Istri Nyebelin #04

0
78
views

Bikin Dede Bayi


“Kak, udah-udah kayak Tom and Jerry aja,” ucap Maura terkekeh.

“Tuh, dengerin!” ujar Sakira kepada Azka.

“Iya, iya,” ucap Azka sedikit memajukan bibirnya.

“Eh, ngomong-ngomong┬áKak Sakira perutnya udah isi belum?” tanya Maura.

“Tenang masih proses,” cerocos Azka, seraya merangkul Sakira.

“Ih, apaan sih!” ucapnya mengerucutkan bibir.

“Tiap hari juga aku isi kali, perut aku selalu di kasih makan, di kasih minum,” timbalnya tertawa geli.

“Pantesan berat!” ledek Azka.

“Enak aja, walaupun sering makan tapi gak gendut tau.”

“Oh yah?”

“Au ah,” ucap Sakira memalingkan pandangannya.

“Cie … yang lagi marah niee,” rayu Azka. Dan Sakira pun kembali tersenyum tatkala Azka mencubit pipinya.

“Ekhm, ekhm … kacang kacang,” ujar Maura.

“Eh, maaf dek,” jawab Sakira.

Setelah itu, mereka menghabiskan waktu bersama hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 17:30 WIB.

“Kak, udah sore nih,” ujar Maura seraya melihat ke arah jam, yang berada di dinding.

“Iya emangnya kenapa?” tanya Sakira.

“Hmm … aku mau pulang kak,” jawabnya.

“Yah, kok sebentar sih di sininya. Kenapa gak nginap aja di sini?”

“Gak enak kak, takut ganggu.”

“Ganggu kenapa Maura?” timbal Sakira.

“Takut ganggu buat dede bayinya,” jawab Maura tertawa geli.

“Ish, kamu mah!”

“Ini gara-gara kau siluman kebo,” timbal Sakira, mengacungkan jari telunjuknya ke arah Azka.

“Lah, kok jadi gue yang di bawa-bawa!”

“Ya iyalah, kan cowo yang selalu salah,” Sakira menjawabnya santai.

“Et dah, ampun-ampun,” jawabnya seraya menggelengkan kepala.

“Udah kak, jangan marahin Kak Azka, lagian nanti Maura ke sini lagi kok. Sama Ibu dan bapak juga.”

“Janji yah,” ujar Sakira.

“Iya kak, janji. Yaudah Maura pulang dulu nanti keburu malam,” jawabnya seraya bangkit dari duduknya.

“Iya, salamin buat ibu sama bapak,”

“Oke, assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam,” jawab Sakira dan Azka bersamaan.

****

“Huh, seneng banet aku hari ini,” ujar Sakira seraya merebahkan badannya di atas ranjang.

“Lebih seneng lagi, kalau sekarang kita bikin dede bayi,” jawab Azka seraya duduk di tepi ranjang.

“Gak ah, males mending tidur,” ucapnya seraya menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.

“Yakin nih,” rayu Azka seraya menarik selimutnya.

“Ih iya yakin, udah ah sana tidur juga!”

“Beneran yakin?” bisik Azka kepada Sakira.

Tiba-tiba Sakira bangkit dari tidurnya, dan melayangkan sebuah bantal ke arah Azka.

“Bawel amat sih!”

“Eits, gak kena wlee,” ledek Azka. Lalu ia melemparkan kembali bantal ke arah Sakira.

“Gak kena juga, wlee,” ujar Sakira.

“Oke, kali ini pasti kena!” ujar Azka seraya kembali melemparkan bantal lagi.

“Gak kena juga,” jawab Sakira seraya menepis lemparannya.

Dari situ, mereka memulai peperangan yang di sebut perang bantal. Merka tak mengiraukan waktu, yang saat itu sudah larut malam. Setelah beberapa lama mereka perang bantal, akhirnya mereka menghentikan tingkah konyolnya saat pukul 23:40 WIB.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here