Istri Hasil Taruhan #35

0
133
views

Makin hari Senja semakin sibuk ditambah pula sebentar lagi mereka akan ujian nasional, dia bahkan tidak mengabari Fajar sama sekali, hal itu membuat Fajar naik pitam, apalagi dia melihat Bagas yang selalu ada di dekat Senja.

“Senja tunggu!” Fajar mencengkal pergelangan tangan Senja ketika hendak ke perpustakaan.
“Aw, lepasin sakit tauk,” jerit Senja bernada ketus. Fajar menarik Senja menuju aula. Kemudian melepaskan tangan Senja.

“Lo, kenapa?” tanya Senja lirih.
“Gue heran sama lo, Ja, semenjak ada tugas drama lo jadi semakin cuek sama gue, apa lo benci sama gue?” tanya Fajar hati-hati.
“Gue, nggak benci sama lo, Jar, hanya keadaan yang membuat kita begini.”
“Tapi kok aku lihat lo sama Bagas perhatian benar, sampai-sampai gue diabaikan,” ketus Fajar.
“Lo, suka ya sama Bagas, atau lo mau jadi pacar itu karena lo mau dekatin Bagas, bukan setulusnya menerima gue,” ungkap Bagas, Senja terlonjak kagek.

“En, enggak gitu, Jar, gue nerima lo dengan tulus,” balas Senja gugup.
“Sudahlah, ternyata lo cuma mempermainkan prasaanku saja.” Fajar mengibas tangannya pertanda dia tidak ingin menerima penjelasan apapun.

“Sekarang terserah lo.”

Fajar pergi meninggalkan Senja yang mematung, ada rasa perih di ulu hatinya, awalnya dia sangat senang tapi sekarang moodnya jadi hancur.

“Gue, sayang sama lo, Jar, tapi kenapa lo nggak mau nerima penjelasan gue,” ungkap Senja lirih sambil menatap nanar punggung Fajar.

Di kelas Senja sedang membaca novel tiba-tiba saja ada yang mengagetkannya, Setelah tahu yang mengagetkannya itu adalah Bagas, Senja menatap malas kemudian melanjutkan membaca buku kecil yang dipegannya.

“Baca apa sih serius amat?” tanya Bagas menarik buku dari genggaman Senja.
“Apaan sih lo, Gas, gangguin gue aja,” ketus Senja.

Mood Senja benar-benar hancur, dia baru menyadari karena memang beberapa hari ini Fajar diabaikannya bahkan pesan Fajar sering diread dan dia rajin mengirim pesan ke Bagas.

“Jangan ganggu gue,” pintanya tanpa menoleh.

Bagas yang mengerti beranjak keposisinya semula.

Sejak pertemuan di aula kemaren, Fajar tidak lagi menghubungi bahkan bertemu dengan Senja dia pun memalingkan wajahnya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here