Istri Hasil Taruhan #16

0
108
views

“Sinta ….”

Suara panggilan itu bernada lembut.Namun, sangat tegas di gendang telinga Sinta, secepat kilat Sinta menangkap siapa sosok itu.
“Apa-apaan kamu.”

“Ibu ….” Sinta terbelalak saat melihat Guru BP itu melenggang masuk ke ruang UKS.

“Ini rekaman kalau kamu ingin membunuh Senja.”

Melihat benda pipih itu Sinta bersimpuh di kaki Ibu Katrin selaku Guru BP.
“Bu, jangan lakukan itu, maafkan Sinta Buk, Sinta khilaf,” pintanya memohon.”Kau berani bayar berapa?” tanya Katrin menyerigai.”Berapapun yang Ibu minta akan Sinta bayar,” ucap Sinta langsung.”Baiklah, Ibu minta uang lima puluh juta,” ucap Katrin diiringi senyum girang.

Meskipun uang itu terlalu banyak tanpa mengeluar sepatah kata pun Sinta langsung mengangguk setuju, fikirnya dari pada masuk penjara dan malu lebih baik dia memenuhi keinginan Ibu Katrin.Setelah terjadi kesepakatan Sinta menarik nafas lega meskipun masih tersimpan rasa was-was. Katrin menyuruh Sinta masuk kelas.

Ada ya zaman sekarang Guru berbuat gitu sama anak murid. Sungguh kejam …

Tring … tring … tring ….
Suara bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas masing-masing.

Fajar, Bagas, dan Afdal bergegas ke ruang UKS. Niatnya untuk mengantarkan Senja pulang.

Sesampai di UKS dilihatnya wajah Senja bertambah pucat dari sebelumnya. Mereka mendekati Senja dan berusaha membangunkannya. Namun, nihil Senja tidak kunjung bangun. Tubuh Senja dingin dan denyut nadinya yang sulit ditebak.

Bagas frustasi dia menyesal meninggalkan Senja. Mereka bergegas membawa Senja ke rumah sakit.

Di balik semua itu ada beberapa pasang mata melihat mereka dari jauhan.
“Sudah, ayo kita ke sana dan ingat kita harus pura-pura tidak tahu,” ucap Katrin pada Genk teletubis. Mereka mengangguk patuh.
“Senja kenapa?” tanya Sinta bernada panik. Semuanya menggeleng lemah dan terus melanjutkan perjalanan.

“Semoga saja Senja mati.”
Gimana nih? Keadaan semakin gaswattt.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here