Istri Hasil Taruhan #22

0
86
views

Di sebuah gudang Sinta disekap, tempat itu gelap Sinta sangat ketakutan ditambah lagi ada sebuah bayangan perlahan mendekatinya yang ditangannya ada sebuah benda pipih nan tajam.

“Jangan bunuh gue, plis jangan! Gue masih mau hidup,” ujar Sinta memelas sambil beringsut dari tempat duduknya saat melihat orang itu menyerigai bak orang kesetanan.

“Uluhhh, gue sangat menyukai ini Sinta, ini adalah mainan favoritku,” balasnya sambil menyilaukan pisau di pipi Sinta.

“Senja jangan,” pinta Sinta memelas.

“Tidakkk ….!” teriak Sinta sekuat tenaga saat Senja perlahan menggores wajahnya. Senja tertawa menyerigai dan penuh kepuasan.

“Ampunnnn ….”

Sinta tersentak bangun, wajahnya dipenuhi keringat, nafasnya memburu, dadanya sesak. Dia benar-benar syok cepat-cepat mengambil segelas air yang berada di atas nakas.

“Untung cuma mimpi,” lirihnya setelah menegak satu gelas air.

Meskipun itu mimpi tetapi mimpi itu mampu membuat Sinta merasa gaduh.

“Nggak mungkin jadi kenyataan, inikan masih jam satu siang, kata mama kalo mimpi itukan hanya bunga tidur,” batinnya menepis jauh fikiran aneh itu.

Masih dalam keadaan was-wasan tiba-tiba ada yang menghubungi Sinta. Segera dia meraih benda canggih itu.

“Nomor tidak dikenali.”

Setelah melihat itu Sinta mengabaikan nomor itu, nomor itu terus menghubunginya hingga akhirnya dia tekan tombol hijau.

“Hallo, Sinta, ini Ibu Katrin, tolong temui Ibu di taman mini, tut ….” belum sempat Sinta menjawab telfon langsung dimatikan.

Sinta menerawang mengapa Ibu Katrin mengajaknya ketemu di taman mini. Tidak mau menunda-nunda waktu Sinta langsung bergegas menemui Katrin.

🌻🌻🌻

“Ada apa Ibu mengajak Sinta ketemu di sini?” tanya Sinta langsung tanpa menunggu perintah dia langsung duduk di bangku taman.

Katrin terlihat gemetar, sesekali dia menggigit bibir bawahnya sepertinya dia kebingungan mau dimulai dari mana percakapan ini.

“Anu Sin ….” Katrin menjeda percakapan sambil menarik nafas dalam-dalam, sedangkan Sinta menatap tajam.

“Apa Bu? dilihat dari cara Ibuk jangan sampai membuat saya gaduh,” ucapnya setengah bertanya dan menatap wajah Katrin penuh arti.

“Hp Ibu hilang, Sin,” ucapnya lirih. Sinta terkejut.

“Haha, Ibu ini bisa saja Ibu bercandakan masa ya HP Ibu bisa hilang,” tawa Sinta menggema dan menatap tidak percaya.

“HP Ibu yang hilang apa hubungannya dengan saya, Bu?” lanjutnya menatap Katrin aneh.

“HP hilang sih tidak masalah, yang jadi masalah Video kamu itu ada di dalamnya,” jawab Katrin sesekali menggigil.

“Ya ampun, mati gue, kok bisa hilang sih Buk, Ibuk jangan main-main ya sama Sinta.” Sinta terlihat murka.

“Saya tidak punya banyak waktu, Ibu itu saya bayar mahal tapi Ibu malah kek gini. Sinta nggak mau tahu, pokoknya Ibu cari HP itu,” jelasnya geram.

🌻🌻🌻

Gimana suka nggak sama part yang ini?

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here