Istri Hasil Taruhan #12

0
90
views
Fajar mengambil kasar botol minuman yang dipegang gadis nan cantik itu, dia mengira kalau itu Senja tetapi ternyata dugaannya salah.
 
“Kok gue berharap yang tidak-tidak ya,” batinnya sambil meminum air itu sesekali melirik Sinta sekilas tanpa sadar air itu tandas masuk ke tenggorokannya.
 
“Kehausan ya, Jar?” tanya Sinta.
“Sudah tau nanya, jelaslah haus,” jawabnya ketus, Sinta memperlihatkan deretan giginya.
 
“Hey, kalian ngapain di sana?” teriak Pak Tamrin celingak-celinguk mencari tahu siapa yang bersama Fajar.
 
Sinta pamitan, Fajar hanya mengangguk, dia acuh tak acuh terhadap Sinta, entah mengapa pikirannya selalu dihantui sama gadis hitam manis. Dia kembali ke posisi awal, berdiri di tepi tiang bendera sampai jam belajar pertama selesai.
 
Jam belajar pertama pun habis ternyata memang yang diharap Fajar hanya sebatas halu.
 
“Aneh saja fikiran ini, emang Senja itu siapanya gue kok berharap dia memberi perhatian,” racau Fajar mengacak rambutnya gusar.
 
Sesampainya di kelas Fajar menarik ujung jilbab Senja bagian belakang sehingga membuat gadis itu melentur ke belakang.
 
“E-e-ehhh.”
 
Senja tertarik ke belakang sedangkan yang menarik tersenyum jahil, Senja berusaha menepisnya. Namun, selalu gagal.
 
“Lepasin.”
“Nggak.”
“Mau ini,” ketus Senja mengacung kepalan tangannya.
“Nggak takut,” jawabnya tidak kalah ketus.
“Ini peringatan pertama buat lu, karena lo gue dihukum sendirian oleh Pak Tamrin,” jelas Fajar menarik-narik jilbab Senja.
 
“Jar, udahlah, lepasinlah, nggak kasihan apa sama cewek,” ucap Bagas dari tempat duduknya.
“Ahk, masa modo, pokoknya cewek ini harus tanggung jawab!” tegasnya.
 
Senja tampak bingung, menatap Fajar aneh dia berfikir salahnya dimana? Sebesar apa salahnya? Kok disuruh tanggung jawab, kayak sudah melakukan kesalahan besar saja, Senja berbalik arah dan menatap Fajar dengan menyipitkan kedua matanya mulut atas dinaikin bak seperti orang lagi manyun gitu yang membuat Fajar menatap terpesona.
 
Hauhauhau … Senja mau ngapain hayooo? Yok tebak …
 
Bersambung
 

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here