Istri Hasil Taruhan #10

0
347
views
Suasana tenggang, hening tanpa jawaban ditambah lagi cuaca hari ini cukup membuat penghuni bumi gerah.
“Jawab, Gas, di sini gue tak butuh kediaman, ayo bersuara,” desak Fajar.
Bagas menatap Afdal lalu beralih ke Fajar, ketiga lelaki itu diliputi kebingungan. karena tidak mau bertele-tele Bagas berusaha memberi jawaban.
“Sebenarnya … sebenarnya gue ….,” ucapan digantung membuat Fajar dan Afdal semakin penasaran, “apa?” sahut mereka.
Bagas menarik nafas dalam-dalam mengeluarkannya secara perlahan, Fajar dan Afdal mendelik.
“Ahk, gue nggak suka Senja,” jawab Bagas berkeringat.
Fajar merasa kurang puas dengan jawaban barusan.
“Haha, jawaban yang tidak masuk akal,” balas Fajar mengejek.
“Maksud lo?”
“Kalo benar lo nggak menaruh kata suka dengan Senja lantas kenapa lo bersikap seolah menjadi penghalang buat gue,” selidik Fajar.
“Ahk, sudah-sudah jangan melemparkan banyak pertanyaan karena lo bukan wartawan dan gue tidak suka bertele-tele, gue sama sekali tidak menyukainya,” jelas Bagas berbohong.
Bagas berkeringat dingin entah apa yang merasukinya sampai dia berbohong dengan prasaannya sendiri, kalau pun jujur juga tidak menjadi masalah. Fajar mengangguk paham meski di hatinya ada keganjalan dengan jawaban Bagas.
“Jadi sekarang intinya lo harus bisa dapatin Senja, kalo tidak ya, lo tetap kami nilai cemen, ya nggak, Bro?” ucap Bagas seraya bertanya dan Afdal mengangguk setuju.
“Okay, jadi, meetingnya selesai, gue mau cabut duluan,” jawab Fajar sembari memakai jaket.
“Meeting? Kayak kantoran saja,” ketus Afdal tersenyum kecut.
🌻🌻🌻
“Pagi nona,” sapa Fajar pada gadis kurus nan hitam manis yang dibalas anggukan seraya masuk kelas.
“Eh, Gas, kamu sudah selesai PR yang dikasih Pak Tamrin kemaren?” tanya Senja ramah, Bagas mencari sumber suara.
“Eh, be-belum,” jawab Bagas kikuk sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
“Gue juga belum,” sahut Fajar. Senja menatap malas.
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here