Istri Hasil Taruhan #11

0
87
views
“Itumah detol.”
“Apaan detol?”
“Derita lo tolol,” jawab Senja menutup mulut menahan tawa.
“Sadis,” decih Fajar.
Sinta menatap berang ke arah mereka, dia mencabik-cabik buku menahan ego.
“Senja, gue nyontek punya lo aja ya,” pinta Bagas.
“Eh, gue juga,” sahut Fajar.
“Bagas boleh nyontek punya gue tapi Fajar nggak boleh,” tukas Senja mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. Fajar protes.
“Lo, minta bantu saja sama Sinta.”
Mendengar pernyataan itu Fajar mendengus kesal. Lagi-lagi dia harus mengalah.
“Ketua kelas kok nyontek,” celetuk Senja membuat Fajar menatap sinis.
Bel masuk berbunyi selang beberapa menit kemudian seorang guru berkumis tebal memakai kacamata masuk ke kelas XI.
“Asalamualaikum, pagi anak-anak,” sapa Pak Tamrin mengulurkan tangannya untuk disalami.
Semua murid maju ke depan satu-persatu menyalami tangan Pak Tamrin, setelah itu mereka berdo’a, absen kelas, dan lanjut masuk materi pembelajaran.
“Silakan kumpul PRnya di meja,” suruh Pak Tamrin.
“Yah, masih ingat aja nih Pak Kumis,” batin Fajar.
Semua murid mengumpulkan tugas sedangkan Fajar garuk-garuk kepala yang tidak gatal sesekali dia tersenyum kecut seperti orang kehilangan akal.
“Fajar,” panggil Pak Tamrin sambil memainkan kumisnya si empunya nama terdiam kaku.
“Kamu kenapa kok keliatan aneh, oh ya tugas kamu kok belum dikumpul?” tanya Pak Tamrin, Fajar nyengir kuda.
Melihat mimik wajah Fajar, Pak guru berkumis tebal itu mengerti langsung saja dia menyeret Fajar keluar dan diberi hukuman, Fajar sempat protes. Namun, perintah tidak boleh dinganggu gugat.
“Jangan dihukum Pak,” ucap Fajar memelas. Tetapi tidak dihiraukan. Fajar pasrah.
Di bawah terik matahari Fajar berdiri di bawah tiang bendera dengan posisi memberi hormat, Fajar merasa lemas sedangkan waktu masih lama dia terduduk lesu.
“Ini ….”
Seseorang memberi sebotol minuman pada Fajar. Fajar menatap orang itu dengan memicing netranya.
Hayo siapa itu?
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here