Istri Nyebelin #02

0
127
views

Kedatangan Tamu


Azka, langsung menyemburkan minuman yang sudah masuk ke dalam mulutnya. Karena ia ‘tak tahan dengan rasa pahitnya.
“Gimana, enak kan rasanya?” ujar Sakira terkekeh.
“Sakiraa … ini minuman apa? Pahit bener kayak janji mantan!” teriaknya kepada Sakira.
“Brotowali,” jawabnya dengan santai.
“Sakiraa … ” teriaknya lagi, hingga seisi rumah kembali menggelegar.
“Ups, mengaktifkan kekuatan turbo … kaburrr!” ujar Sakira beranjak pergi, kemudian disusul oleh Azka.
***
“Nah, akhirnya kena juga kamu, Mak Lampir!” ucap Azka seraya memegang tangan Sakira, hingga dia tak dapat lagi melangkahkan kakinya.
“Yaelah, kekuatan turbo aku habis lagi, jadi kena ‘kan,”
“Rasain! Hey sini kamu!” ucap Azka menarik tangan Sakira, agar dia menoleh ke arahnya. Namun, Sakira tak menoleh.
“Gak mau,” candanya. Namun akhirnya Azka menariknya secara paksa, hingga Sakira berada di pelukan sang suami.
“Ihh, lepasin!” rengek Sakira.
“Gak! Aku gak akan lepasin kamu,” jawabnya seraya memeluk Sakira dengan erat.
“Ish, aku gak tahan!”
“Gak tahan kenapa?” tanyanya, seraya melepaskan pelukan.
“Gak tahan sama bau badan kamu, bau asem tau,” ucapnya, seraya menutup hidung dengan tangannya. Azka pun mencium aroma badannya sendiri.
“Hehe … iya, maaf,” ujar Azka seraya menggaruk kepalanya.
“Ketahuan nih, pasti belum mandi, kan?”
“Ya iyalah, kan dari tadi kita kejar-kejaran terus,” jawabnya.
“Eh iya. Yaudah, sana mandi sekarang!” pinta Sakira.
“Males ah, cape!”
“Iww, punya suami kok jorok banget sih, aku dulu di pelet kali yah! Mau-maunya nikah sama siluman kebo!” ujarnya tertawa geli.
“Sembarangan! Yang ada aku kali, kok bisa-bisanya nikah sama Mak Lampir,” timbal Azka tertawa pula.
“Bodo amat, dasar kebo!” ledek Sakira.
“Dasar Mak Lampir,”
“Kebo, kebo, kebo,” ucapnya lagi seraya menutup kedua telinganya.
“Terserah!”
“Yaudah, sana mandi! Bau asem tau,” ucap sakira seraya mengipas-ngipas hidungnya menggunakan tangan.
“Iya, Mak Lampir,” ucap Azka seraya pergi menuju kamar mandi.
***
Saat di tengah jalan, ia berbalik arah dan kembali menemui Sakira yang tengah duduk manis di sofa.
“Dih, ngapain balik lagi?” tanya Sakira heran.
“Ada yang aku lupa,” jawab Azka yang terus melangkah ke arah Sakira. Tapi Sakira hanya terdiam dan mengerutkan dahinya.
Tiba-tiba Azka mendekatkan wajahnya ke hadapan Sakira. Hingga hembusan nafas di antara ke duanya terasa kencang.
‘Duh, dia mau ngapain,’ batin Sakira, dan jantungnya sekarang berdebar kencang, saat Azka berada tepat di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat. Dan tiba-tiba …
‘Tok, tok, tok,’
Terdengar seseorang sedang mengetuk pintu.
“Ih, awas minggir,” ujar Sakira mendorong badan Azka pelan, dan beranjak pergi.
“Mau ke mana?”
“Gak denger apa, ada yang ngetuk pintu?” tanya Sakira. Azka pun menggelengkan kepala.
“Yaelah, yaudah sana mandi! Malu loh ada tamu,”
“Iya Mak,” ucapnya terkekeh. Dan pergi ke kamar mandi.
***
Sakira pun menemui seseorang yang tadi mengetuk pintu. Ia membuka kan pintu, seketika ia terkejut melihat seseorang yang berada di hadapannya. Karena ia tak menyangka sosok itu akan hadir ke rumahnya.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here