Istri Hasil Taruhan #15

0
224
views
Setelah beberapa menit kemudian Bagas datang membawa sebotol air mineral dan langsung memberikannya pada Senja.
 
“Terima kasih, Gas,” ucap Senja dibalas anggukan.
 
“Silakan kalian tinggalkan Senja sendirian dan kalian semua masuk ke kelas karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai,” titah Guru BP.
“Tapi Buk,” sanggah Bagas
“Tidak ada tapi-tapian, soal Senja biar Ibuk yang temanin,” jelasnya.
 
Semuanya mengangguk patuh dan berangsur meninggalkan Senja yang masih terbaring lemah.
 
“Cepat sembuh ya, Senja,” ucap Bagas sebelum pergi.
“Iya, Gas, terima kasih do’anya,” balas Senja, sedangkan Fajar hanya menyungging senyum sebelum pergi.
 
Setelah kepergian temannya Senja memejamkan matanya.
 
“Oh, ya, Senja Ibuk tinggal dulu ya, soalnya Ibu ada kerjaan, nggak papakan Ibu tinggal sebentar,” ucap Guru BP pada Senja, Senja membuka matanya dia membalas dengan anggukan.
 
Senja merasa begitu lemah ditambah lagi kepalanya nyut-nyutan, tanpa sadar dia pun terlelap entah itu ketiduran atau pingsan dia pun tidak tahu lagi.
 
🌻🌻🌻
 
Srettttz ….
 
Suara pintu UKS terbuka perlahan, orang itu masuk mengendap-endap. Pertama dia menampakkan wajah kemudian baru tubuhnya. Pintu dikunci, berbalik menatap Senja sambil menempelkan telunjuk di bibirnya sendiri.
 
“Selamat tinggal saingan,” ucapnya menutup wajah Senja dengan bantal.
 
“Emmt … uh …. emmt … Euhhhhuk …”
 
Senja menjerit mencari nafas.
 
“Mampus ….”
 
Orang itu menutup saluran pernafasan Senja sampai Senja benar-benar tidak bisa menarik nafas lagi.
 
Dia menyerigai menatap wajah pucat Senja lalu tertawa nggak jelas bak seperti orang gila.
 
“Kali ini lo benar-benar mati, gue yakin semua orang pasti sangat sedih, oh tidak-tidak, pasti semua ikut bahagia melihat kematian lo, Senja, seperti yang gue rasakan saat ini, whaha ….” ucapnya penuh penekanan dan diiringi tertawa menyerigai.
 
Pasti kalian bisa menebaknya siapa orang itu?
 
 

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here