apa!” jawabnya dari halaman rumah.

“Gula di mana yah?” tanya Azka yang berdiri diambang pintu.

“Di dapur, di toples warna biru yang ada tulisan garamnya,” jelas Sakira.

“Kok, gula di kasih tulisan garam sih, kalau ke tukar gimana?”

“Biarin, di kontak kamu juga ada yang namanya Ubed, padahal dia cewe kan? Namanya Luna!”

“Et dah, sama aja mereka kan suami istri,”

“Haha … emang iya, terus kenapa kamu nanya gula kok di kasih tulisannya garam? Yah pasti di kasih tulisan gula dong,” jawab Sakira terkekeh.

“Iya juga yah,” ucapnya berpikir sejenak.

“Dasar cowo, gak peka!” ujarnya.

“Bodo amat,” jawabnya seraya pergi ke dapur untuk membuat teh manis, dan Sakira melanjutkan membersihkan halaman rumah.

***

“Ra … ” teriak Azka lagi.

“Apa lagi sih, ganggu aja,”

“Kok gulanya habis?”

“Kalau habis yah habis, terus gue harus bilang wow gitu?”

“Dasar istri jelemaan Mak Lampir!” ucapnya terkekeh seraya pergi masuk ke dalam rumah untuk menghindari amukan sang istri.

“Heh, sembarangan kalau ngomong!”

***

Setelah Sakira selesai menyapu, ia pun memghampiri Azka yang tengah berbaring di sofa, seraya menonton TV.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here