Istri Nyebelin #03

0
144
views

Melepas Rindu


“Maura,” ujar Sakira dengan mata yang membulat sempurna.
“Kak Sakira,” jawab sang adik, seraya memeluk Sakira dengan mata yang berkaca-kaca.
“Kakak rindu kamu, Maura,” ucapnya terisak, karena sudah sekian lama dia tak bertemu dengan adik tercintanya. Bahkan, saat hari bahagianya dengan Azka dia tak menampakan batang hidungnya. Di karenakan ia sedang menyelesaikan kuliahnya kala itu.
“Maura juga rindu,” jawabnya.
“Yaudah, ayo masuk! Ra,” pinta Sakira, dan dianggukan oleh Maura.
“Maura, kok kamu ke sini gak ngajak ibu sama bapak?” tanyanya seraya duduk di sofa.
“Gini kak, kata ibu kalau sekarang gak bisa ke sini dulu. Tapi ibu sama bapak nitip salam buat kak Sakira dan kak Azka juga,” jelasnya.
“Jadi gitu yah, waalaikumsalam.” jawab Sakira.
“Eh, kak Azka mana?” tanya Maura seraya melirik ke setiap sudut rumah.
“Biasalah, kebo jam segini baru mandi,” jawabnya terkekeh.
“Ha, kebo? Kan Maura nanyanya kak Azka, bukan kebo,” ujarnya sedikit heran.
“Sama aja dek, kelakuannya sama-sama kayak kebo. Udah pemalas, jorok lagi!” ujar Sakira. Maura hanya tertawa geli, karena saat itu Azka sudah berada di belakang Sakira, mendengarkan perkataannya.
“Apa lu, ngomongin gue!” ujar Azka tiba-tiba, hingga membuat Sakira terkejut.
“Ya ampun, ngagetin aja!” Ketus Sakira.
“Lagian, pake ngomongin gue segala lagi. Eh ada tamu ternyata,” ujarnya seraya melihat ke arah Maura, dan dibalas senyuman olehnya.
“Kalau ngobrol sama tamu tuh, duduk!” pinta Sakira.
“Yaelah, ini juga mau duduk kali!” ucapnya duduk di samping Sakira.
“Eh, kok tamu gak di jamu sih? Gak di kasih minum atau makanan kek?” timbalnya, seraya melihat meja yang kosong di hadapannya.
“Astaghfirullah, saking senengnya sampai lupa,” jawabnya.
kemudian Sakira pun beranjak pergi menuju dapur, dan mengambil minuman dan makanan ringan.
“Makan yah dek,” ucapnya seraya menyodorkan makanan ke hadapan Maura.
“Iya kak, makasih,” jawabnya seraya melahap makanan yang ada di hadapannya.
“Lah, kok minumannya cuma satu?” ujar Azka.
“Kan tamunya cuma satu,”
“Gak ada niatan buat, ngambilin gue juga gitu?”
“Mau?” tanya Sakira.
“Iya dong,”
“Punya kaki kan? Ambil sendiri aja!”
“Yaelah, istri macam apa kamu ini Markonah,” ucapnya dengan nada bak sedang berakting.
“Eits, namaku Sakira Azzahra bukan Markonah,” ucapnya seraya menutup mulut Azka dengan jari telunjuknya.
“Yaudah, iya Mak Lampir, ups!” ujarnya terkekeh.
Maura yang sedang memakan cemilan, hanya tertawa geli melihat tingkah ke dua kakaknya itu, mungkin seperti sedang menonton film.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here