Istri Hasil Taruhan #27

0
186
views

Hari ini Senja mulai masuk sekolah, betapa senangnya dia, dia sangat merindukan suasana sekolah.

“Hy, Senja, kamu sudah sembuh ya?” sapa dan tanya teman-teman sekolah.

Senja mengangguk sebagai jawaban dan melenggang pergi masuk ke kelas.

Banyak teman yang menanyakan keadaan Senja dan guru-guru pun ikut menanyakan kabarnya.

Saat mau belajar Fajar mengambil posisi duduk di samping Senja yang kebetulan kursinya kosong, alhasil ada wajah seseorang yang cemburu melihat aksi itu.

“Lo, hari ini cantik bangat Senja.” Fajar mencoba merayu sambil mengedip sebelah matanya. Si empunya tersenyum sinis.

Deg ….

Apa-apaan ini nggak ada hujan nggak ada angin taunya ada petir.

“Alah, gombalan lu nggak mempan,” ketus Senja mengibas tangannya. Bagas tersenyum kecut saat melihat Fajar menggaruk kepala yang tidak gatal.

Fajar tidak mau kalah dia pun dengan penuh semangat untuk meluluhkan hati gadis hitam manis bak malika, kedelai hitam. Bayangin saja dulu.

“Ya sudah kalo nggak mau pake gombal-gombalan, gue mau lo jadi pacar gue Senja, plis,” rayu Fajar menangkup kedua tangannya.

“Gue nggak mau, ntar gue kena imbasnya lagi gara-gara lo, gue nggak mau sekarat,” jelas Senja mendorong pelan tubuh Fajar.

“Huh, kalah lagi,” keluh Fajar menatap kosong.

Selang beberapa menit kemudian masuk guru baru ke kelas.

“Asalamualaikum warohmatullohi wabarrokatuh, anak-anak,” sapanya dengan ramah.

Semua murid menjawab serentak, kemudian dilanjut dengan perkenalan. Setelah berkenalan dan bercanda tawa tidak disangka sekarang sudah waktunya jam istirahat.

“Senja, kita ke kantin bareng yuk,” ajak Bagas.

“Iya Gas,” balas Senja.

“Hadehc, baru saja mau ngomong, Si komodo sudah duluan ngajak,” kesal Fajar.

Akhirnya mereka ke kantin bersamaan. Sampai di kantin mereka memilih posisi di pojok.

“Tar, lo pesan apa?” tanya Senja pada Tari.

“Sama saja kayak kalian,” balas Tari singkat. Makanan pun di pesankan.

Saat mereka tengah asyik menyantap makanannya tiba-tiba suasana menjadi riuh dan ricuh, ternyata di sekolah ada segerombolan kera ngamuk.

Dalam situasi genting seperti ini Fajar mengambil kemsepatan dalam kesempitan, dia dengan sengaja memeluk Senja yang sedang ketakutan.

“Ayo lari, amankan diri kalian masing-masing.” Umum guru melalui mickrofon.

Semuanya berlari Fajar menarik tangan Senja dan berlari membawanya keluar dari kantin.

Senja terjatuh, tanpa disadari ada seekor Kera yang hendak mencabik tubuh Senja.

“Senja, awas,” teriak Fajar saat menyadari tangan Senja sudah lepas dari genggamannya.

Aaaaaa ….

Senja menjerit, kera itu semakin mendekat, mendekat dan terus mendekat dan ciluk ba ….

Kera itu terpelanting jauh hingga tergeletak tanpa nyawa, sebab ada orang yang memukulnya, orang itu tidak lain adalah Bagas. Senja berhamburan memeluk Bagas.

“Te–terima kasih,” ucapnya gemetaran.

Bagas mengangguk dan membawa Senja pergi menjauhi kantin.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here