Istri Hasil Taruhan #17

0
84
views
Sampai di rumah sakit Senja langsung di bawa ke ruangan, sementara yang lainnya hanya boleh menunggu di luar.
Katrin selaku GuruBP pun ikut menyusul ke rumah sakit bersama beberapa guru yang lainnya.
🌻🌻🌻
“Gimana dengan Senja, apa dia baik-baik saja?” tanya seorang Guru turut dalam suasana panik.
Sebagian menggidikan bahu pertanda belum tahu apa-apa, Guru-Guru mengangguk paham.
Setelah mendapat jawaban dari anak-anak, Katrin pamit mau ke toilet.
Seorang dokter keluar dari ruangan yang bercat putih itu, kemudian sedikit menjelaskan apa yang terjadi pada Senja.
“Boleh kami masuk, Dok?” tanya Bagas dan dibalas anggukan oleh Sang dokter.
“Silakan …”
Terlihat Senja terbaring lemah dan wajah masih terlihat pucat. Bagas menatap nanar begitu pun teman yang lainnya kecuali Genk teletubis.
“Senja, lo kenapa kok bisa jadi gini?” tanya Bagas mengelus pucuk kepala Senja.
Ahk, Bagas kau sungguh romantis tapi lihat keadaan dong, nggak malu apa sama Guru kok main elus-elus seperti pemain flim saja. Wakawww …
Fajar pun terbawa suasana, sedih, itulah yang dirasakan Fajar saat ini.
“Ternyata seorang Fajar bisa mewek juga ya,” celetuk Afdal tanpa melihat kondisi. Fajar langsung menjitak kepala temannya ini.
“Dasar nggak punya otak lo, teman sakit masih saja ngajak bercanda,” dengusnya kesal.
“Teman apa demen?” Goda Afdal
Afdal masih saja ngajak bercanda membuat Fajar semakin kesal, Fajar mengacak rambutnya frustasi.
“Arrght,” pekiknya nggak karuan lalu meninggalkan ruangan tersebut.
🌻🌻🌻
Di kursi taman rumah sakit Fajar duduk dengan mata yang berkaca-kaca entah mengapa dia merasa dialah penyebab semuanya.
“Senja maafin gue,” ucapnya lirih.
Fajar terperanjat saat ada seseorang yang meletakkan tangan di bahunya.
“Yang sabar, Jar,” ucap Tari sembari duduk di samping Fajar.
“Gue yakin Senja pasti baik-baik saja,” ucap Tari menyungging senyum.
Uhhhhh, Senja cepat sadar dong.
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here