Istri Hasil Taruhan #28

0
128
views

Polisi yang menanganinya, ditembak habis segerombolan kera itu. Alhamdulillah keadaan sudah membaik.

SMA TUNAS BANGSA memang terletak jauh dari perumahan, sekolah ini berada di dekat pohon-pohon. Namun, masih melewati jalan lintas. Jadi hal wajar jika ada sejenis hewan yang masuk ke perkarangan itu ditambah di dalam sekolah itu ada sejenes tumbuhan atau buah-buahan yang ditanam sendiri oleh para siswa-siswi SMA tersebut.

“Lo, nggak papa?” tanya Bagas, Senja menggeleng sebagai jawaban.

“Sepertinya Bagas, benar-benar menyukai Senja, apa gue mengalah saja ya, tapi gue juga tidak mau dicap sebagai cowok tidak becus.” Fajar bermonolog sendiri.

🌿🌿🌿

Fajar memainkan poselnya, dia pun membuka aplikasi berlogo F dan menghubungi Senja, setelah banyak basa-basi Fajar mengungkap prasaan lewat aplikasi itu, siapa disangka Senja merespon prasaannya.

[“Jadi, sekarang kita jadian ya,”]

[“Iya,”]

Balasan singkat. Namun, sangat jelas dari Senja membuat hati Fajar berbunga-bunga, entah itu Senja serius atau tidak. Namun, yang pastinya Fajar sangat senang.

Fajar loncat-loncat kegirangan di taman belakang sambil berteriak. “terima kasih Senja. Senja I love you,”

Di posisi lain Tari senyak-senyum menatap layar ponsel milik Senja, karena memang kebetulan malam ini dia menginap di rumah Senja dengan alasan ngerjain tugas kelompok.

“Jadi, selama ini Fajar benar-benar serius sama Senja toh, gue bantuin satuin mereka ahk,” fikir Tari.

[“Jar, besok jemput gue, kita barengan, biar sosweet gitu”]

Klik, terkirim

Fajar berasa mendapatkan lampu hijau saat membaca pesan dari akun Senja.

[“Ok, sayang,”] balas Fajar langsung.

🌿🌿🌿

Brumm … tit … tit …

Suara motor Fajar sudah terparkir di depan rumah Senja.

“Kebiasaan tukang koran nih, pagi-pagi sudah bikin rusuh,” ketus Senja sambil melahap roti yang sudah diberi slai.

Setelah pamit sama orangtua, Senja dan Tari langsung menuju motor untuk berangkat ke sekolah.

“Senja, ban motornya kempes,” ujar Tari sambil menggidigkan bahu pertanda bingung.

“Duhh, gimana nih?” tanya Senja, Tari celingak-celinguk.

“Nah, itu ada Fajar, kamu bareng sama dia saja,” tunjuk Tari kearah Fajar, Fajar yang menyadarinya langsung tersenyum melihat Senja.

“Tapi, lo gimana?”

“Nggak usah mikirin gue, sana berangkat,” suruh Tari menyenggol bahu Senja.

Senja pasrah, dia langsung saja menuju Fajar, biasanya sih dia cerewet dulu baru mau nurut.

Senja dan Fajar pun lenyap dari pandangan Tari.

“Yes, berhasil.” Tari kegirangan.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here